Disukai
0
Dilihat
9
Peganglah Tauhid, Jadilah Cahaya
Religi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Malam itu hujan turun pelan, seperti langit yang sedang belajar menahan tangis. Di ruang keluarga yang sederhana, lampu kuning menggantung redup. Angin sesekali menyentuh tirai, membuatnya bergoyang lirih seperti doa yang belum selesai.

“Ayah, kenapa Ayah sering sekali bicara tentang tauhid?” tanya Faris, anak sulungku, sambil mematikan layar ponselnya. Wajahnya masih diterangi sisa cahaya notifikasi yang berkedip-kedip.

Aku. “Karena Ayah takut kalian tumbuh cerdas, tapi rapuh.”

Alya, adiknya, mendekat. “Rapuh bagaimana?”

“Rapuh ketika pujian datang. Rapuh ketika uang menggiurkan. Rap...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Rekomendasi