Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Di tengah hujan yang turun tak semestinya di musim kemarau, kabar jatuhnya pesawat merenggut orang tua Kurnia dan menghancurkan dunia yang ia kenal. Duka yang seharusnya intim segera dipaksa masuk ke dalam birokrasi dingin, angka santunan, dan sorotan media. Kehilangan pribadi berubah menjadi narasi publik, menjadikan Kurnia bukan sekadar anak yang berduka, melainkan simbol yang diperebutkan banyak kepentingan.
Namun harga dari sebuah suara ternyata lebih berat dari yang ia bayangkan. Ancaman, tekanan, hingga tragedi fisik menandai perjalanan Kurnia dari ruang sunyi rumahnya menuju panggung publik yang penuh risiko.
Novel ini adalah kisah tentang keberanian yang tidak selalu berakhir dengan kemenangan, tentang kehilangan yang tak bisa dihitung dengan angka, dan tentang suara yang tetap hidup. Sebuah refleksi pahit namun penuh harapan, bahwa bertahan adalah bentuk keberanian paling sunyi.
Namun harga dari sebuah suara ternyata lebih berat dari yang ia bayangkan. Ancaman, tekanan, hingga tragedi fisik menandai perjalanan Kurnia dari ruang sunyi rumahnya menuju panggung publik yang penuh risiko.
Novel ini adalah kisah tentang keberanian yang tidak selalu berakhir dengan kemenangan, tentang kehilangan yang tak bisa dihitung dengan angka, dan tentang suara yang tetap hidup. Sebuah refleksi pahit namun penuh harapan, bahwa bertahan adalah bentuk keberanian paling sunyi.
Tokoh Utama
Kurnia
Pandam atau paman
#1
Bab 1 Hujan yang Tak Seharusnya Ada
#2
Bab 2 Administrasi Duka
#3
Bab 3 Lelaki yang Memilih Tinggal
#4
Bab 4 Sudah Dekat Tapi Belum Sampai
#5
Bab 5 Janji Santunan
#6
Bab 6 Kamera dan Narasi
#7
Bab 7 Nama yang Kembali
#8
Bab 8 Tongkat dan Payung
#9
Bab 9 Rumah yang Berubah Bentuk
#10
Bab 10 Surat yang Datang Setelah Kematian
#11
Bab 11 Mereka Datang Bukan untuk Berduka
#12
Bab 12 Duka yang Mulai Ditawar
#13
Bab 13 Kami Tidak Tahu Harus Berjalan Kemana
#14
Bab 14 Hal-Hal Kecil yang Menyelamatkan
#15
BAB 15 Potongan yang Tidak Masuk Akal
#16
Bab 16 Duka yang Dicairkan
#17
Bab 17 Ketika Diam Tidak Lagi Cukup
#18
Bab 18 Aktivis Dadakan
#19
Bab 19 Gelap Masih Sama
#20
Bab 20 Ketika Makna Direbut
#21
Bab 21 Ancaman yang Tidak Pernah Diucapkan
#22
Bab 22 Aku Tidak Ingin Didengar
#23
Bab 23 Uluran Tangan Affra
#24
Bab 24 Ketika Suara Tidak Lagi Untuk Semua Orang
#25
Bab 25 Tidak Lagi Sama
#26
Bab 26 Berbicara dengan Resiko
#27
Bab 27 Ketika Harga dari Suara Tidak Selalu Dibayar dengan Kata
#28
Bab 28 Ketika Dukungan Menjadi Benteng
#29
Epilog
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
8
Dibaca
1.6k
Tentang Penulis
Desto Prastowo
-
Bergabung sejak 2025-08-27
Telah diikuti oleh 472 pengguna
Sudah memublikasikan 22 karya
Menulis lebih dari 94,480 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
A Blind Fate
Hideyo Sakura
Novel
HARGA DARI SEBUAH SUARA
Desto Prastowo
Novel
PCPK Claudia vs Nadia
Noura Publishing
Novel
NOL
Putri Lailani
Cerpen
AKU YANG KAMU LEPASKAN
Neng Neng
Novel
JURNAL FIORA
Detia Rahman
Novel
Hidup seperti Ren scarlett
Rivana
Cerpen
Sahabatku Merebut Suamiku
silvi budiyanti
Cerpen
Kucing
Edelweiss
Novel
SUWUNG
Faiq Mufidah
Flash
SAM DAN MESIN UANGNYA
Hans Wysiwyg
Flash
DENGUNG YANG TAK PERNAH TIDUR
Tourtaleslights
Novel
Cancer "Si Pengingat Ulung yang Ceplas-ceplos"
Winda Azhari Pasaribu
Novel
Lahir Dari Luka
Camèlie
Novel
StarLight
Vidharalia
Rekomendasi
Novel
HARGA DARI SEBUAH SUARA
Desto Prastowo
Cerpen
Ginastel di Bulan Bagus
Desto Prastowo
Flash
Bronze
Algoritma Hasrat, Borgol di Tangan
Desto Prastowo
Cerpen
Sirkus Parlemen
Desto Prastowo
Flash
Cum Laude di Sudut Jalan
Desto Prastowo
Novel
Kita Dibesarkan untuk Kuat, Bukan Bahagia
Desto Prastowo
Cerpen
Waktu yang Hilang
Desto Prastowo
Flash
Tongkat, Payung, dan Kulit Kacang
Desto Prastowo
Cerpen
Tombol Setuju
Desto Prastowo
Flash
Hantu Anti-Ghosting
Desto Prastowo
Cerpen
GAMBAR TANPA WAJAH
Desto Prastowo
Flash
Handphone yang Tertinggal
Desto Prastowo
Cerpen
Sebelum Kamu Mengetuk Lagi
Desto Prastowo
Flash
KESETIAAN DI PERON DUA
Desto Prastowo
Cerpen
Syamsul dan Senja yang Jujur
Desto Prastowo