LUHITO
Drama
Sentuhan hangat sang surya membuatku selalu rajin membuka jendela. Dulu tidak pernah. Sewaktu aku masih tinggal di kota, aku lebih suka membiarkan kamarku tertutup rapat hingga matahari hampir meninggi. Maklum, asap knalpot kendaraan selalu datang bercampur di udara lebih dulu ketimbang tetesan embun. Hawa di pagi hari pun tidak hanya hangat tapi malah panas, berdebu pula.
Semua berubah ketika aku pindah tempat tinggal sementara di rumah nenek, di daerah pegunungan. Udaranya sejuk? Tentu saja. Itu yang membuatku sudi berlama-lama di bawah jendela, memandangi fajar merekah sampai mentari tersembul di ufuk Timur. Lebih-leb...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
ANOMALI AIR
Mochammad Eko Priambudi
Flash
Dilema Berat Badan
Mata Panda
Cerpen
LUHITO
Lina Budiarti
Novel
Untuk Kamu
Sucayono
Skrip Film
Maafkan Aku
YENI AMALIA ILAHI
Flash
Conversation 1
mahes.varaa
Flash
Untuk sebuah senyuman
penulis kacangan
Novel
Portrait of Yesterday
Febriyanti Putri Ruspandi
Novel
Numpang Hidup
Bksai
Novel
Bintang Berkabut
Syamsiah
Novel
Jodoh Aini
Isna Nur Isnaini
Skrip Film
Marriage Ark Made of Paper
Lindaw
Cerpen
Langkah Terakhir
Shinta Larasati Hardjono
Novel
Posesif
Bentang Pustaka
Novel
My dear, Ari: Je t'aime
NO-NAME
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
LUHITO
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
GERSANG
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Sebelum Tengah Malam
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
PURNAMA TAK BERCAHAYA
Lina Budiarti
Skrip Film
Little Dancer
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
MELAWAN SUNYI
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
RUANG GELAP
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Mandul
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
SEPASANG KEKASIH KEMATIAN
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
SABTU SORE DI SEBUAH VILLA
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
SARANG MALAIKAT
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
ISTRI PAPAKU
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Langit Biru
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Ronggo dan Lastri
Lina Budiarti
Skrip Film
Bulu Pamali dan Pulau Tujuh
Lina Budiarti