Disukai
0
Dilihat
3
RAHASIA TAKDIR: Ikatan Darah Persahabatan
Slice of Life
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

PROLOG

Takdir sering kali bekerja dengan cara yang tak masuk akal. Ia mampu memisahkan dua jiwa dalam sekejap oleh amukan keadaan, lalu mempertemukan mereka kembali bertahun-tahun kemudian lewat peristiwa yang tampak sepele.

Bagi sebagian orang, martabat diukur dari apa yang melekat di tubuh, seperti pakaian mahal, perhiasan berkilau, atau jabatan yang membuat kepala menengadah.

Namun di balik semua itu, tersimpan kenyataan yang jarang diakui bahwa kemewahan kerap menjadi topeng bagi jiwa yang rapuh dan kosong.

Sebaliknya, ada pula mereka yang hidup dalam kesederhanaan, bahkan dianggap rendah. Padahal di dalam darah mereka mengalir harga diri yang tak bisa dibeli oleh apa pun.

Mereka tidak bersuara lantang, tidak menuntut pengakuan, tetapi berjalan dengan kejujuran yang diam-diam memancarkan cahaya.

Kisah ini bukan sekadar tentang perbedaan kelas sosial. Ia adalah cerita tentang takdir, tentang darah yang saling memanggil meski terpisah waktu dan keadaan.

Tentang bagaimana hidup, pada akhirnya, selalu menemukan caranya sendiri untuk mempertemukan kembali apa yang pernah tercerai.

Sang Majikan

Siang itu, matahari seolah sedang marah, teriknya menusuk pori-pori. Di halaman sebuah rumah megah, seorang remaja berusia tujuh belas tahun tampak sedang bertarung dengan rumput liar.

Keringatnya mengucur deras bak keran bocor, namun mulutnya hanya sanggup bergumam kecil, 'Panas banget... berasa mau pingsan gue.' ucapnya.

​'Rizal! Ngapain bengong? Kerjaannya masih banyak, ayo cepat!' lengkingan suara seorang wanita paruh baya memecah lamunannya dari ambang pintu.

​Itu Ibu Majikan. Wanita yang menahan Rizal selama enam tahun terakhir sebagai ganti rugi atas sebuah barang berharga yang ia curi. Barang yang ironisnya malah raib dibawa lari penadah gelap mata, meninggalkan Rizal dengan hutang tenaga yang tak kunjung lunas.

​Rizal hanya cengengesan, 'Heheh, iya Nyonya! Ini lagi dikerjain, dikit lagi kelar.'

​'Jangan panggil Nyonya! Panggil Ibu! Sudah berapa kali dibilang, awas kamu ya!' balas wanita itu dengan nada geram yang sebenarnya menyembunyikan rasa peduli.

Hutang Nyawa di Balik Kilau Berlian

​Wanita paruh baya pemilik rumah megah itu bernama Fizah. Sebenarnya, sudah lama Fizah memaafkan Rizal dan bahkan berkali-kali memintanya pergi untuk mencari kehidupan yang lebih layak.

Namun, Rizal bersikeras menolak. Meski ia hanya diberi tempat tinggal dan makan tanpa gaji sepeser pun, bagi Rizal, Fizah bukan sekadar majikan. Di matanya, wanita itu adalah penyelama...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Rekomendasi