Daftar isi
#1
Prolog
#2
Kisah mereka
#3
Kabar angin
#4
Murid baru
#5
Mengusik pikiranku
#6
Suasana panas
#7
Parno
#8
Karena PMS
#9
Kopi sesuai perasaan
#10
Mengikhlaskan
#11
Kecewa
#12
Tak biasa
#13
Jebakan
#14
First kiss
#15
Surat cinta berkedok pidato
#16
Figuran tak perlu bermimpi
#17
Ikhlas yang serius
#18
Dewasa tiba-tiba
#19
Bogem mentah
#20
Permusuhan
#21
Udang dibalik bakwan
#22
Tukang kepo
#23
Ingin merasuk
#24
Harapan terbodoh
#25
Tak baik untuk berharap
#26
Selamat dan tinggal
#27
Rasa tak pernah usai
#28
Salah satu menjadi dewasa
#29
Over obsessed
#30
Seperti seharusnya
#31
Jatuh cinta sendiri
#32
Membolak-balikan hati
#33
Realita terkadang bercanda
#34
Mendadak benci
#35
Jatuh cinta sendiri
#36
Durhaka karena cinta
#37
Episode halu terakhir
#38
Hilang ingatan
#39
Luka tanpa karena
#40
Keberanian tanpa syarat
#41
Fakta seperti hujan (Ending)
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#27
Rasa tak pernah usai
Bagikan Chapter
Chapter Terkunci
Cuplikan Chapter ini
Dalam diam ada rasa cinta yang tak pernah usai*“Sama Sasa,” kata Ozi seraya menunjuk Sasa yang duduk di barisan samping kami dengan ekor mata.Pengakuan Ozi membuat aku melihat gadis bernama Sasa. Sebenarnya tak kaget bila tahu informasi Ozi karena bisa dibilang itu bukan rahasia lagi. Saat SMP semua anak sempat dibuat heboh karena gosip Angga dan Sasa yang menjalin hubungan tiba-tiba menyebar luas di sekolah, bahkan ibu-ibu pemilik kantin sampai ikut menggosipkan hal itu. Dua murid tercakep
Beli Chapter
Baca chapter ini, detik ini juga
Rp1.000
atau 1 kunci
Beli Novel
Semua chapter akan terbuka
Rp10.000
atau 10 kunci
Chapter Sebelumnya
Chapter 26
Selamat dan tinggal
Chapter Selanjutnya
Chapter 28
Salah satu menjadi dewasa
Sedang Dibicarakan
Novel
Wajah Nusantara
Miftah Darrussalam
Novel
MEMORI BUNGA DAISY
trianpn_
Novel
Bronze
Rossa: Rembulan di Balik Kabut
Imajinasiku
Flash
Bronze
Coretan Cinta
Sia Bernadette
Cerpen
Bronze
Guru BU Ratmi
Christian Shonda Benyamin
Flash
Satu Butir Telur dari Ibu
Desto Prastowo
Flash
Jangan Menimpali!
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Potongan Tangan
Jasma Ryadi
Flash
Bronze
Darah yang Menyatu di Tengah Kabut
Okhie vellino erianto
Novel
Bronze
Nun Mati 1962
Tian Setiawati Topandi
Novel
Peti Uang
Art Fadilah
Novel
Bronze
Pohon Imajinasi
Janeeta Mz
Cerpen
Bronze
Gema di ujung senja
Febri Muhamad mughni
Novel
Bronze
Without You
Bella Novita Ramadhani
Cerpen
Guru Utara dan Selatan
Irvinia Margaretha Nauli
Komik
Mustakaweni
Bapaknya Mudita
Novel
Setelah Sang Raja Tumbang
Naufal Abdillah
Novel
Bronze
Luk Thep ~Novel~
Herman Siem
Flash
MENDADAK TERKENAL
DENI WIJAYA
Cerpen
Senyap di Malam
ASEP SAEPULOH