Arwah di Sungai Sa'dan'
Horor
Sungai Sa’dan membelah Tana Toraja seperti nadi yang mengalirkan kehidupan. Airnya deras, jernih, kadang berkilauan diterpa matahari, kadang gelap mencekam ketika hujan mengguyur hulu. Dari generasi ke generasi, sungai ini menjadi sumber air, tempat warga mandi, mencuci, dan menangkap ikan.
Namun di balik manfaatnya, orang-orang tua menyimpan cerita lain: sungai ini menagih tumbal. Hampir setiap tahun, ada saja nyawa yang hilang entah karena hanyut, entah karena ditarik sesuatu yang tidak terlihat. Warga percaya, arwah penunggu sung...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Arwah di Sungai Sa'dan'
Risti Windri Pabendan
Novel
Hizib
Topan We
Novel
Langgar
Agnesya Febriana
Novel
Fantasteen Scary VE
Mizan Publishing
Novel
Ghost Story
Ainun
Novel
Ketukan-Ketukan Malam
Ikhsannu Hakim
Komik
AVENDOR
Audhy R.H
Cerpen
MAUT HUTAN TERLARANG
Maldalias
Novel
HEXANA
Iin Farliani
Novel
Dead Girl's Diary
Roy Rolland
Novel
Pesantren Ghoib
Urbach Fina Fadliliyya
Novel
NAPAS TERAKHIR
Maria Merianti Boru Malau
Novel
Tumbal Pesugihan Tanah Kuburan
AWSafitry
Novel
Pesugihan sate Gagak Mang Yopi
Shinbul
Flash
Rumah Mbakku
Amelia Purnomo
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Arwah di Sungai Sa'dan'
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Semalam Seharga Satu Miliar
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan dan Payung Satu-satunya
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Chat Salah Kirim
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Hujan di Balkon
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Suara Gamelan di Sungai
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Bangku Taman yang Sama
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Penulis vs Karakter
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Pintu Kamar Nomor 7
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Pamer Gaji Pertama
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kursi Kosong di Perpustakaan
Risti Windri Pabendan
Novel
Bronze
Antara Kamu dan Dia
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Kereta Terakhir
Risti Windri Pabendan
Flash
Bronze
Pesan Terakhir
Risti Windri Pabendan
Cerpen
Bronze
Nenek Penuh Paku di Minahasa
Risti Windri Pabendan