Flash Fiction
Disukai
2
Dilihat
14
Kisah Setelah Revolusi Pertama Yang Gagal
Drama

‎​Seminggu sebelum revolusi Bolshevik pertama gagal, Rubin harus melakukan perjalanan maut. Ia meninggalkan ayahnya yang sekarat dan adiknya yang masih kecil di dalam rumah yang terkunci rapat demi mencari penawar candu di Moskow. Perjalanan itu berat, ia bersembunyi di bawah gerbong kereta, mempertaruhkan nyawa di antara roda-roda besi.

‎​Di kota, Rubin bertemu dengan Kazan, seorang pria gelap yang meminta bayaran lebih dari sekadar uang. Dalam sebuah kesepakatan yang menyiksa, Rubin harus merelakan kemampuannya untuk berjalan selamanya demi mendapatkan sekantong obat. Ia tidak kehilangan nyawa, tapi ia kehilangan masa depannya sebagai pelari. Kazan meninggalkannya dalam genangan darah, hanya ditemani sebuah tongkat kayu kasar.

‎​Saat polisi mengantarnya pulang, Rubin yang kini terkulai lemas di kursi kereta bertemu dengan Leina. Kabar yang dibawa Leina jauh lebih tajam dari gergaji Kazan: rumah Rubin telah rata dngan tanah. Api dari ketel yang mendidih melahap segalanya karena pintu besi yang ia kunci dengan penuh kasih sayang tak bisa dibuka oleh siapapun. Di jendela kereta, Rubin melihat asap rumahnya dari kejauhan.

Tangannya gemetar memegang sebuah kunci besi dan sekantong obat yang kini tak lagi punya tujuan.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi