Oder meminta bantuan Aristoteles untuk membangun sepasang menara setinggi seribu kilometer, sebagaimana diminta oleh Sanat Kumara melalui perantaraan Simon sang pengembara gurun, sebagai mas kawin agar Oder dapat menikahkan putri bungsunya, Autumn, dengan kekasihnya, Babylon.
Namun Simon salah dengar, dan wujudnya dimanfaatkan secara buruk oleh Pandora. Setiap kali mereka membangun menara itu, hasilnya selalu tidak terlihat, karena setelah hampir menjadi sepasang, tiba-tiba salah satu bangunan yang sudah berpasangan selalu menghilang.
Cucu Simon yang mengembara menembus waktu, Kresna, melaporkan bahwa sebuah menara serupa yang selalu menghilang ketika hampir sepasang pernah ia lihat di Inggris, saat ia menyaksikan Othello dan Macbeth berduel untuk mempertaruhkan sebuah takhta. Menara itu memiliki ciri-ciri yang sama seperti yang diceritakan.
Sementara itu Ariel, cucu Aristoteles, yang juga mengembara menembus waktu, mengatakan bahwa ia pernah melihat sebuah menara yang dikuasai oleh manusia purba. Mereka terus bersembunyi di dalam menara itu karena dikejar oleh Adam dan pasukannya yang sedang memerangi mereka.
Sepupu Oder, Isis, juga mengatakan bahwa ia pernah melihat gambar sebuah menara dalam genggaman Rahwana. Di dalam menara itu terdapat Shinta yang terlihat bahagia sekaligus cemas. Ia juga melihat Rama bersama pasukannya. Rama terus menggumamkan nama-nama yang tidak jelas. Menurut Isis, nama itu bukan Rahwana atau Shinta, juga bukan Pandora, yang oleh Oder sendiri beberapa kali dilihat sebagai pelaku di balik semua ini.
Pada akhirnya rencana Oder dan yang lainnya bukan hanya mencari menara itu, tetapi juga menyelidiki siapa yang sebenarnya berada di balik sosok Pandora. Namun hal itu tidaklah mudah. Saat mereka menggunakan sihir, yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah menginterogasi Pandora untuk mencari tahu siapa dalang sebenarnya. Pandora berhasil ditangkap, dan ia menyatakan bahwa apa yang dilihat Oder dan yang lainnya hanyalah prasangka.
Motif Pandora sendiri justru menyelamatkan menara-menara, serta berdasarkan protesnya tentang praduga tak bersalah, mereka semua menyelami masa lalu Pandora, di mana benar apa yang dikatakannya, justru dialah yang mencegah setiap menara menghilang, tetapi ingatannya selalu terhapus.
Kemudian Tuhan Yang Maha Esa hadir secara tiba-tiba dan menyatakan bahwa jawabannya harus dicari oleh mereka masing-masing dengan melakukan perjalanan spiritual ke berbagai tempat, sambil bersujud mereka pun mematuhi perintah tersebut.
Akhir pun terbongkar, merekalah sendiri yang selalu membuat menara itu menghilang, karena berbagai peristiwa yang membuat mereka kelaparan dan selalu melihat menara itu sebagai roti, lalu memakannya.