Sejakartanya Jakarta
Slice of Life
Aku nyinyir. Maka, kuceritakan padamu Tuan Yang Dipertuankan Kota Besar tentang negara kita yang terbiasa dinilai dari satu titik: Jakarta. Tidak, tidak akan kutulis ini di media sosial atau manapun. Ini aman. Ini hanya melalui kertas sekadarnya yang kau baca dan bisa langsung kau buang, tanpa banyak komentar dari warga dunia maya hingga membuatmu membanting gawai. Pun, kau boleh mencibir dan anggap ini semua hanya rasa iri yang berlebihan. Terserah. Aku memang nyinyir.
Tuan Yang Dipertuankan Kota Besar, kakekku seorang penyair. Tiba di Jakarta ketika kata masih sedemikian mah...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Bukan Tentang Nominal
Alifa abda khlq
Cerpen
Retak Dinding Rumah Petak
Duwi Rachmawati
Cerpen
Pilar yang Retak
Lala Dyu
Cerpen
Lelaki Bermata Teduh Part-3
Munkhayati
Cerpen
Hari ketika aku tak terlihat
Galih Priatna
Cerpen
ANTIMA
glowedy
Cerpen
Pilihan Dimas
Heaven Nur
Cerpen
Aku Manusia Perak
Alwi Hamida
Cerpen
Manusia Dan Mesin
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Laptopku, Teman Kerjaku
Mochammad Ikhsan Maulana
Cerpen
Foto Terakhir Ayah
zain zuha
Cerpen
The Lost's Neighborhood Serenity
Hafizah
Cerpen
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Atas Nama Anjing
Muram Batu
Novel
Bronze
Laron Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Restaurant Jang Kie
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Dilarang Berharap pada Gigi Palsu
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Rencana
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Nujum
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Masjid Pensiunan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Panau Jawa
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Kerah Baju dan Balon Ungu
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Tuah Kumis Tikus
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Buruh di Tanah Sendiri
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Tengkorak Kakek di Makam Pahlawan
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Jam Malam di Warung Kopi
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Dongeng Pulau Merah dan Pengarangnya
Muram Batu