The Red Margin
#16
Chapter 16: Mimpi tentang Sagara
Bagikan Chapter
  • Bookmark Paragraf ini
  • [161]Advection Fog: Kabut Adveksi; fenomena kabut yang umum di San Francisco, terjadi ketika udara hangat dan lembap bergerak di atas permukaan yang dingin (teluk).
    [162]Institutional Critique: Kritik Institusional; metode analisis yang mengkritik cara kerja, ideologi, dan kekuasaan dalam sebuah lembaga atau institusi.
    [163]The Outcast: Si Terbuang; karakter yang dikucilkan dari masyarakat karena memiliki pemikiran atau identitas yang berbeda.
    [164]​Intellectual Reconstruction: Rekonstruksi Intelektual; proses membangun kembali kerangka pemikiran setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran (dekonstruksi).
    [165]Ontological Depth: Kedalaman Ontologis; kedalaman makna yang berkaitan dengan hakikat keberadaan dan eksistensi manusia.
    [166]Standardized: Terstandarisasi; segala sesuatu yang telah diseragamkan menurut aturan atau norma tertentu agar mudah dikontrol.
    [167]Exorcism: Eksorsisme; secara metaforis berarti proses pembersihan diri dari pengaruh-pengaruh negatif atau trauma masa lalu yang menghantui.
    [168]Refined Wrath: Murka yang Dimurnikan; kemarahan yang tidak lagi bersifat emosional-meledak, melainkan dingin, tajam, dan didasari argumen kuat.
    [169]Subversive Narrative: Narasi Subversif; cerita yang dirancang untuk merongrong atau mempertanyakan otoritas dan tatanan sosial yang ada.
    [170]Emotional Capital: Modal Emosional; penggunaan emosi atau perasaan pengikut/jemaat sebagai alat untuk mencapai tujuan politik atau materi.
    [171]Flow State: Kondisi Mengalir; keadaan mental di mana seseorang sepenuhnya larut dan fokus dalam sebuah aktivitas kreatif hingga lupa waktu.
    [172]Storyteller: Penutur Cerita; seseorang yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan dan kebenaran melalui kekuatan narasi dan imajinasi.
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 15
    Chapter 15: Skeptisisme yang Berubah
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 17
    Chapter 17: Suara yang Mengetuk