Disukai
0
Dilihat
3
Hitung Untung Sampai Desimal, Hitung Nyawa Sampai Lupa
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Di lantai tiga gedung kaca itu, udara selalu dingin. Terlalu dingin untuk orang yang tak pernah berdiri di pinggir jalan menunggu truk datang dengan rem panas dan sopir mata merah.

Di ruang rapat, meja panjang mengkilap. Air mineral botol kecil berjejer rapi. Di layar proyektor, angka-angka menari seperti tak pernah kenal kata “cukup”.

Pak Arman duduk paling ujung. Direktur operasional. Jasnya rapi, jam tangannya mahal, suaranya tenang seperti orang yang hidupnya tak pernah dikejar turunan panjang.

“Baik, kita mulai,” katanya.

Slide pertama muncul: Efisiensi BBM

Slide kedua: Optimasi Ritase

Slide ketiga: Pemanfaatan Maksimal Kapasitas Muatan

Tak ada slide berjudul: Peluan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp7.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi