DENDAM PUKI

Sonya (22 Thn) membuka lemari dapur dan mengeluarkan makanan Anjing serta sebuah botol kecil. Lalu memberinya kepada pacarnya, Tomi (20 Thn), yang sedang tiduran di sofa.

“Jadi harus aku yang jaga Puki?” tanya Tomi dengan malas.

“Puki mau Papanya yang jaga, bukan aku yang minta, loh.” Jawab Sonya.

“Papa nya? Emang aku Anjing?! trus kamu apa? mamalia?” Tomi merasa risih.

“Hehe… Anggap aja ini latihan ngurus bayi,” sonya tertawa, “Lagian aku perginya kan cuma dua hari, kamu gak usah balek ke kosan.”

“Hmmm…” Jawab Tomi dengan santai.

“Sayang kamu hati-hati mandiin Puki, itu bulunya mudah rontok.” Sonya memperingati dengan lembut.

“Bisa diganti pakai Wig kan?” Tomi malah bercanda.

“Kamu serius dong, aku udah telat nih. Trus ini pil dicampurkan kemakanan nya.” Sonya menunjukkan sebuah botol kecil yang dibawanya dari dapur.

“ok, beres bos… yaudah, yok” Tomi mengangkat tas Sonya, sambil mereka berdua berjalan keluar. Setelah Tomi memasukan tas Sonya kedalam mobil, Sonya langsung memeluknya.

“Sayang aku pergi ya, kamu baik-baik sama Puki.” Tomi menatap Sonya dengan lembut.

“Kamu hati-hati, jangan lupa telpon kalau udah sampai Bandung.”

“Ia…” Jawab Sonya.

Sonya masuk kedalam Mobil saat Tomi membukakan gerbang. Ketika Mobil keluar dari jalanan kecil, Tomi lompat kegirangan merasi ia bebas.

Tomi masuk kedalam rumah sambil berteriak “Pukii… Pukii… Pukimaiiiii…”

Paginya setelah dua hari berlalu, Tomi sedang sarapan dengan sekotak pizza sambil sesekali tertawa menonton TV. Tak lama Handphonenya berdering, Sonya memanggil.

Tomi mengangkatnya. “Halo, sayang… udah dimana?” mendengarkan telephone, “Ohh 5 menit lagi sampai, kamu singgahin beli sarapan buat kita kan?” “Tenang sayang, Puki aman kok, dia juga udah sarapan, ini dia lagi main-main di SOFAAAAAAA… HAAA!!” Tomi kaget melihat Puki kejang-kejang dan langsung menghampiri nya. “Sayang Puki tiba-tiba kejang-kejang gak tau kenapa” “Ia sayang aku tunggu.”

Dirumah sakit, Sonya dan Tomi menunggu dengan cemas. Tak lama Dokter keluar, Sonya dan Tomi langsung menghampiri.

“Gimana dok?” tanya Sonya.

“Operasinya berjalan dengan lancar, Puki selamat.” Dokter menjawab. Sonya dan Tomi merasa legah.

“Tapi ada satu hal yang mengganjal” Lanjut dokter.

“Apa itu, dok?” Sonya kembali bertanya.

“Ayo ikut saya” Dokter mengajak mereka keruangan nya.

Setibanya diruangan pribadi, Dokter menggeleng dan menggaruk kepalanya. “Ee… begini, mungkin ini sedikit canggung, tapi saya harus bilang kalau Anjing kamu keracunan.”

Sonya tertawa merasa tidak percaya. “Itu mustahil dok, Anjing saya gak pernah konsumsi makanan sembarangan, pacar saya bisa pastikan itu kok”

“Benar Dok, Makanan nya dijamin aman, Tanya aja sama Puki kalau gak percaya.” Jawab Tomi sambil menerima kakinya dicubit Sonya.

“Kalian masih pacaran?” Dokter terlihat canggung. 

“Maksudnya?” Tanya Sonya dengan raut wajah kesal. 

“Kami baru saja mengeluarkan lima Kondom dari perut Puki, dia keracunan itu.”

“Haaa!! Kondom?!!” Sontak Sonya kaget. Sedangkan Tomi mulai ketakutan sambil bergumam pelan “Perasaan gua udah buang ke tong sampah.”

Dokter menunjuk Tomi dan Sonya. “Itu punya Kalian kan?” dengan polosnya Sonya menjawab “Saya masih perawan Dok.

Dokter terkejut dan langsung melihat ke arah Tomi. Mereka sejenak Hening, Sonya tersadar, menatap seram ke arah Tomi, Wajah Tomi tampak pucat. Dengan wajah memelas sambil melihat Sonya, Tomi berkata “Sa.. sa.. sayang!!! 

27 disukai 2 komentar 953 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Puu kiii😂😂😂
Menghibur. Terima kasih
Saran Flash Fiction