PURNAMA TAK BERCAHAYA
Drama
Perjalanan yang melelahkan. Laju kendaraan yang kutumpangi mengendur perlahan. Susunan halte beratap biru tua itu telah dipenuhi orang-orang yang akan menggantikan posisiku di salah satu jok mobil, sementara aku turun.
Seorang bertubuh renta mengenaliku. Tangannya menggapai ke udara di antara kerumunan orang di halte. Kemasan rindu di matanya menampak nyata. Mulutnya bergerak riang walau tak jelas kudengar bunyi apa yang disuarakannya.
“Pur.” Ibu memelukku. “Istrimu?” Aku menggeleng.
“Bapak?” Aku balik bertanya tentang bapak. Seperti aku, ibu menjawabnya dengan gelengan kepala.
“Tak usah banyak bertan...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bujang Menanti
Miayazlin
Novel
Janji palsu ayah anakku
Suci maisarah
Flash
Cinta antara Air dan Api
Drezzlle Alexandar
Cerpen
PURNAMA TAK BERCAHAYA
Lina Budiarti
Cerpen
Kereta terakhir
Irvan D
Cerpen
Reuni Dua Jiwa
Sekar Kinanthi
Novel
Remember When
Gagas Media
Novel
NOTHING
I | N
Skrip Film
Aku, Kamu, Dia , dan Mereka Adalah Kita
Neo Kaspara Widiastuti
Flash
Mati Lebih Baik
Fajar R
Flash
Surat dari Penjara
Sulistiyo Suparno
Cerpen
Terlalu Bodoh Untuk Jadi Kenyataan
Kosong/Satu
Flash
Aku Rindu Mama
Nuel Lubis
Flash
Kapan Nikah : Flash Fiction Spesial Lebaran
Silvarani
Flash
samara
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PURNAMA TAK BERCAHAYA
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
MELAWAN SUNYI
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
SABTU SORE DI SEBUAH VILLA
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
GERSANG
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
SARANG MALAIKAT
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Mandul
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
LUHITO
Lina Budiarti
Skrip Film
Little Dancer
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Sebelum Tengah Malam
Lina Budiarti
Skrip Film
Bulu Pamali dan Pulau Tujuh
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
SEPASANG KEKASIH KEMATIAN
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
ISTRI PAPAKU
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Langit Biru
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
Ronggo dan Lastri
Lina Budiarti
Cerpen
Bronze
RUANG GELAP
Lina Budiarti