Ngereh

Di tengah areal perkuburan, terlihat sesosok pemuda bernama Arya sedang melakukan ritual ngereh. Di depan aneka ragam sesajian. Mulutnya dari tadi tampak berkomat-kamit merapal mantra. Malam ini, aku harus menuntaskannya, batin Arya penuh amarah.

Lalu secara perlahan seluruh tubuhnya mulai mengalami perubahan. Di awali dari mulut yang menjadi moncong, tumbuhnya ekor, hingga seluruh badannya dipenuhi dengan bulu yang lebat serta kasar.

Dan ketika proses perubahan itu telah usai, ia kaget setengah mati. Bukannya menjadi sosok leak yang menakutkan. Barong, rangda atau apapun yang penting kuat. Karena malam ini malam yang sakral. Malam pertempuran para leak di wilayahnya—Sanur. Ini malah menjadi babi kecil berwarna merah muda.

"DASAR BABI SIALAN!" teriak Arya penuh rasa kesal sambil mengacak-acak sesajen yang ada di depannya.

4 disukai 698 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction