Satu Pagi di CGK

"Morning Lana...."

Pagi hari di Terminal Keberangkatan Internasional CGK masih terlihat lenggang. Laki-laki yang mengenakan seragam pilot ber-bar empat di bahunya bergegas mengejar pramugari cantik yang sedang berjalan di depannya.

"Em... morning." Perempuan cantik yang bernama Lana itu menoleh. Ia tampak terkejut melihat orang yang menyapanya.

"Kamu mau terbang ke SIN ya, Na?"

Lama Lana membiarkan laki-laki di sebelahnya menanti jawaban. 

Laki-laki itu bernama Rey Putra Tarigan, mantan kekasih Lana. Tampan, muda dan digilai banyak wanita. Di usianya yang sangat muda Rey juga sudah berhasil menjadi Captain di maskapainya. 

Setelah lama memberi jeda akhirnya Lana memberi jawaban singkat untuk Rey, "Iya."

"Kalau aku mau terbang ke KUL Na. Landing CGK aku antar Kamu pulang ya?"

"Hmmm...."

"Kenapa? Kamu keberatan?"

"...." Hening, Lana tidak menjawab.

"Kamu masih marah sama aku Na? Masih belum bisa maafin kesalahan aku?"

"Maaf Rey bisa nggak kita bahas nanti? Aku nggak mau mood-ku berantakan buat terbang pagi ini." 

"Lana, aku nggak maksud ganggu kamu. Aku juga nggak maksa minta balikan. Tapi please Na, kasih aku kesempatan buat jelasin semua dan setelah itu semoga kamu bisa maafin aku."

"Rey please! Jangan bahas ini sekarang. Aku mau kerja!"

"Oke... oke... maaf. Aku akan tunggu sampai Kamu siap buat ngomong sama aku. Aku duluan ya Na, pesawatku parkir di gate 1."

Laki-laki itu menjauh, sedetik kemudian ia berbalik dan tersenyum.

"Jangan keseringan minum kopi ya Cantik! I love you so much Princess." 

Laki-laki itu hilang dari pandang mata. 

Lana pergi menjauh.

Bandara kembali lenggang.

✈️✈️✈️

Pagi itu....

Tidak pernah ada kesempatan Rey untuk pulang meski untuk memberi penjelasan pada Lana. Setelah lima belas menit pesawat Rey lepas landas menuju Kuala Lumpur, pesawatnya jatuh dan dinyatakan hilang.

Kerusakan pada sistem kendali di ruang kemudi pesawat yang menyebabkan satu pesawat beserta seluruh awak pesawat dan 280 penumpang dinyatakan hilang.

Kabar itu datang pada Lana seperti sebuah turbulensi. Cepat, mendadak dan mengguncang dunianya.

Lana menangis sejadi-jadinya. Bahkan ketika ia menghadiri pemakaman Rey, ia tidak berhenti menangis.

Kini hanya nisan tanpa jasad yang bisa mendengar penyesalan Lana.

Andai ia tidak terlalu marah.

Andai ia memberi Rey kesempatan hari itu.

Satu pagi di CGK

✈️✈️✈️

16 disukai 7 komentar 10K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
meski berbau sinetronisme, ini realistis, relate bagi orang-orang yang bekerja sebagai pilot atau kekasihnya, dan juga seolah-olah saya dibawa ke dunia penerbangan. ✈️✈️✈️1/2/✈️✈️✈️✈️✈️ alias 3 1/2/5 dari saya. Salam kenal. 🤗🙏
Ada baiknya takdir terpisah dengan cara seperti itu. Mungkin jika Lana memaafkan dan memberi kesempatan pada Rey kesedihan itu akan lebih dalam.
Walau cukup singkat, tetapi pembaca dapat menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dengan cukup jelas. Sebuah FF yang sayang sekali jika dilewatkan begitu saja.
(Tim Kurator Kwikku)
Ikut scrip hunt kah? Bgs ceritanya
Bagus bgt klo dibuat film pendek yah
Sedih bgt endingnya. Bagus ceritanya semoga menang ya
Saran Flash Fiction