The Killer Teacher
13. ACT 2-10 (Scene 125-134)

125. EXT. HALAMAN RUMAH 'UKM KREASI IKANKU' — SIANG

Suasana siang yang tenang selepas hujan. Terlihat DUA PRIA mengangkat karung ke dalam MOBIL BOX.

CLOSE UP, Plang di depan rumah bertuliskan 'UKM KREASI IKANKU'.

CAMERA FOLLOW punggung SAMUEL yang pergi ke rumah UKM. DUA PRIA PENGANGKAT KARUNG menyapa SAMUEL.

PRIA PENGANGKAT KARUNG
Selamat siang, Pak Guru!


SAMUEL/NEO (O.S)
Siang.


SAMUEL membuka pintu rumah.

126. INT. RUMAH 'UKM KREASI IKANKU' — SIANG

Begitu pintu dibuka, kita melihat suasana kesibukan IBU-IBU dan BAPAK-BAPAK memasak KERUPUK IKAN DAN ABON IKAN, sebagian lagi sibuk packing. SAMUEL mendekati RONI yang sedang membantu packing abon.

SAMUEL/NEO
Santi kemana?


Roni tidak menjawab karena beberapa IBU-IBU mendekati SAMUEL.

IBU 1
Pak Guru, Kabar Karmana?


SAMUEL/NEO
Baik, Ma.


IBU 2
Pak Guru, makasih banyak loh. Karena Pak Neo, Bu Santi dan Pak Roni kita semua bisa jual kerupuk sama abon ke luar.


SAMUEL/NEO
Sama-sama, Ma. Kami semua senang bantu warga.


Pintu rumah UKM terbuka, SAMUEL dan RONI menoleh ke arah SANTI yang datang sembari menenteng map. SANTI terlihat mengabaikan SAMUEL.

SANTI
(Menyerahkan mapnya kepada Roni)
Surat izinnya Ron.


RONI mengernyitkan keningnya.

RONI
Kasih ke Neo lah, masa ke aku.


SAMUEL tersenyum tipis melihat SANTI menyerahkan map tanpa memandang wajahnya.

SAMUEL/NEO
Tadi siapa yang ngasih?


SANTI
Pak Kepala Desa.

SANTI menyapa IBU-IBU di sana.

SANTI
(Berbicara kepada IBU 1 dan IBU 2)
Gimana Ma? Udah lancar buatnya?


IBU 1
Gampang Bu San, kami mah ahlinya dalam memasak. Coba Bu San lihat sendiri.


SANTI mengikuti IBU 1 dan IBU 2 melihat produk KERUPUK IKAN dan ABON. SAMUEL mendekati SANTI.

SAMUEL/NEO
Kamu marah?


SANTI masih fokus memperhatikan produk.

SANTI
Marah kenapa sih?


SAMUEL/NEO
Kamu diemin aku sejak kotak bekalmu lupa aku bawa.


SANTI
Please deh, aku bukan cewe lebay yang marah cuma gara-gara kaya gitu.


CUT TO:

127. EXT. HALAMAN RUMAH BU YOHANA — SORE (FLASHBACK)

Kita melihat SANTI yang menangis di depan rumah sembari memegang kotak bekal. RONI duduk di sebelah SANTI dengan wajah datar.

SANTI
Neo sialan. Tega banget Ron, padahal aku buat susah-susah tapi sama dia ditinggal gitu aja.


SANTI kembali menangis keras. RONI mengambil lipatan kertas di saku, kemudian merobeknya menjadi sumbatan telinga dan kemudian makan bekal nasi buatan SANTI.


CUT BACK TO:

128. INT. RUMAH UKM "KREASI IKANKU" — SIANG

RONI memperhatikan SAMUEL yang berbicara sembari terus mengikuti SANTI.

SAMUEL/NEO
Jangan kaya cewe-cewe deh, kalau ngambek kaya gini mbingungin tahu.


