Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Upacara dimulai dengan doa.
Pidato dibuka dengan kata rakyat.
Dan setiap keputusan selalu mengatasnamakan bangsa.
Namun di balik merah putih yang berkibar, ada kontrak yang ditandatangani diam-diam, jabat tangan yang basah oleh uang, hutan yang habis atas nama pembangunan, dan janji yang tak pernah benar-benar ditujukan untuk mereka yang menunggu di bawah.
Novel ini mengikuti perjalanan Arga, seorang pejabat yang tak pernah merasa jahat. Ia beribadah, paham bahasa moral, dan tahu cara berbicara benar di depan publik. Kesalahannya bukan pada niat—melainkan pada kebiasaan menunda kejujuran. Sedikit demi sedikit, kompromi menjadi normal, kebohongan terasa wajar, dan doa kehilangan daya mengguncangnya.
Di saat yang sama, alam menanggung akibatnya, rumah tangga retak dalam diam, dan rakyat belajar berharap dengan suara pelan. Semua tampak berjalan seperti biasa, sampai suatu hari pertanyaan yang selama ini dihindari tak lagi bisa disingkirkan: siapa yang sebenarnya disembah ketika kuasa dan iman saling bertukar tempat?
Di Balik Merah Putih bukan cerita tentang pengkhianatan besar, melainkan tentang keputusan kecil yang terus dibiarkan. Sebuah novel satir yang tajam namun sunyi, mengajak pembaca menelusuri doa, jabatan, dan nurani—dari awal yang khidmat hingga akhir yang memaksa kita bercermin.
Karena terkadang, yang paling berbahaya bukan mereka yang jelas-jelas salah,
melainkan mereka yang selalu merasa benar.
Pidato dibuka dengan kata rakyat.
Dan setiap keputusan selalu mengatasnamakan bangsa.
Namun di balik merah putih yang berkibar, ada kontrak yang ditandatangani diam-diam, jabat tangan yang basah oleh uang, hutan yang habis atas nama pembangunan, dan janji yang tak pernah benar-benar ditujukan untuk mereka yang menunggu di bawah.
Novel ini mengikuti perjalanan Arga, seorang pejabat yang tak pernah merasa jahat. Ia beribadah, paham bahasa moral, dan tahu cara berbicara benar di depan publik. Kesalahannya bukan pada niat—melainkan pada kebiasaan menunda kejujuran. Sedikit demi sedikit, kompromi menjadi normal, kebohongan terasa wajar, dan doa kehilangan daya mengguncangnya.
Di saat yang sama, alam menanggung akibatnya, rumah tangga retak dalam diam, dan rakyat belajar berharap dengan suara pelan. Semua tampak berjalan seperti biasa, sampai suatu hari pertanyaan yang selama ini dihindari tak lagi bisa disingkirkan: siapa yang sebenarnya disembah ketika kuasa dan iman saling bertukar tempat?
Di Balik Merah Putih bukan cerita tentang pengkhianatan besar, melainkan tentang keputusan kecil yang terus dibiarkan. Sebuah novel satir yang tajam namun sunyi, mengajak pembaca menelusuri doa, jabatan, dan nurani—dari awal yang khidmat hingga akhir yang memaksa kita bercermin.
Karena terkadang, yang paling berbahaya bukan mereka yang jelas-jelas salah,
melainkan mereka yang selalu merasa benar.
Tokoh Utama
Arga Prapdita
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
117
Tentang Penulis
Ahmad Wahyudi
-
Bergabung sejak 2026-01-27
Telah diikuti oleh 21 pengguna
Sudah memublikasikan 28 karya
Menulis lebih dari 73,215 kata pada novel
Rekomendasi dari Self Improvement
Novel
Di Balik Merah Putih
Ahmad Wahyudi
Flash
Nostalgia
SIONE
Flash
Langkah Pertama
Penulis N
Novel
Dilihat lagi dan lagi
Aris Setiawan
Flash
Seplastik Anggur Merah yang Dioplos Keinginan Insaf
Ryan Esa
Flash
Discount Friend
lidia afrianti
Cerpen
Kisah Simsim yang Pemarah
Lia
Flash
Tambang
snang.tjarita
Cerpen
Melintasi Dimensi
Kirana
Cerpen
Gembel di Tanah Asing
Bang Jay
Flash
Kursi Dari Langit
Hans Wysiwyg
Komik
Hidup Sehat ala Haryanto dan Teman-teman
Miftah Faturrachman
Flash
TAK SE-AMORFATI ITU
L DARMA
Flash
Diantara Aturan Dan Manusia
Asep Saepuloh
Cerpen
Dia Yang Tidak Butuh Pujian
T. Filla
Rekomendasi
Novel
Di Balik Merah Putih
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Di Antara Jatuh, Doa, dan Nama Ayah
Ahmad Wahyudi
Novel
Di balik perjuangan menunggu
Ahmad Wahyudi
Novel
KITAB YANG DI BACA, NEGERI YANG LUPA
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Tiga tangan di balik setir
Ahmad Wahyudi
Flash
Bronze
Bisikan dari Langit yang Tak Pernah Pergi
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Hitung Untung Sampai Desimal, Hitung Nyawa Sampai Lupa
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Belajar Berserah dalam Doa yang Menguatkan
Ahmad Wahyudi
Novel
Ayat-Ayat di Atas Aspal
Ahmad Wahyudi
Flash
Bismillah yang Kamu Lupakan di Kota Orang
Ahmad Wahyudi
Novel
Kalau Hidup di Zaman Itu Aku Berdiri di Barisan Mana
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Mengenal Tuhan Yang Mengurus Hidupmu
Ahmad Wahyudi
Novel
Di Bawah Cahaya Masjid
Ahmad Wahyudi
Flash
Syukur yang Tertinggal di Kota Orang
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Kami Yang di Setir
Ahmad Wahyudi