Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Drama
Kota modern tidak lagi dibangun dari batu dan semen, melainkan dari sorotan. Lampu-lampu jalan, kamera pengawas, dan layar ponsel membentuk ekosistem baru: ruang publik yang tidak pernah benar-benar publik, tetapi selalu siap meng...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Flash
Kisah Kesah
Gia Yaquni
Flash
Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Desto Prastowo
Cerpen
Untuk Ku Yang Menginginkan Kebahagiaan
Selene Praba
Novel
THE HOPES
Alifhoel
Novel
Hasrat Abu
Tiara Khapsari Puspa Negara
Cerpen
Dalam Kebisuan
Tiwi Kasavela
Novel
Penata Hati
Fani Fujisaki
Flash
Unfol My Idol
Silvarani
Cerpen
Dress Code untuk Hanna
T. Filla
Novel
Becoming 24
Febby Arshani
Komik
oceanland
aiiscream
Skrip Film
Kata Sandi
Fey Mega
Flash
The Path to Become a Novelist
El Psycho
Flash
Bubur Ayam Cikini in 90s Midnight
Silvarani
Novel
7 rahasia alana
Tria Aryati Rahman
Rekomendasi
Flash
Bronze
Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Cum Laude di Sudut Jalan
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Novel
Bronze
Aroma Melati di Malam yang Sepi
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Satu Butir Telur dari Ibu
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Hantu Anti-Ghosting
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Dua Lilin di Bukit Sunyi
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
GAMBAR TANPA WAJAH
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Puisi yang Tak Pernah Sampai
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Sebelum Kamu Mengetuk Lagi
Desto Prastowo
Flash
Tongkat, Payung, dan Kulit Kacang
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Lubang di Daun Pisang
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Syamsul dan Senja yang Jujur
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
DELAPAN LENGAN PAK OKTOPUS
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Lampu dari Sungai yang Mengering
Desto Prastowo