Duka dalam Tawa
Slice of Life
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Reyhan hanya bisa menundukkan kepalanya dan tak mampu berkata apa-apa saat ayahnya memarahinya sore itu. Hampir saja ia menangis karena suara lantang ayahnya yang membuatnya begitu ketakutan. Kedua bola mata ayahnya terus melotot padanya yang masih tertunduk itu. Tubuh Reyhan menjadi semakin gemetar saja.
Sang ayah terus memarahi Reyhan tanpa berhenti. Nada suaranya semakin tinggi. Sang ibu mencoba untuk membelanya namun tetap saja tidak berhasil. Reyhan tetap saja mendapat amarah dari sang ayah.
“Sekali lagi kamu berani bermain dengan anak miskin itu, maka ayah akan menghukummu dengan hukuman yang sangat berat. Kamu sudah berani mencemarkan nama baik keluarga ini deng...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Duka dalam Tawa
Anggrek Handayani
Cerpen
Bintang Kecil di Jendela
Novita Ledo
Cerpen
ANTARA LAUT DAN LANGIT BANDUNG
angin lembah
Cerpen
Sebentar
eSHa
Cerpen
Lima Kelopak di Taman yang Layu Sebelum Mekar
Nuryanti
Cerpen
Peluh Demi Cita
Senya
Cerpen
Toko Buku Kecil di Kaki Bukit
Rafael Yanuar
Cerpen
YANG TERSISA DARI HUJAN
Miradevoncho
Cerpen
Taman Kanak-Kanak
Achmad Afifuddin
Cerpen
Musim Hujan di Bulan Ramadhan
Saskia Azzahra
Cerpen
Pelajaran Menulis Cita-Cita
Nana Sastrawan
Cerpen
Persimpangan di Stasiun Kereta
AnotherDmension
Cerpen
Nada y Pues Nada
Eki Saputra
Cerpen
Conversation with Me
hyu
Cerpen
Story Of My Life
idntcare
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Duka dalam Tawa
Anggrek Handayani
Novel
Bronze
Sebuah Pengabdian
Anggrek Handayani
Novel
Bronze
Sepasang Satria Piningit
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Yang Pergi untuk Kembali
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kenapa Tidak Boleh?
Anggrek Handayani
Novel
Sebuah Pengabdian 2
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kenapa Tak Ingin ke Kota?
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kakek dan Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Nasihat Kakek Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Menggapai Asa di Tengah Samudera
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Selamat Tinggal Tanah Kelahiranku
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Si Kecil di Tepi Jalan
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kembalikan Senyum Ibu
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Aku Ingin Terlahir Kembali
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Kenangan Bulan September
Anggrek Handayani