Novel
Bronze
Genre → Sejarah
The Red Margin
Mulai membaca
Beli Sekarang
Digital Rp5.000
Telah selesai
Premium
Blurb
Yoshua Alexander, seorang ahli Informatika dan Vikaris Protestan, berangkat ke San Francisco membawa dendam atas penindasan keimanan yang ia alami di Indonesia. Di tengah studi S2-nya, ia mulai membedah Al-Qur'an terjemahan Abdullah Yusuf Ali dan Muhammad Asad yang dia temukan di salah satu toko buku bekas di sudut kota San Francisco, menggunakan logika informatika. Penemuannya akan "kejujuran teks" yang kontras dengan realitas manipulasi agama di tanah airnya melahirkan sebuah draf catatan fiktif berjudul "Sagara" yang dia tulis selama masa pencariannya. Melalui The Red Margin, Yoshua atau yang biasa disebut Yos membongkar bagaimana birokrasi agama di Indonesia telah "meretas" nalar umat. Sebuah kisah tentang integritas seorang Kristen yang berjuang menyelamatkan martabat kebenaran, karena bagi Yos, dunia boleh musnah, tapi kejujuran tidak boleh hilang.
Tokoh Utama
Yoshua Alexander
#1
Chapter 1: Kidung di Tengah Intimidasi
#2
Chapter 2: Teologi Kemakmuran yang Kosong
#3
Chapter 3: Serigala Berjubah Agama
#4
Chapter 4: Eksatologi para Pengecut
#5
Chapter 5: Kitab di Gudang Tua
#6
Chapter 6: Perang Tinta Merah
#7
Chapter 7: Pergesekan Denominasi
#8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
#9
Chapter 9: Kabut di Jembatan Golden Gate
#10
Chapter 10: Pertemuan di Haight-Ashbury
#11
Chapter 11: Tamparan Linguistik
#12
Chapter 12: Logos yang Hilang
#13
Chapter 13: Muhammad Asad Jembatan bagi Skeptis.
#14
Chapter 14: Persekutuan Para Pencari
#15
Chapter 15: Skeptisisme yang Berubah
#16
Chapter 16: Mimpi tentang Sagara
#17
Chapter 17: Suara yang Mengetuk
#18
Chapter 18: Kegagalan Diksi Kemenag
#19
Chapter 19: Anomali Karakter
#20
Chapter 20: Sola Scriptura vs Sola Birokrasi
#21
Chapter 21: Jehez dan Keadilan
#22
Chapter 22: Integritas Minoritas
#23
Chapter 23: Perang Ide di Media Sosial
#24
Chapter 24: Luka yang Mengering
#25
Chapter 25: Berdiri Tegak di Hadapan Kebenaran
#26
Chapter 26: Akhirat yang Matematis
#27
Chapter 27: Kritik atas Mentalitas Ikut-ikutan
#28
Chapter 28: Perjalanan ke Lahore
#29
Chapter 29: Di Bawah Bayang-bayang Iqbal
#30
Chapter 30: Zakat adalah Instrumen atau Senjata?
#31
Chapter 31: Surat untuk Pendeta di Masa Lalu
#32
Chapter 32: Rekonsiliasi Identitas
#33
Chapter 33: Pesawat Menuju Jakarta
#34
Chapter 34: Menghadapi Bayang-bayang
#35
Chapter 35: Forum yang Membara
#36
Chapter 36: Ancaman dan Intimidasi
#37
Chapter 37: Dialog di Pinggir Pantai
#38
Chapter 38: Menulis di Atas Pasir
#39
Chapter 39: Sagara yang Bergolak
#40
Chapter 40: Langit Tanpa Batas
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
1.2k
Tentang Penulis
G Wira Negara
-
Bergabung sejak 2026-04-25
Telah diikuti oleh 43 pengguna
Sudah memublikasikan 6 karya
Menulis lebih dari 241,784 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Rekomendasi