Disukai
6
Dilihat
1,244
Lubang di Daun Pisang
Slice of Life

Selepas subuh, Pak Tumin menyalakan kompor lalu menyeduh kopi tubruk—pekat, tanpa gula—lalu membawanya ke beranda. Kursi rotan tua menunggu di sana, menghadap kebun belakang yang sederhana. Kebun yang tak luas, tapi cukup untuk membelai batin yang mulai renta.

Di sana, pohon-pohon pisang tumbuh semaunya, liar tapi jujur. Daun-daunnya lebar, sebagian masih muda dan berkilau seperti harapan, sebagian lain sobek seperti kain lapuk yang pernah menutupi luka. Yang layu dan kering selalu ia bersihkan pelan-pelan, agar tak mengganggu pertumbuhan yang masih ingin hidup.

Di salah satu daun muda, lubang-lubang kecil mulai muncul. Hampir setiap hari bertambah, seperti waktu yang tak bisa dicegah. Seekor Belalang Kayu hinggap di sana—tenang, nyaris tak terlihat. Tubuhnya c...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Slice of Life
Rekomendasi