WARNA YANG HILANG

Dirumahnya,

DEWO (25 thn) sedang santai sambil mengutak atik remot tv mencari siaran. Dewok melihat jam, menunjukkan pukul 21:00. Dia mengambil Handphone nya, mencari kontak dengan nama ”Sayangku” dan menelepon.

DEWO: Hallo sayang, aku dari tadi nunggu telpon kamu, kita gak keluar? Ini kan malam minggu.

Pacarnyanya menjawab dengan lemas.

PACARNYA: Sayang, kayaknya aku gak bisa keluar deh, badan aku dari tadi sore panas, aku lagi golek nih dikamar.

Mendengar itu, Dewo khawatir langsung berdiri.

DEWO: Loh kok bisa?! bukannya tadi sore kamu masih main gitar ya? baik-baik aja kan?!

PACARNYA: Ia tadi memang baik, tapi begitu selesai mandi, badan aku pegal-pegal semua, trus kayak menggigil gitu jadinya nya.

DEWO: Kalau gitu kita berobat ya? Aku temanin.

PACARNYA: Gak usah sayang, aku tadi udah minum obat dari Apotik.

DEWO: Yauda kamu istirahat aja deh, Handphonenya dimatiin biar gak keganggu. Pakai selimut terus banyak minum air putih sayang.

PACARNYA: Iya sayang, maaf ya...

DEWO: Iya gak apa-apa, cepat sembuh ya sayang..

Dewo mematikan HP nya. Dua jam kemudian Dewo masih nonton TV menikmati konser musik secara Live. Tapi begitu sedang asik bersenandung, Dewo melihat pacarnya Fitry (21 thn) lagi nonton konser sambil bergandengan tangan dengan sorang pria. Sekitar 10 detik kamera menangkap wajah mereka berdua dan pria tersebut mengecup kening Fitry.

Dewo langsung emosi, membuang remotnya dan berlari keluar.

Ditempat konser, Salah satu vokalis band pengisi acara tersebut mengjak penonton ngobrol.

VOKALIS: Teman-teman semua, saya baru dapat kabar kalau ada salah satu penonton yang ingin mengutarakan isi hatinya, sepertinya ini akan terasa sangat sedih dan tragis. Kita sambut langsung, mas Dewo naik ke atas panggung.

Fitri yang tadinya sangat bersemangat menunggu pria tersebut, benar- benar terkejut. Dewo melihatnya dengan tatapan tajam.

DEWO: Fitry kita Putus.

Semua penonton berteriak.

DEWO: Kamu selingkuh dari aku. Kamu bilang kalau kamu lagi sakit, tapi aku lihat kamu disini berpegangan tangan sama cowok lain. Aku gak terima. Sekarang rasa sayang aku yang kuat sama kamu sudah berubah jadi rasa benci. Terimakasih atas kebohongan kamu.

VOKALIS: Mas Dewo, orangnya ada disini

Dewo mengangguk.

VOKALIS: Boleh tunjuk orangnya yang mana?

Dewo tersenyum tipis.

DEWO: Saya mohon jangan, mas. Walaupun saya benci dia, tapi saya gak mau buat dia malu.

Vokalis dan seluruh penonton tepuk tangan sementara Fitry merasa malu menundukkan wajahnya.

DEWO: Dia udah memilih jalannya, dan mungkin memang saya tidak ada dijalan itu. Saya belajar ikhlas.

Semua penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah kepada Dewo. Sudah seminggu berlalu tetapi masih banyak berita- berita tentang Dewo. Dia viral diseluruh media.

Sementara Fitry menangis sambil menonton acara talk show yang mengundang Dewo untuk bercerita tentang kisah nya. –SEKIAN-

10 disukai 959 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction