Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Satu tanda tangan mengubah hidup Aira selamanya.
Bukan janji cinta. Bukan pula pernikahan impian.
Melainkan kontrak dingin yang mengikatnya pada Rafael Arsenio—pria berwajah tampan, berjiwa kelam, dan memiliki kekuasaan yang tak bisa disentuh hukum.
Aira hanya ingin menyelamatkan keluarganya. Namun yang ia dapatkan adalah sangkar emas bernama pernikahan. Rumah megah, aturan ketat, dan seorang suami yang memperlakukannya seperti pion dalam permainan berbahaya. Rafael tidak pernah menawarkan cinta—hanya kepatuhan.
Di balik kemewahan dan status sebagai "istri mafia", Aira belajar satu hal: ketakutan adalah bahasa yang paling dipahami Rafael. Tapi semakin lama ia terperangkap, semakin ia menyadari bahwa pria itu pun menyimpan luka, rahasia, dan sisi gelap yang tak pernah ia perlihatkan pada siapa pun.
Ketika batas antara benci dan ketertarikan mulai kabur, Aira dihadapkan pada pilihan mustahil—bertahan demi keluarga, atau melawan meski taruhannya adalah nyawanya sendiri.
Karena dalam dunia Rafael Arsenio, cinta bukan penyelamat.
Ia adalah senjata paling mematikan.
Bukan janji cinta. Bukan pula pernikahan impian.
Melainkan kontrak dingin yang mengikatnya pada Rafael Arsenio—pria berwajah tampan, berjiwa kelam, dan memiliki kekuasaan yang tak bisa disentuh hukum.
Aira hanya ingin menyelamatkan keluarganya. Namun yang ia dapatkan adalah sangkar emas bernama pernikahan. Rumah megah, aturan ketat, dan seorang suami yang memperlakukannya seperti pion dalam permainan berbahaya. Rafael tidak pernah menawarkan cinta—hanya kepatuhan.
Di balik kemewahan dan status sebagai "istri mafia", Aira belajar satu hal: ketakutan adalah bahasa yang paling dipahami Rafael. Tapi semakin lama ia terperangkap, semakin ia menyadari bahwa pria itu pun menyimpan luka, rahasia, dan sisi gelap yang tak pernah ia perlihatkan pada siapa pun.
Ketika batas antara benci dan ketertarikan mulai kabur, Aira dihadapkan pada pilihan mustahil—bertahan demi keluarga, atau melawan meski taruhannya adalah nyawanya sendiri.
Karena dalam dunia Rafael Arsenio, cinta bukan penyelamat.
Ia adalah senjata paling mematikan.
Tokoh Utama
Aira
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Menurut kalian, Aira seharusnya bertahan demi keluarga…
atau melawan meski risikonya kehilangan segalanya?
Ayo kita diskusi
Disukai
2
Dibaca
390
Tentang Penulis
Aulia umi halafah
-
Bergabung sejak 2025-08-10
Telah diikuti oleh 55 pengguna
Sudah memublikasikan 22 karya
Menulis lebih dari 26,466 kata pada novel
Rekomendasi dari Thriller
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Novel
Hampir, Tapi Tak Pernah
Bear Winter
Cerpen
Bawa Aku Terbang, Tuhan!
siti faizah
Cerpen
KABUT MERAH
moris avisena
Novel
Umbuk Umbai
Iyas Utomo
Novel
Orca
stillzee
Novel
Phantom Lily
Joselind Sienydea Salim
Novel
Saksi Bisu
M. Ferdiansyah
Novel
Ritual Pemanggil
Andriani Keumala
Novel
Aku, Dia & Kami
Joannes Rhino
Novel
L.A. THE DETECTIVE
Nur Baiti (Hikaru)
Novel
Villa Cinta
Herman Siem
Novel
Perang Informasi
Rian Nugraha
Novel
Origin
Mizan Publishing
Novel
Ruang Kosong
Hilda Resina
Rekomendasi
Novel
Tanda Tangan Neraka
Aulia umi halafah
Flash
Bronze
Keputusan yang Datang Terlambat
Aulia umi halafah
Flash
Sebelum nafas itu berhenti
Aulia umi halafah
Cerpen
Surat yang Tidak Pernah Sampai
Aulia umi halafah
Novel
Series Detektif Senja
Aulia umi halafah
Flash
Orang yang Selalu Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Ketika Lampu Padam
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Saat Gelap Tak Lagi Meminta Izin
Aulia umi halafah
Flash
Sekolah yang Pulang Lebih Dulu
Aulia umi halafah
Cerpen
Hari Ini Aku Datang Lebih Awal
Aulia umi halafah
Cerpen
Bronze
Penumpang Terakhir Malam Itu
Aulia umi halafah
Flash
Malam yang Seharusnya Tidak Dilewati
Aulia umi halafah
Cerpen
Lorong yang Menganga
Aulia umi halafah
Cerpen
Rapat Tanpa Nama
Aulia umi halafah
Flash
Pesan yang Tak Pernah Terkirim
Aulia umi halafah