Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Saya pasien psikiatri rawat jalan sejak tahun 2020 dengan diagnosis skizo (f20). Sebuah kondisi yang membuat keseharianku bergantung pada obat obatan yang harus saya konsumsi setiap hari. Dengan efek samping memori ini tidak lagi bisa mengingat dalam jangka waktu lama dan berbicara sulit.
Perjalanan dengan diagnosis tersebut tidaklah mudah. Beberapa kali kalah dengan keadaan dan sempat kambuh (relaps) karena tidak lagi meminum obat obatan tersebut dengan rutin, 2 kali masuk ruang Igd dan 2 kali ambil darah. 10 hari bedrest total rawat inap, serta berkali kali muntah ketika berkonsultasi empat mata dengan dokter psikolog membahas luka luka yang ada.
Hebatnya, setelah itu saya tetap produktif bekerja. Setiap pagi harus berjuang melawan cemas yang datang tanpa alasan, dan melewati dua fase manik serta depresi yang bergantian yang membuat saya kelelahan.
Belum lagi olok-olok sekitar atas fase kambuh (relaps) yang membuat saya merasa terasing. Walau demikian, saya tetap memaksa diri untuk tersenyum dan menyapa semua orang seolah tidak ada apa apa. Berinteraksi, tertawa dan menjadi ringan seperti orang lain. Memiliki hobi menulis, mencari ketenangan lewat ibadah. Tapi tetap, ada waktu di mana fase depres datang membuat saya hanya ingin menangis, diam bahkan menghilang.
Entah kenapa juga saya mengiyakan 77 pertanyaan itu. Yang pasti dalam hari hariku yang sunyi, saya tidak berdoa untuk diberikan umur yang panjang. Saya hanya berdoa ketika tiba waktunya, urusan saya di dunia sudah selesai. Bekal sudah cukup, dan semoga saya tidak membawa penyesalan yang diakibatkan oleh langkah bodoh saya semasa hidup. 🖤
Bagaimana caranya saya mampu bertahan? Sebentar, saya akan ceritakan di novel ini.
Perjalanan dengan diagnosis tersebut tidaklah mudah. Beberapa kali kalah dengan keadaan dan sempat kambuh (relaps) karena tidak lagi meminum obat obatan tersebut dengan rutin, 2 kali masuk ruang Igd dan 2 kali ambil darah. 10 hari bedrest total rawat inap, serta berkali kali muntah ketika berkonsultasi empat mata dengan dokter psikolog membahas luka luka yang ada.
Hebatnya, setelah itu saya tetap produktif bekerja. Setiap pagi harus berjuang melawan cemas yang datang tanpa alasan, dan melewati dua fase manik serta depresi yang bergantian yang membuat saya kelelahan.
Belum lagi olok-olok sekitar atas fase kambuh (relaps) yang membuat saya merasa terasing. Walau demikian, saya tetap memaksa diri untuk tersenyum dan menyapa semua orang seolah tidak ada apa apa. Berinteraksi, tertawa dan menjadi ringan seperti orang lain. Memiliki hobi menulis, mencari ketenangan lewat ibadah. Tapi tetap, ada waktu di mana fase depres datang membuat saya hanya ingin menangis, diam bahkan menghilang.
Entah kenapa juga saya mengiyakan 77 pertanyaan itu. Yang pasti dalam hari hariku yang sunyi, saya tidak berdoa untuk diberikan umur yang panjang. Saya hanya berdoa ketika tiba waktunya, urusan saya di dunia sudah selesai. Bekal sudah cukup, dan semoga saya tidak membawa penyesalan yang diakibatkan oleh langkah bodoh saya semasa hidup. 🖤
Bagaimana caranya saya mampu bertahan? Sebentar, saya akan ceritakan di novel ini.
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
236
Tentang Penulis
Annisa Fitrianti
-
Bergabung sejak 2025-08-21
Telah diikuti oleh 18 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 140,379 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
Lost in paradise
Annisa Fitrianti
Novel
Penyintas Waktu
Ren Muhammad
Novel
Tarka Sengkalan & Simbol Masa 1997/98
RK Awan
Flash
Sang Hyang Wenang
Nur Khafidhin
Flash
THR UNTUK SIAPA
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Benteng Terakhir Pernikahan
Alexa Rd
Novel
Inilah Jalan Hijrahku
Mizan Publishing
Novel
Gaun Panjang Hitam dan Sepatu Lars
Rindu Kelana
Novel
Pendekar Gunung Ciremai
Nadiya Sasmita
Cerpen
JEJAK LANGKAH
Rian Widagdo
Novel
Hari Ini Lebih Baik dari Esok
Martha Z. ElKutuby
Novel
Cinta, Kesehatan, dan Munajat Emha Ainun Nadjib
Noura Publishing
Novel
Merdeka Tanpa Ruh
Nurul Aini
Flash
Seratus Tahun Kemudian
Afri Meldam
Novel
Leila
Jw_Hasya
Rekomendasi