SANTI
Jadi dimatamu aku udah berubah jadi cowo?


Perdebatan SAMUEL dan SANTI terhenti ketika pintu RUMAH UKM terbuka dan BAPAK 52 tahun masuk dan memberikan pengumuman.

BAPAK 52 Tahun
(Berbicara keras)
Mama, Bapa, Pak Guru dan Bu Guru, nanti malam datanglah ke rumah. Kami mengadakan pesta kecil-kecilan untuk kelahiran putra kami.


Wajah SANTI berubah senang. SANTI meninggalkan SAMUEL dan mendekati RONI.

SANTI
Pesta Ron! Datang yuk, ajaklah Mama Yohana sekalian. Kapan lagi makan enak.


RONI
Tinggal pergi aja.


SANTI
Yes!


RONI
Palingan makan angin, orang mereka pesta daging babi.


Wajah SANTI seketika menjadi lesu. SAMUEL memperhatikan RONI dan SANTI dari jauh.

CUT TO:


127. EXT. PANTAI — PETANG (SUNSET)

Kita melihat NENE MARNI yang sedang menjaring ikan di laut. SAMUEL dengan wajah muram datang dan duduk di atas pasir.

NENE MARNI
Pasti ada masalah kan, makanya mukanya jelek gitu.


NENE MARNI beranjak dari air.

SAMUEL/NEO
Kapan mukanya Neo jadi jelek Ne? Nene ngga lihat gadis-gadis lagi lihat kemana?


NENE MARNI menatap sekeliling ke arah gadis-gadis yang sedang curi-curi pandang ke arah SAMUEL. NENE MARNI duduk di samping SAMUEL.

NENE MARNI
Iya deh, Neo emang cucu Nene yang paling ganteng.

SAMUEL tersenyum kecil.

SAMUEL/NEO
Ne, aku punya kado buat Nene. Nene mau tahu?


NENE MARNI
Mana? Emas? Berlian?


SAMUEL/NEO
Lebih bagus dari itu. Tapi Neo bakal ngasih tahu kalau Nene tutup mata dulu.


NENE MARNI menutup mata dan SAMUEL mengeluarkan GELANG KERANG dari saku celana.

SAMUEL/NEO
Tadaaa


NENE MARNI membuka mata dan terlihat sangat senang.

NENE MARNI
Cantik sekali, Nyong! Ini Nyong yang buat?

SAMUEL mengangguk semangat.

SAMUEL/NEO
Neo cari kerang terbaik dari yang terbaik khusus buat Nene yang paling cantik.


NENE MARNI
Kau ini sudah pintar merayu wanita. Pasti mukamu tadi muram karena wanita kan? Siapa? Bu Guru Santi kah?


SAMUEL meringis menunjukan deretan gigi taringnya. NENE MARNI memukul bahu SAMUEL keras membuat mengaduh.

NENE MARNI
Demi Tuhan Yesus, kau apakan Bu Santi? Bu Santi itu anak baik, berani-beraninya Nyong sakiti Bu Santi.


SAMUEL/NEO
Sakit Ne! Neo ngga menyakiti, engga sengaja. Santi buatin Neo nasi goreng, trus Neo lupa ngga bawa pulang. Trus sejak itu, Santi ndiemin Neo. Lagian hal sepele gitu, Kenapa dia besarin sih?


NENE MARNI kembali memukul bahu SAMUEL membuatnya kembali mengaduh.

SAMUEL/NEO
Sakit Ne!


NENE MARNI
Bu Santi itu, sudah berusaha sepenuh hati memasak buat kamu. Walaupun terlihat sederhana, apa kamu bisa menyebutkan siapa lagi yang ngelakuin kaya gitu buat kamu?

SAMUEL terdiam kemudian mengangguk.

SAMUEL/NEO
Trus Neo harus gimana Ne?


NENE MARNI
Minta maaflah. Sekalian sana masak juga buat Bu Santi. Gantian dong!


