Leak

Seorang pemuda tanggung sedang berjalan menuju ke pos penjagaan yang berada di depan gerbang masuk. Di sebuah kompleks perumahan elit, yang berada di pinggiran Kota Singaraja.

"Jadi kamu anak baru itu. Siapa namamu?" tanya seorang pria tua sambil mengamati sosok pemuda tadi.

"Desta, Made Desta."

"Hm, sebagai anak baru di sini. Kamu harus mengetahui beberapa hal penting, saat menjaga kompleks perumahan ini. Dan semuanya tertulis di sini," ucap pria tua itu sambil menunjuk secarik kertas yang menempel di kaca depan pos penjagaan.

"Baik, Pak."

Lalu pria tua itu meminta Desta untuk berjaga di pos. Sedangkan ia hendak berkeliling kompleks. Karena anak jarum jam telah menunjukkan angka 11 malam tepat, yang merupakan jadwal tetap bagi dirinya untuk berpatroli.

Setelah kepergian pria tua itu, Desta membaca secarik kertas tadi. Ada satu poin yang baginya sangat aneh dan tidak masuk akal. Di mana hal itu malah menimbulkan rasa penasaran yang membuat dirinya kepo.

"Aku pasti akan ke sana," tekad Desta pada dirinya sendiri sambil mengamati sekeliling melalui kaca depan pos penjagaan.

Setengah jam pun telah berlalu, waktunya bagi pak tua tadi kembali ke pos penjagaan. Saat ia sampai di sana, Desta masih asyik dengan gawainya. Hingga tak menyadari kedatangan sosok berambut putih itu.

"Setengah jam lagi giliranmu berpatroli, anak muda," ucapnya sambil menaruh senter di atas meja yang terbuat dari beton yang dilapisi keramik warna putih.

"Ba-ba-baik, Pak," jawab Desta yang kelabakan dan langsung mematikan alat pintar itu lalu memasukkannya ke saku celana sebelah kanan.

Untuk 30 menit kedepan, Desta dan pak tua itu berada di pos penjagaan. Selama itu tidak ada obrolan yang terjadi. Hanya sibuk menonton acara sepak bola yang ditayangkan oleh salah satu stasiun swasta.

Barulah setelah pukul 12 malam tepat, Desta beranjak dari kursi untuk mulai berpatroli. Namun, sebelum itu si pak tua menyuruhnya memukul kentungan sebanyak tujuh kali. Sebagai tanda pergantian hari serta menunjukkan saat itu sudah tengah malam.

"Ingat! Jangan sekali-kali melanggar aturan yang sudah kamu baca. Jika ingin tetap bisa bekerja di sini."

"Baik, Pak," jawab Desta sebelum meninggalkan pos penjagaan sambil memakai topi satpam yang ada di meja.

Desta yang kini sedang berpatroli langsung menuju ke tempat yang tertera di secarik kertas tadi. Tempat yang tak boleh dikunjungi di malam hari. Apalagi memisuhโ€”berkata kasar.

Ternyata cuma tanah lapang biasa saja. Tidak ada apa-apa di sini, batin Desta yang terus melangkah.

"ANJING, MONYET, BABI!"

Dan begitu Desta selesai mengumpat. Tiba-tiba di belakangnya muncul sesosok leak yang berambut panjang dan berwarna putih. Dengan keempat taring yang menyeruak keluar dari mulut serta kedua bola mata yang menyala bagai bola api.

"Sudah aku bilang, jangan melanggarnya! Dasar anak muda zaman sekarang. Tidak bisa diberitahu sama yang tua. Karena itu, kau harus menerima akibatnya!" teriak sang leak yang langsung menerkam begitu Desta berbalik ke belakang.

Begitu selesai menikmati tubuh mangsanya hingga tak bersisa. Hanya meninggalkan potongan-potongan kecil seragam satpamnya. Ia segera meninggalkan tempat tersebut.

"Lagi-lagi aku harus mencari penggantinya. Mana susah sekali, mencari anak muda yang mau bekerja sebagai satpam saat ini."

10 disukai 6 komentar 1.7K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@lirinkw : Begitulah. Anak muda zaman now. Teralu kepo ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
susah2 dapat kerjaan eh malah begitu *sad
@misstravelbeautylife : Ssst, nanti dicari lho. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
"Anjing. Babi. Monyet." Bukannya takut, malah ngakakkk ๐Ÿคฃ
@donnysixx : Makasih bang, udh baca dan memberikan jejaknya ๐Ÿ™
Mantap๐Ÿ‘๐Ÿ‘
Saran Flash Fiction