Bunga Di Kota Senyap
Penulis: Sapto Nugroho
Kategori
Thriller
Bagian
15
Suka
0
Favorit
QR Code
Bagikan
Pengenalan
Daftar Bagian
Blurb
Puspa, mahasiswi di kota Senyap, mengalami kejadian yang aneh, ketika mendadak semua orang di kota menghilang, entah ke mana. Tinggal Puspa sendirian dalam keheningan bak kota mati.
Konon, Kota Senyap memunculkan fenomena aneh yang menggambarkan kondisi jiwa orang yang sedang membutuhkan cinta.
Ketika kondisi berubah seperti normal kembali, Puspa semakin bingung karena semua orang memanggilnya dengan nama BUNGA.
Dan Puspa semakin takjub saat mengetahui kalau tidak ada hal magis atau sejenisnya. Karena dibalik semua kejadian luar biasa itu, ada seseorang dengan cinta sejati nan tulus yang menjadi penyebabnya.

Note:
97 Halaman, ketika ditulis dg format Standard Script For Film
Premis
BUNGA, remaja manja egois yang kering tanpa cinta, harus menghadapi fenomena aneh Kota Senyap, di mana semua orang tiba tiba menghilang, tinggal BUNGA sendirian. BUNGA harus menemukan cinta dirinya untuk bisa keluar dari fenomena aneh itu.
Pengenalan Tokoh
BUNGA (P/19), mahasiswi pintar, tertib, linear, egois, sedikit jutek, sedikit manja, tertutup dan menyimpan kesepian dirinya dengan banyak membaca.

FAJAR (L/27) cowok macho, tegap, atletis, cool, egaliter, penuh kehangatan dan persahabatan.

RAKA (L/43) Pria eksentrik, misterius penuh filosofis dan pengayom yang ramah.
Sinopsis
BUNGA, mahasiswi yang pintar, tertutup, manja dan egois, sedang kuliah di Kota Senyap. Tanpa disadari BUNGA, satu sosok Wanita setengah baya selalu mengamati dirinya dari jauh.

Suatu hari BUNGA bangun dari tidur dan mendapati seluruh kota sepi tidak ada orang. Semua orang menghilang!
BUNGA panik, histeris, takut, dalam kesendirian berlarian menyusuri seluruh pelosok kota yang sepi bak kota mati. BUNGA menangis sampai kering air mata, berteriak melolong, tapi disadari itu semua tidak merubah keadaan.
Sekonyong-konyong BUNGA melihat satu sosok aneh berkelebat, BUNGA terkejut, karena sosok itu adalah dirinya sendiri!
BUNGA ketakutan, meringkuk dalam kamar seharian.

Setelah beberapa hari dalam kesendirian, ketakutan, putus asa, tiba tiba muncul RAKA yang menamakan dirinya SANG PAMAN, memberikan nasehat filosofis kepada BUNGA. Hingga pada pertanyaan "Siapa kamu?"
BUNGA yang masih bingung dan takut, antara senang karena ada teman orang lain, dan marah karena nasehat RAKA yang menyinggung dirinya.
Apalagi RAKA kemudian menghilang begitu saja dan meninggalkan BUNGA sendirian lagi.

Hari berikutnya, BUNGA bangun tidur, dan mendapati suasana kota kembali ramai, normal banyak lalu lalang orang, hilir mudik kendaraan. BUNGA senang, kemudian melanjutkan aktifitas biasanya, seperti tidak pernah terjadi hal yang aneh.
Seorang cowok memakai jaket dan tudung kepala, mengamati dan membuntuti BUNGA.

Dalam kebhagiaan berada di antara banyak orang, BUNGA kembali dilanda keheranan, karena semua orang memanggilnya dengan nama PUSPA. BUNGA semakin Bingung dengan situasi yang tidak dia dimengerti ini.

Dalam kebingungannya, seseorang beraksi hendak membunuh BUNGA, tetapi BUNGA diselamatkan oleh cowok berjaket yang selalu membuntutinya. Cowok berjaket itu adalah FAJAR.
Ternyata FAJAR adalah sejenis penjaga kota, yang dikenal oleh semua orang di kota Senyap. Kemudian BUNGA dan FAJAR sering bersama dan menjalin hubungan istimewa.
Di tengah keresahan dan penasaran tentang semua orang yang memanggilnya dengan nama PUSPA, BUNGA melakukan penyelidikan tentang PUSPA. Lalu BUNGA menemukan fakta, bahwa PUSPA adalah saudara kembarnya, yang baru dia tahu.

