Sebatang Lidi
Slice of Life
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Bagaimana perasaanmu jikalau harus melangkah dengan kepalsuan? Jika hanya manusia yang mengabaikan kehadiran, barangkali itu tak menjadi papa, akan tetapi bumi yang dipijak menolak langkah kaki ini … rasanya aku ingin mengutuk bumi.
Aku keturunan Adam, diciptakan dengan punggung wajib menjaga Hawa di kemudian hari, bilamana ada tulang rusuk yang siap menyempurnakan hidupku, maka aku harus utuh berjuang menjadi pria sejati. Akan tetapi setahun lalu, lidi sialan membuat jempol kakiku terluka. Dokter sebut infeksi tetanus, keluar nanah bercampur darah. Rasanya serupa tersengat lebah, a...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Sebatang Lidi
Titin Widyawati
Cerpen
Kisah Masa Orientasi Sekolah
Nadia Safa Nurmalacita
Cerpen
Takdir Berbalik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
MBG-Makan Bergizi Gratis
Yovinus
Cerpen
Pemuda Berkepala Anjing
Toni Al-Munawwar
Cerpen
ABADI
Lili Selfiana
Cerpen
Korban Semu
Alhuyaz
Cerpen
Sejarah Pandemi
Athoillah
Cerpen
RAHASIA TAKDIR: Ikatan Darah Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Neraka Yang Terulang
Nuniek Sobari
Cerpen
Harus Bersama
Mariana Sibuea
Cerpen
Catatan Kotor Ayah
Pipo Vernandes
Cerpen
UITDF
Hary Silvia
Cerpen
Di antara Senja dan Pagi
vilah sari
Cerpen
ke'Negatif'an Diriku
arkanaka
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sebatang Lidi
Titin Widyawati
Cerpen
Dirimu dan Penunggu Hal-Hal Pergi
Titin Widyawati
Novel
Bronze
Hari-Hari Berat
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pergi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Suara-suara Aneh
Titin Widyawati
Cerpen
Pria Pencari Pintu Kamar Mandi
Titin Widyawati
Cerpen
Kualat
Titin Widyawati
Cerpen
Pemerkosa Akal
Titin Widyawati
Flash
Bronze
Musim Baru
Titin Widyawati
Novel
Berlayar Pulang
Titin Widyawati
Cerpen
Lampu
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Uang-uang yang Tercecer di Jalan
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pertemuan dengan Takdir
Titin Widyawati
Cerpen
Punggung Wanita
Titin Widyawati
Flash
Sebuah Jalan
Titin Widyawati