Daftar isi
#1
Chapter 1: Kidung di Tengah Intimidasi
#2
Chapter 2: Teologi Kemakmuran yang Kosong
#3
Chapter 3: Serigala Berjubah Agama
#4
Chapter 4: Eksatologi para Pengecut
#5
Chapter 5: Kitab di Gudang Tua
#6
Chapter 6: Perang Tinta Merah
#7
Chapter 7: Pergesekan Denominasi
#8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
#9
Chapter 9: Kabut di Jembatan Golden Gate
#10
Chapter 10: Pertemuan di Haight-Ashbury
#11
Chapter 11: Tamparan Linguistik
#12
Chapter 12: Logos yang Hilang
#13
Chapter 13: Muhammad Asad Jembatan bagi Skeptis.
#14
Chapter 14: Persekutuan Para Pencari
#15
Chapter 15: Skeptisisme yang Berubah
#16
Chapter 16: Mimpi tentang Sagara
#17
Chapter 17: Suara yang Mengetuk
#18
Chapter 18: Kegagalan Diksi Kemenag
#19
Chapter 19: Anomali Karakter
#20
Chapter 20: Sola Scriptura vs Sola Birokrasi
#21
Chapter 21: Jehez dan Keadilan
#22
Chapter 22: Integritas Minoritas
#23
Chapter 23: Perang Ide di Media Sosial
#24
Chapter 24: Luka yang Mengering
#25
Chapter 25: Berdiri Tegak di Hadapan Kebenaran
#26
Chapter 26: Akhirat yang Matematis
#27
Chapter 27: Kritik atas Mentalitas Ikut-ikutan
#28
Chapter 28: Perjalanan ke Lahore
#29
Chapter 29: Di Bawah Bayang-bayang Iqbal
#30
Chapter 30: Zakat adalah Instrumen atau Senjata?
#31
Chapter 31: Surat untuk Pendeta di Masa Lalu
#32
Chapter 32: Rekonsiliasi Identitas
#33
Chapter 33: Pesawat Menuju Jakarta
#34
Chapter 34: Menghadapi Bayang-bayang
#35
Chapter 35: Forum yang Membara
#36
Chapter 36: Ancaman dan Intimidasi
#37
Chapter 37: Dialog di Pinggir Pantai
#38
Chapter 38: Menulis di Atas Pasir
#39
Chapter 39: Sagara yang Bergolak
#40
Chapter 40: Langit Tanpa Batas
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#9
Chapter 9: Kabut di Jembatan Golden Gate
Bagikan Chapter
[70]Profound Solitude: Kesepian yang Mendalam; sebuah kondisi kesendirian yang dirasakan secara intens dan menyentuh dasar keberadaan seseorang.
[71]Oxygen Toxicity: Keracunan Oksigen; secara metaforis berarti kondisi di mana sesuatu yang baik (seperti kebebasan) justru terasa menyesakkan karena diberikan dalam jumlah besar secara mendadak.
[72]Jogging: Lari santai; aktivitas fisik populer di San Francisco untuk menjaga kebugaran.
[73]Sociological Phenomenon: Fenomena Sosiologis; suatu kejadian atau fakta yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat dan dianalisis secara objektif.
[74]Collective Ignorance: Ketidaktahuan Kolektif; kondisi di mana sekelompok besar orang secara bersama-sama tidak memahami atau disesatkan mengenai suatu fakta.
[75]Emotional Detachment: Keterlepasan Emosional; kemampuan untuk menjauhkan diri dari keterlibatan emosional yang berlebihan agar bisa melihat masalah dengan lebih rasional.
[76]Cultural Dislocation: Dislokasi Budaya; perasaan tidak memiliki tempat atau terasing karena berada di lingkungan budaya yang sangat berbeda dari asal-usulnya.
[77]Data Architecture: Arsitektur Data; disiplin ilmu informatics yang merancang cara mengelola dan mengorganisir data dalam sistem komputer.
[78]Deconstruction: Dekonstruksi; metode analisis untuk membongkar asumsi-asumsi dasar dan melihat bagaimana sebuah struktur pemikiran dibangun.
[79]Intellectual Laziness: Kemalasan Intelektual; keengganan untuk berpikir kritis, meneliti lebih dalam, atau mempertanyakan status quo.
[80]Necessary Evil: Kejahatan yang Diperlukan; sesuatu yang tidak menyenangkan namun harus terjadi agar sesuatu yang lebih baik atau penting bisa tercapai.
[81]Liminal Space: Ruang Liminal; sebuah kondisi atau tempat transisi, berada di "ambang pintu" antara dua keadaan yang berbeda.
[71]Oxygen Toxicity: Keracunan Oksigen; secara metaforis berarti kondisi di mana sesuatu yang baik (seperti kebebasan) justru terasa menyesakkan karena diberikan dalam jumlah besar secara mendadak.
[72]Jogging: Lari santai; aktivitas fisik populer di San Francisco untuk menjaga kebugaran.
[73]Sociological Phenomenon: Fenomena Sosiologis; suatu kejadian atau fakta yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat dan dianalisis secara objektif.
[74]Collective Ignorance: Ketidaktahuan Kolektif; kondisi di mana sekelompok besar orang secara bersama-sama tidak memahami atau disesatkan mengenai suatu fakta.
[75]Emotional Detachment: Keterlepasan Emosional; kemampuan untuk menjauhkan diri dari keterlibatan emosional yang berlebihan agar bisa melihat masalah dengan lebih rasional.
[76]Cultural Dislocation: Dislokasi Budaya; perasaan tidak memiliki tempat atau terasing karena berada di lingkungan budaya yang sangat berbeda dari asal-usulnya.
[77]Data Architecture: Arsitektur Data; disiplin ilmu informatics yang merancang cara mengelola dan mengorganisir data dalam sistem komputer.
[78]Deconstruction: Dekonstruksi; metode analisis untuk membongkar asumsi-asumsi dasar dan melihat bagaimana sebuah struktur pemikiran dibangun.
[79]Intellectual Laziness: Kemalasan Intelektual; keengganan untuk berpikir kritis, meneliti lebih dalam, atau mempertanyakan status quo.
[80]Necessary Evil: Kejahatan yang Diperlukan; sesuatu yang tidak menyenangkan namun harus terjadi agar sesuatu yang lebih baik atau penting bisa tercapai.
[81]Liminal Space: Ruang Liminal; sebuah kondisi atau tempat transisi, berada di "ambang pintu" antara dua keadaan yang berbeda.
Chapter Sebelumnya
Chapter 8
Chapter 8: Tiket Menuju Pengasingan
Chapter Selanjutnya
Chapter 10
Chapter 10: Pertemuan di Haight-Ashbury
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Flash
Ruang Tunggu : Liminal Anteroom
Novel
DAYU 1983
Novel
Fragmen Kisah yang Tersisih
Flash
Ke Manakah Harapan?
Cerpen
Gema di dalam kepala
Cerpen
Ada Nastar Di Kulkas
Novel
Mansheviora: Semesta Alternatif
Novel
Perjamuan Terakhir Boneka Porselen
Cerpen
Sang Penyelamat Kota
Novel
Daijoubu?
Flash
Hujan Pertama
Cerpen
Keajaiban Dokter Risna
Cerpen
JANJI YANG KOSONG
Flash
Refleksi Terakhir
Flash
Ternyata Aku Masih
Novel
The Fresh
Flash
Pecundang Yang Merendahkan
Flash
Kicau
Novel
147 Letters
Flash
Ku kubur hatiku di padang ilalang