Flash Fiction
Disukai
1
Dilihat
7
Lebur
Romantis
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Jika seseorang lebih memilih cinta di atas solidaritas maka ia akan menyesal seumur hidup.

Di pinggiran kota kumuh Guangdong, tiga sahabat terikat takdir: Fai Fan sang kuli panggul, Lei Changyi sang sarjana sastra, dan Chyou Ho yang selalu melindungi mereka sejak kecil. Fai yang yatim piatu dirawat keluarga Ho, namun karena tak ingin berutang budi, ia bekerja sebagai jawara pemanggul beras di sana. Ho sendiri, meski kaya, lebih memilih tinggal di bengkel bobrok bersama Lei, sahabat yang dianggapnya adik sendiri.

‎Hampir setiap hari bertemu di bengkel, persahabatan mereka mulai retak saat kekasih Ho, Cang Jiao, datang dari Shanghai. Ia gadis cantik dengan sejarah kelam yang memalsukan identitas demi bertahan hidup. Kedatangan Cang membuat Fai dan Lei jatuh cinta. Lei memilih bersaing secara sehat, namun ia malah dipukuli oleh Ho karena dianggap ingin merebut kekasihnya.

‎Melihat celah itu, Fai bergerak kotor. Saat berjudi, ia memprovokasi Ho dengan fitnah bahwa ia dan Lei bertaruh siapa yang bisa menjamah Cang lebih dulu demi uang 1000 yuan hasil mencuri giok ibu Ho. Fai berdalih bahwa semua ide itu berasal dari Lei. Terbakar dendam, Ho menyiksa dan mengurung Lei yang tidak tahu apa-apa.

‎Setelah kejadian mereda, Cang mengaku hamil tanpa tahu siapa ayahnya karena ia telah berbagi kasih dengan banyak pria. Ho murka, ia merenggut nyawa semua pria yang dekat dengan Cang, lalu memilih mengakhiri hidupnya sendiri karena tak sudi mati di tangan hukum.

‎Fai kemudian menghapus sidik jari, membuang bukti, dan menjebak Lei di lokasi kejadian. Polisi yakin itu motif balas dendam Lei. Lei ditangkap dan harus menunggu 30 tahun hingga hari penghakimannya tiba. Namun segalanya harus dibalas, Cang yang ternyata mencintai Lei mengungkap identitas aslinya kepada Fai. Fai menyesal bukan karena usahanya sia-sia, melainkan karena telah menghancurkan solidaritas demi cinta buta. Setelah itu, Cang pun memilih pergi selamanya di kamarnya sendiri.

‎Fai semakin hancur. Sebagai sosok yang tidak berani, ia sebenarnya bisa menceritakan kebenaran, namun ia memilih diam. Di depan mata Fai, Lei terisak saat hendak menemui ajal, tapi Fai memalingkan wajah. Satu-satunya hal paling berharga yang tersisa dalam hidup Fai dijemput takdirnya tepat di depan matanya sendiri. Fai berniat menyusul dengan seutas simpul, namun karena ketidakberaniannya, ia gagal berkali-kali. Penyesalan itu membekas hingga ia tua renta.

‎Fai menangis sesak karena penyesalan dan sifat pengecutnya. Ia hanya duduk menangis di depan kursi dan tali yang sudah melingkar, penyesalan ia gendong sepanjang hayatnya.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi