Kami Yang di Setir
Aksi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Malam itu jalanan panjang seperti nasib yang belum lunas. Lampu-lampu truk berderet seperti doa yang belum tentu sampai. Rudi menggenggam setir dengan tangan yang lebih hafal getaran as roda daripada hangatnya tangan anaknya sendiri.
Sudah sebelas jam dia nyetir.
Kopi sachet ketiga baru setengah diminum.
Perutnya kosong, tapi muatannya penuh — terlalu penuh malah.
“Masih kuat kan, Di?” suara kernetnya tadi siang.
Rudi cuma ketawa kecil.
Di dunia sopir, “kuat” itu bukan soal fi...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Kami Yang di Setir
Ahmad Wahyudi
Flash
Monster1024
Art Fadilah
Novel
Patih Nyasar!
Syarif Hidayatullah
Cerpen
Petualangan Dunia Kotak
gisella kosasih
Novel
Bhairava
Ghozy Ihsasul Huda
Cerpen
Izinkanlah Aku Memakan Hatinya
Nurul Arifah
Flash
Mengejar Pesawat Pembawa Uang
Sena N. A.
Novel
MENGAPA HIDUPKU TERPURUK?
Putri Lin Apriani
Novel
The Elder: Perang Lima Tahun
Manu de Hart
Novel
GALLENTERA
Adella Kusuma
Novel
Wundersmith
Noura Publishing
Flash
Jalan Groove
Donny Setiawan
Flash
Berkeinginan Kuning Beringin
Silvarani
Flash
ZONA NYAMAN BUKAN ZONA AMAN
Lisnawati
Novel
Jalan Tikus
𝔧 𝔞 𝔫 𝔱 𝔢 .
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Kami Yang di Setir
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Hitung Untung Sampai Desimal, Hitung Nyawa Sampai Lupa
Ahmad Wahyudi
Flash
Bismillah yang Kamu Lupakan di Kota Orang
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Tiga tangan di balik setir
Ahmad Wahyudi
Cerpen
Bronze
Di Antara Jatuh, Doa, dan Nama Ayah
Ahmad Wahyudi
Flash
Syukur yang Tertinggal di Kota Orang
Ahmad Wahyudi
Flash
Bronze
Bisikan dari Langit yang Tak Pernah Pergi
Ahmad Wahyudi
Novel
Saat Rumah Kami Tenggelam, Iman Kami Mengapung"
Ahmad Wahyudi
Novel
Terakhir Kali Kita Tidak Jadi Asing
Ahmad Wahyudi