Daftar isi
#1
Chapter 1: Kidung di Tengah Intimidasi
#2
Chapter 2: Teologi Kemakmuran yang Kosong
#3
Chapter 3: Serigala Berjubah Agama
#4
Chapter 4: Eksatologi para Pengecut
#5
Chapter 5: Kitab di Gudang Tua
#6
Chapter 6: Perang Tinta Merah
#7
Chapter 7: Pergesekan Denominasi
#8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
#9
Chapter 9: Kabut di Jembatan Golden Gate
#10
Chapter 10: Pertemuan di Haight-Ashbury
#11
Chapter 11: Tamparan Linguistik
#12
Chapter 12: Logos yang Hilang
#13
Chapter 13: Muhammad Asad Jembatan bagi Skeptis.
#14
Chapter 14: Persekutuan Para Pencari
#15
Chapter 15: Skeptisisme yang Berubah
#16
Chapter 16: Mimpi tentang Sagara
#17
Chapter 17: Suara yang Mengetuk
#18
Chapter 18: Kegagalan Diksi Kemenag
#19
Chapter 19: Anomali Karakter
#20
Chapter 20: Sola Scriptura vs Sola Birokrasi
#21
Chapter 21: Jehez dan Keadilan
#22
Chapter 22: Integritas Minoritas
#23
Chapter 23: Perang Ide di Media Sosial
#24
Chapter 24: Luka yang Mengering
#25
Chapter 25: Berdiri Tegak di Hadapan Kebenaran
#26
Chapter 26: Akhirat yang Matematis
#27
Chapter 27: Kritik atas Mentalitas Ikut-ikutan
#28
Chapter 28: Perjalanan ke Lahore
#29
Chapter 29: Di Bawah Bayang-bayang Iqbal
#30
Chapter 30: Zakat adalah Instrumen atau Senjata?
#31
Chapter 31: Surat untuk Pendeta di Masa Lalu
#32
Chapter 32: Rekonsiliasi Identitas
#33
Chapter 33: Pesawat Menuju Jakarta
#34
Chapter 34: Menghadapi Bayang-bayang
#35
Chapter 35: Forum yang Membara
#36
Chapter 36: Ancaman dan Intimidasi
#37
Chapter 37: Dialog di Pinggir Pantai
#38
Chapter 38: Menulis di Atas Pasir
#39
Chapter 39: Sagara yang Bergolak
#40
Chapter 40: Langit Tanpa Batas
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#7
Chapter 7: Pergesekan Denominasi
Bagikan Chapter
[49]Denominational Friction: Pergesekan Denominasi; perselisihan atau ketegangan yang terjadi antara berbagai cabang atau aliran dalam satu agama yang sama.
[50]Ecclesiastical Order: Ketertiban Gerejawi; sistem peraturan, hukum, dan struktur organisasi yang mengatur jalannya sebuah gereja atau institusi agama.
[51]Identity Crisis: Krisis Identitas; kondisi psikologis di mana seseorang atau kelompok kehilangan rasa kepastian tentang siapa mereka dan apa peran mereka.
[52]Systemic Hypocrisy: Kemunafikan Sistemik; kemunafikan yang tidak hanya dilakukan individu, tapi sudah menjadi bagian dari cara kerja sebuah sistem atau institusi.
[53]Quietism: Kuetisme; sikap mistis atau teologis yang menekankan pada kepasifan batin dan penarikan diri dari urusan duniawi/sosial.
[54]Secular Humanism: Humanisme Sekuler; sistem pemikiran yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan berdasarkan logika dan etika tanpa campur tangan doktrin agama.
[55]Institutional Corruption: Korupsi Institusional; kondisi di mana sebuah lembaga (termasuk lembaga agama) telah menyimpang dari tujuan aslinya demi kepentingan kekuasaan atau materi.
[56]Internal Tribalism: Tribalisme Internal; kecenderungan kelompok-kelompok di dalam satu agama untuk lebih setia pada kelompok/aliran sendiri daripada pada nilai universal agama tersebut.
[57]Exodus: Eksodus; perjalanan keluar secara massal atau besar-besaran, dalam konteks ini merujuk pada perjalanan Yos keluar dari lingkungan lamanya.
[58]Intellectual Pilgrimage: Ziarah Intelektual; sebuah perjalanan jauh yang dilakukan untuk mencari ilmu, kebenaran, atau pemahaman yang lebih mendalam.
[50]Ecclesiastical Order: Ketertiban Gerejawi; sistem peraturan, hukum, dan struktur organisasi yang mengatur jalannya sebuah gereja atau institusi agama.
[51]Identity Crisis: Krisis Identitas; kondisi psikologis di mana seseorang atau kelompok kehilangan rasa kepastian tentang siapa mereka dan apa peran mereka.
[52]Systemic Hypocrisy: Kemunafikan Sistemik; kemunafikan yang tidak hanya dilakukan individu, tapi sudah menjadi bagian dari cara kerja sebuah sistem atau institusi.
[53]Quietism: Kuetisme; sikap mistis atau teologis yang menekankan pada kepasifan batin dan penarikan diri dari urusan duniawi/sosial.
[54]Secular Humanism: Humanisme Sekuler; sistem pemikiran yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan berdasarkan logika dan etika tanpa campur tangan doktrin agama.
[55]Institutional Corruption: Korupsi Institusional; kondisi di mana sebuah lembaga (termasuk lembaga agama) telah menyimpang dari tujuan aslinya demi kepentingan kekuasaan atau materi.
[56]Internal Tribalism: Tribalisme Internal; kecenderungan kelompok-kelompok di dalam satu agama untuk lebih setia pada kelompok/aliran sendiri daripada pada nilai universal agama tersebut.
[57]Exodus: Eksodus; perjalanan keluar secara massal atau besar-besaran, dalam konteks ini merujuk pada perjalanan Yos keluar dari lingkungan lamanya.
[58]Intellectual Pilgrimage: Ziarah Intelektual; sebuah perjalanan jauh yang dilakukan untuk mencari ilmu, kebenaran, atau pemahaman yang lebih mendalam.
Chapter Sebelumnya
Chapter 6
Chapter 6: Perang Tinta Merah
Chapter Selanjutnya
Chapter 8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Ulang Tahun
Flash
Cerita 14 Mei 2013
Novel
I Love You, Mom
Cerpen
Kuyakin Mereka Bukan Sekadar Remaja Putri Biasa
Cerpen
Kebenaran Tak Pernah Mati
Cerpen
Jeritan Ray
Flash
Penghuni Baru
Flash
Lima Permintaan
Novel
Rumah Kaca
Novel
The Pain of Yesterday
Flash
MAMA. . . . AKU RINDU. . . .
Cerpen
Luruh dalam Senyap
Cerpen
MATAHARI BIRU DI LANGIT LEBARAN
Flash
Filosofi Rokok
Novel
THE ANTAGONIST: Mahkluk Tanpa Bentuk
Cerpen
Rumah Di Ujung Sumur
Cerpen
Putri Penenun Bintang
Cerpen
Pupuk Pohon
Novel
Lucathea
Novel
Aksara Samudera