Harta Karun Pembawa Malapetaka
Slice of Life
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Siang hari sungguh menyiksa diri. Panasnya matahari yang sangat terik membuat tubuh terasa terbakar. Di siang hari yang mengerikan itu, seorang pemuda bernama Farhan terus berjalan tanpa memikirkan keadaan di sekelilingnya. Tanpa menghiraukan teriknya matahari saat itu.
Pakaian rapi yang dikenakannya kini telah kehilangan aroma wanginya karena terkena keringat yang membasahi tubuhnya. Dokumen-dokumen yang digenggam dengan tangan kanannya kini beralih fungsi menjadi sebuah kipas yang ia gunakan untuk menghilangkan gerahnya. Wajahnya yang terlihat cerah di pagi hari kini telah menjadi kusam karena letih. Tenggorokannya pun telah kering karena panas m...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Harta Karun Pembawa Malapetaka
Anggrek Handayani
Cerpen
Hampa
Arkina Melantri
Cerpen
Konvergensi di Ruang Sunyi : Episteme Dua Jiwa
Ezra Jo
Cerpen
Déjà Vu
Firman Fadilah
Cerpen
Opini Abnormal
Nazila
Cerpen
Rumah Tangga Tetangga
Priy Ant
Cerpen
Aku Belum Selesai, Tapi Aku Bertahan
Vincentius Atrayu Januar Dewanto
Cerpen
Membaca Jiwa
Imas Hanifah N.
Cerpen
Looking Back on the Things I've Done, I was Trying to be Someone
diarymilks
Cerpen
Musuh Jadi Istri
Novita Ledo
Cerpen
Jendela Nostalgia
agnes
Cerpen
RAHASIA 17 TAHUN
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Skripsi oh Skripsi
Nuel Lubis
Cerpen
Kala Sepi Melanda
ThidaRak
Cerpen
Menyesal Setelah Kehilangan
Ardelia Rafilah Basya
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Harta Karun Pembawa Malapetaka
Anggrek Handayani
Novel
Bronze
Sepasang Satria Piningit
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kembalikan Senyum Ibu
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Aku Ingin Terlahir Kembali
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kakek dan Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Selamat Tinggal Tanah Kelahiranku
Anggrek Handayani
Novel
Bronze
Sebuah Pengabdian
Anggrek Handayani
Novel
Bronze
Sebuah Pengabdian 2
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Menggapai Asa di Tengah Samudera
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kenapa Tidak Boleh?
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Yang Pergi untuk Kembali
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kenapa Tak Ingin ke Kota?
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Nasihat Kakek Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Si Kecil di Tepi Jalan
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kenangan Bulan September
Anggrek Handayani