DESTINY

Ditahun 1975, Nyonya LIANG ditugaskan ke Amerika selama 6 bulan untuk membantu Rumah Sakit disana yang sedang kekurangan Dokter bedah saraf. Setelah tiba di Amerika, dia langsung menulis surat kepada suaminya untuk memberikan kabar bahwa dia telah sampai di asrama Rumah sakit dengan selamat.

Namun secara tidak sengaja, tukang pos yang ada di Jakarta melakukan kesalahan. Tukang pos mengirimkan surat itu ke rumah Nyonya Liang lainnya yang ternyata pemilik nama tersebut, baru meninggal kemarin.

Saat surat itu sampai, segera Tuan CHEN, suami dari Nyonya Liang membacanya. Dalam hitungan detik suhu badan Tuan Chen berubah derastis. Dia hampir terkena serangan jantung.

Disurat itu tertulis, “Sayang, pagi ini aku sudah tiba dengan selamat, tiga hari lagi aku akan suruh orang menjemputmu, tolong beritahu ibu. Dari istri yang menunggumu -Liang-.”

Karena Tuan Chen tidak ingin mati, dia terpaksa mengakui perbuatannya didepan ibunya bahwa dia telah membunuh istrinya sendiri. Liang mengetahui Tuan Chen selingkuh. Saat Liang ingin memberitahukan hal itu kepada martuanya, Tuan Chen langsung membunuhnya.

Alhalsil tadinya Tuan Chen merasa sudah bebas total dari masalahnya, tapi ternyata takdir memilih untuk dia berakhir di jeruji besi seumur hidup.

16 disukai 1 komentar 786 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
nice
Saran Flash Fiction