Raut wajah SAMUEL berubah senang namun sedetik kemudian mengembalikan ke ekspresi semula. SAMUEL berdeham.

SAMUEL/NEO
Ne, aku mau pulang dulu ya. Punya banyak PR ngoreksi jawaban siswa.


NENE MARNI
Mau ngoreksi apa mau masak buat Bu Santi nih?


SAMUEL terlihat malu-malu kemudian berlari meninggalkan Pantai. NENE MARNI menggelengkan kepala, kemudian kembali menjaring ikan.


128. INT. RUMAH NENE MARNI — MALAM

Suasana rumah yang terlihat gelap dan sunyi. NENE MARNI membuka pintu dengan membawa ikan.

NENE MARNI
(Memanggil)
Neo?


NENE MARNI menghidupkan lentera dan menaruhnya di setiap ruangan. Begitu ke dapur, NENE MARNI seketika terkejut melihat dapur yang berantakan.

NENE MARNI
Astaga, itu anak!


CUT TO:

129. EXT. JALAN — MALAM

SAMUEL mengayuh sepedanya dengan cepat dengan membawa plastik berisi kotak bekal yang digantungkan di stang.


CUT TO:

130. EXT. HALAMAN RUMAH BAPAK 52 TAHUN — MALAM

Kita melihat suasana yang cukup ramai orang yang sedang membakar daging babi, sebagian lagi tengah makan dan berbincang. RONI tengah membakar jagung kemudian memberikan ke SANTI yang tengah duduk tidak jauh darinya. DUA GADIS SEBAYA DENGAN SANTI terlihat 'baper' melihat SANTI dan RONI.

GADIS SEBAYA SANTI 1
Kak Santi dengan Kak Roni ini sepertinya sudah berpacaran ya? Romantis sekali ini kak


SANTI dan RONI refleks menatap mereka. SANTI kemudian tertawa.

SANTI
Aku sama Roni? Hahaha. Gara-gara kalian, aku hampir aja keselek. Aku sama Roni itu tuh tom and jerry dari SMP. Bertengkar terus, tapi ada kalanya kita akur si. Pas masih sekolah, dia tuh suka banget gangguin aku sampai aku berdo'a sama Tuhan buat jauhin dia dari hidup aku yang tentram ini. Eh ga taunya, kita malah jadi temen deket. Saking best friend forevernya kita, dia sampai 4 tahun tidur cuma dua jam karena kuliah double degree, emm apa ya semacam kuliah mengambil dua jurusan karena dia pengen bareng terus sama aku. Iya kan Ron?


RONI
Geer banget jadi orang. Orang aku emang pengen jadi guru sekaligus pengusaha.


SANTI
Halah, ngga usah ngibul. Orang realitanya kamu ngeluh soal gajinya mulu.


GADIS SEBAYA SANTI 2
Tapi Kak Santi dan Kak Roni ini rasanya tidak jauh beda dengan orang yang berpacaran saja.


SANTI
Hehe iyakah? Aku sudah berdosa. Dalam agamaku, laki-laki dan perempuan itu ada batasannya. Tapi aku suka khilaf, kek susah banget sehari ngga usilin dia haha.. ya itulah kekurangan punya sahabat cowo.


RONI
Kalau gitu, apa aku harus secepatnya menjadikanmu halal supaya bisa bebas ngusilin aku tiap hari San?


RONI tertawa tetapi SANTI terpaku mendengar ucapan RONI.

BU YOHANA datang sembari berlari hingga napasnya memburu. SANTI dan RONI langsung berdiri.

SANTI
Ada apa Ma? kenapa lari-lari gitu?


BU YOHANA
Tolong itu ada orang dipukulin di jalan sana.

Orang-orang di sana terlihat terkejut.

SANTI?
Siapa Ma?


CUT TO:

131. EXT. JALAN — MALAM

Sebuah pukulan keras mengenai wajah SAMUEL hingga terjerembab ke tanah. Wajah SAMUEL sudah terlihat lebam dan banyak darah. SEPEDA dan KOTAK BEKAL terjatuh di tanah. DONI dan 3 PREMAN berdiri di depannya.

DONI
Udah jadi pembunuh ya pembunuh aja. Dosa lo udah bertambah, bikin rejeki kita seret gara-gara lo, kita ga bisa ngambil ikan dari sini. Ngerti ngga?


SAMUEL tertawa sembari memegang lukanya. DONI memukul wajah SAMUEL sekali lagi.

DONI
Masih bisa cengengesan juga lu ya!


SAMUEL/NEO
Gue pengen ketawa, ternyata ada juga seorang pendosa tapi bermahkotakan kopiah. Sadar bro, lo tuh selama ini udah nipu warga. Kalau lo jujur aja nih, ga mungkin gue ngelakuin ini--


DONI
Brengsek, Banyak bacot lo!

DONI kembali memukul SAMUEL.

DONI (CONT'D)
Ga usah sok jadi pahlawan. Gue jadi pengen tahu, reaksi warga pas tahu pahlawan mereka ternyata pembunuh. Haruskah gue hubungin polisi sekarang? Emm, ga ada sinyal si, tapi begitu gue ke kota chatnya otomatis bakal ke kirim kan?

DONI mengambil PONSEL di sakunya dan mengetik.

DONI
(Membacakan dengan keras)
Selamat malam Bapak Polisi, mohon maaf mengganggu waktunya. Ini saya Doni, telah menemukan pelaku pembunuhan yang kabur ke NTT.


DONI memandang SAMUEL dengan tatapan meledek. SAMUEL berusaha merebut ponsel dengan sisa tenaganya, tetapi tidak berhasil.

DONI (CONT'D)
Namanya Samuel Enandra, tapi dia menggunakan nama samaran Neo buat menipu warga. Oh iya saya juga ingin memberikan informasi tambahan, jika pelaku pembunuhan yang anda cari itu anak dari politisi ternama.

SAMUEL berusaha kembali merebut ponsel DONI.

SAMUEL/NEO
(Membentak)
Jangan sentuh papaku!

SAMUEL menggigit keras tangan DONI, membuat DONI menjerit.

DONI
Sialan!


PREMAN 1, PREMAN 2 dan PREMAN 3 memukuli SAMUEL dengan membabi buta. Akan tetapi kemudian datang sebuah pukulan pembalasan dari RONI. Warga lain kemudian melerai mereka. SANTI berdiri tak jauh dari mereka. RONI terdiam menatap langit DENGAN RINTIK HUJAN YANG MULAI TURUN.

DONI
Bapak-bapak, orang yang anda bela ini itu seorang pembunuh. Di luar sana, pak polisi sedang mencari dia, karena kejamnya perbuatan dia.

Warga menunjukan wajah tidak percaya.

WARGA 1
Kenapa kami harus percaya sama anda yang telah menipu kami soal timbangan daripada Pak Guru yang telah berjuang demi kami.


WARGA 2
Betul itu, pergi jauh-jauh sana. Jangan pernah kembali ke tanah kami.


DONI
Oke, baik. Tapi perlu bapak-bapak ketahui, saya akan membuktikan apa yang saya ucapkan adalah benar.


SANTI terdiam terpaku.


SMASH CUT TO:

132. INT. WARUNG KOTA NTT — SORE (FLASHBACK)

SANTI memegang pamflet berisi foto SAMUEL yang robek separuh.


CUT BACK TO:

133. MONTAGE.JALAN — MALAM

BEGIN MONTAGE

-SANTI memandang ke bawah, di samping kakinya terdapat kotak bekal SAMUEL. SANTI memungutnya dan membuka kotak bekal berisi nasi goreng telur yang sudah hancur.

-SAMUEL masih terlentang memandang langit dengan rintik hujan yang mulai turun. Terdengar O.S perdebatan warga dengan DONI. SAMUEL tiba-tiba melihat selembar daun menutupi SAMUEL dari rintik hujan.

SANTI
Kenapa berantem kaya gini? Emang kalau ada masalah ga bisa di selesaiin baik-baik? Jadi jelek banget mukamu tau ngga?


SAMUEL menatap SANTI yang memayungi dengan wajah menahan tangis. SAMUEL tertawa lirih.

SAMUEL/NEO
Double chinmu tuh keliatan banget dari bawah.

SANTI langsung menutupi dagunya.

-RONI melihat SANTI dan RONI, kemudian menghampiri dan membantu SAMUEL berdiri. RONI memapah SAMUEL.

SAMUEL/NEO
Thank you bro, lo sahabat gue paling baik.


RONI
Sejak kapan gue ngakuin lo sahabat?

SAMUEL tertawa. RONI memapah SAMUEL berjalan, sedangkan SANTI menuntun sepeda SAMUEL.

END MONTAGE

CUT TO:

134. INT. RUMAH NENE MARNI — MALAM

RUANG TAMU--

NENE MARNI sedang memijat kakinya ketika terdengar suara pintu diketuk. NENE MARNI membuka pintu dan terkejut melihat SAMUEL dengan wajah penuh luka diantar banyak warga.

NENE MARNI
Astaga, ini Neo kenapa?!

SANTI hanya meringis menunjukan deretan giginya. RONI memapah SAMUEL dan mendudukannya di kursi.

WARGA 1
Si Doni, orang yang suka membeli ikan dari sini tidak terima Pak Neo bantu warga buat usaha Ne.

NENE MARNI langsung memeriksa keadaan SAMUEL dan memegang wajahnya.

SAMUEL/NEO
(Sembari menahan sakit)
Jangan dipegang, sakit Ne.

RONI dalam diamnya menyingkap baju SAMUEL untuk melihat lukanya, membuat SANTI langsung membalikan badan. SAMUEL langsung menutup kembali bajunya.

SAMUEL/NEO
Ada Santi, bego!

RONI menekan luka SAMUEL membuat SAMUEL mengaduh.

RUANG DAPUR--

SAMUEL masuk ke ruang dapur, menuang air hangat ke dalam baskom dan mengambil kain. SAMUEL kembali ke ruang tamu.


RUANG TAMU--

RONI mengompres luka SAMUEL. Warga terkekeh lirih membuat SAMUEL keki.

SAMUEL/NEO
Udah Nene aja yang ngobatin. Makin parah kalau disentuh lo tau.


RONI
Gue juga najis ngobatin lo asal lo tahu

RONI menyerahkan kain ke Nene Marni yang langsung mengobatinya.

WARGA 2
Besok Pak Guru tidak usah mengajar saja, libur dululah beberapa hari, sampai benar-benar sembuh.


SANTI
Oh iya, katanya Bu Margareth juga udah mau selesai cutinya. Iya kan Ron?


RONI
Iya, udah lebih dari sebulan beliau cuti.
(Berbicara kepada Samuel)
Lo udah dikabarin Pak Kepsek belum?


SAMUEL menggeleng dengan lesu. Tiba-tiba pintu RUMAH terbuka dengan kencang, semua orang di ruangan menatap PAK KEPALA DESA yang datang kehujanan sembari membawa MAP. PAK KEPALA DESA langsung menunjukan MAPnya.

PAK KEPALA DESA
Pak Guru, proposalnya diterima. Desa kita bakal di aliri listrik!


SELURUH ORANG DI RUANGAN
(Serentak)
APA?!


SAMUEL/NEO
Haduh!


SAMUEL mengaduh karena NENE MARNI menekan lukanya dengan keras.

NENE MARNI
Haduh, maaf Nyong. Berarti sebentar lagi desa kita bakal terang?


SELURUH ORANG DI RUANGAN
Horrai!


FADE OUT


Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar