Daftar isi
#1
Chapter 1: Kidung di Tengah Intimidasi
#2
Chapter 2: Teologi Kemakmuran yang Kosong
#3
Chapter 3: Serigala Berjubah Agama
#4
Chapter 4: Eksatologi para Pengecut
#5
Chapter 5: Kitab di Gudang Tua
#6
Chapter 6: Perang Tinta Merah
#7
Chapter 7: Pergesekan Denominasi
#8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
#9
Chapter 9: Kabut di Jembatan Golden Gate
#10
Chapter 10: Pertemuan di Haight-Ashbury
#11
Chapter 11: Tamparan Linguistik
#12
Chapter 12: Logos yang Hilang
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#9
Chapter 9: Kabut di Jembatan Golden Gate
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
[70]Profound Solitude: Kesepian yang Mendalam; sebuah kondisi kesendirian yang dirasakan secara intens dan menyentuh dasar keberadaan seseorang.
[71]Oxygen Toxicity: Keracunan Oksigen; secara metaforis berarti kondisi di mana sesuatu yang baik (seperti kebebasan) justru terasa menyesakkan karena diberikan dalam jumlah besar secara mendadak.
[72]Jogging: Lari santai; aktivitas fisik populer di San Francisco untuk menjaga kebugaran.
[73]Sociological Phenomenon: Fenomena Sosiologis; suatu kejadian atau fakta yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat dan dianalisis secara objektif.
[74]Collective Ignorance: Ketidaktahuan Kolektif; kondisi di mana sekelompok besar orang secara bersama-sama tidak memahami atau disesatkan mengenai suatu fakta.
[75]Emotional Detachment: Keterlepasan Emosional; kemampuan untuk menjauhkan diri dari keterlibatan emosional yang berlebihan agar bisa melihat masalah dengan lebih rasional.
[76]Cultural Dislocation: Dislokasi Budaya; perasaan tidak memiliki tempat atau terasing karena berada di lingkungan budaya yang sangat berbeda dari asal-usulnya.
[77]Data Architecture: Arsitektur Data; disiplin ilmu informatics yang merancang cara mengelola dan mengorganisir data dalam sistem komputer.
[78]Deconstruction: Dekonstruksi; metode analisis untuk membongkar asumsi-asumsi dasar dan melihat bagaimana sebuah struktur pemikiran dibangun.
[79]Intellectual Laziness: Kemalasan Intelektual; keengganan untuk berpikir kritis, meneliti lebih dalam, atau mempertanyakan status quo.
[80]Necessary Evil: Kejahatan yang Diperlukan; sesuatu yang tidak menyenangkan namun harus terjadi agar sesuatu yang lebih baik atau penting bisa tercapai.
[81]Liminal Space: Ruang Liminal; sebuah kondisi atau tempat transisi, berada di "ambang pintu" antara dua keadaan yang berbeda.
[71]Oxygen Toxicity: Keracunan Oksigen; secara metaforis berarti kondisi di mana sesuatu yang baik (seperti kebebasan) justru terasa menyesakkan karena diberikan dalam jumlah besar secara mendadak.
[72]Jogging: Lari santai; aktivitas fisik populer di San Francisco untuk menjaga kebugaran.
[73]Sociological Phenomenon: Fenomena Sosiologis; suatu kejadian atau fakta yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat dan dianalisis secara objektif.
[74]Collective Ignorance: Ketidaktahuan Kolektif; kondisi di mana sekelompok besar orang secara bersama-sama tidak memahami atau disesatkan mengenai suatu fakta.
[75]Emotional Detachment: Keterlepasan Emosional; kemampuan untuk menjauhkan diri dari keterlibatan emosional yang berlebihan agar bisa melihat masalah dengan lebih rasional.
[76]Cultural Dislocation: Dislokasi Budaya; perasaan tidak memiliki tempat atau terasing karena berada di lingkungan budaya yang sangat berbeda dari asal-usulnya.
[77]Data Architecture: Arsitektur Data; disiplin ilmu informatics yang merancang cara mengelola dan mengorganisir data dalam sistem komputer.
[78]Deconstruction: Dekonstruksi; metode analisis untuk membongkar asumsi-asumsi dasar dan melihat bagaimana sebuah struktur pemikiran dibangun.
[79]Intellectual Laziness: Kemalasan Intelektual; keengganan untuk berpikir kritis, meneliti lebih dalam, atau mempertanyakan status quo.
[80]Necessary Evil: Kejahatan yang Diperlukan; sesuatu yang tidak menyenangkan namun harus terjadi agar sesuatu yang lebih baik atau penting bisa tercapai.
[81]Liminal Space: Ruang Liminal; sebuah kondisi atau tempat transisi, berada di "ambang pintu" antara dua keadaan yang berbeda.
Chapter Sebelumnya
Chapter 8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
Chapter Selanjutnya
Chapter 10
Chapter 10: Pertemuan di Haight-Ashbury
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Cerpen
Sahur Pertama
Novel
Soundtrack : Melody
Novel
Surya
Cerpen
PENGUASA PARA DEWA: [Prequel] Kronik Kejam Break. Mengapa Menciptakan Jalur Elite, Rencana Kejam David Memanen Dunia Ilusi? Wajib Baca!
Novel
FAHRI, MALAIKAT KECIL KAMI YANG MENGARUNGI BADAI HISPRUNG
Novel
Remedy
Cerpen
Kartini dan Sekolah Terbaiknya
Novel
The Woman in the Window
Flash
Senyap Senyum
Cerpen
PENANTIAN
Novel
Dancing in the Silence
Novel
Perjalanan Mimpi
Cerpen
Simfoni Terlarang
Flash
Ambisius
Cerpen
Batu Batu Lapar Rabindranath Tagore ; penerjemah : ahmad muhaimin
Flash
Kumohon Kembalikan
Cerpen
Rindu yang Terburu
Novel
Jalan Pulang
Novel
Childhood Journey
Cerpen
Para Lelaki yang Kududuki