Perasaan BUNGA antara senang, marah, penasaran dan menikmati kebahagiaan bersama FAJAR, tiba tiba harus berubah, karena kota Senyap kembali sepi dan semua orang menghilang. BUNGA kembali putus asa, dalam kesepian dan kesendirian.

Saat BUNGA memberanikan diri keluar untuk mencari makan karena lapar, BUNGA melihat RAKA, yang kembali memberi nasehat filosofis da aneh. BUNGA, antara senang, marah dan cemas terhadap RAKA.

Kembali RAKA tiba tiba pergi begitu saja, membuat BUNGA semakin jengkel.

Dalam kesendiriannya, BUNGA melihat sosok SIWO, yakni pembunuh bertopeng yang pernah diceritakan FAJAR. Saat melarikan dari dari SIWO, BUNGA terjatuh dan pingsan.
Tiba tiba BUNGA bangun di kamar mayat, lalu spontan berlari keluar, dan didapatinya, satu kota penuh dengan SIWO. BUNGA panik, takut, berlari ke kamar. Dan upaya membela diri, BUNGA menyerang sosok orang yang dikira SIWO, padahal FAJAR.
FAJAR mati oleh tangan BUNGA sendiri.

BUNGA lalu dipenjara. Kesedihan, kesengsaraan, kesepian dan kesendirian sangat menggegap BUNGA. RAKA yang muncul dan lagi lagi memberi nasehat bijak, ditanggapi oleh BUNGA dengan marah dan jengkel.

Keesokan harinya, BUNGA dikeluarkan dari penjara. BUNGA sudah lemas, putus asa, tidak ada semangat hidup.
Tapi, saat melihat GENG GEMBRET, gerombolan preman yang mengganggu tukang sayur, karena teringat FAJAR, BUNGA menjadi berani dan melawan GENG GEMBRET. Tapi, BUNGA malah dihajar oleh GENG GEMBRET.

Dan diluar dugaan, orang orang sepasar, membela BUNGA melawan GENG GEMBRET dan mengusir GENG GEMBRET.

BUNGA terharu, karena dibela oleh banyak orang, yang untuk pertama kalinya dia rasakan dalam hidupnya.
Lalu BUNGA prihatin dengan GENG GEMBRET, kemudian BUNGA mendekati GENG GEMBRET dan menawarkan sebuah persahabatan. Diluar dugaan, GENG GEMBRET menyambut persahabatan BUNGA.

Dalam waktu singkat, BUNGA bersahabat dengan semua orang di Kota. BUNGA menjadi sosok yang hangat dan ceria.
Tetapi ada satu ganjalan dalam diri BUNGA, karena semua orang memanggilnya PUSPA.

Kemudian, karena urusan hukum keluarga, BUNGA harus kembali ke rumahnya di kota Besar. Dalam perjalanan di ujung kota Besar, sopir taxy yang dinaikin BUNGA, berusaha membunuh BUNGA. Dan satu sosok berhelm muncul, menyelamatkan BUNGA, melawan Sopir Taxy pembunuh.
Sosok berhelm itu ternyata adalah FAJAR!

BUNGA kaget, senang, heran dan juga marah karena merasa dikerjain. Apalagi di tengah kepanikan, FAJAR memanggilnya dengan nama BUNGA.
"Kau memanggilku BUNGA, berarti aku tidak gila!" kata BUNGA.

Kemudian, Sopir Taxy Pembunuh berhasil mengalahkan FAJAR hingga FAJAR terpelanting jatuh ke selokan.

Saat BUNGA terdesak, tiba tiba, Sopir Taxy Pembunuh terkapar karena terkena anak panah yang menancap di dadanya.

BUNGA dalam kebingungannya heran, karena di selokan FAJAR sudah menghilang.

BUNGA merenung, dan keesokannya, BUNGA memberikan maaf kepada Ibu tirinya, yang telah membunuh Ibunya dan adik kembarnya. Dan telah berkali kali mengirim Pembunuh bayaran untuk membunuh dirinya.

Lalu BUNGA menyerahkan semua harta kekayaannya kepada Ibu Tirinya, supaya Ibu tirinya tidak perlu berpikiran menyingkirkan dirinya lagi. Dengan satu perjanjian, Ibu Tirinya harus mengunjungi BUNGA di kota Senyap, suatu saat nanti.

BUNGA kembali ke Kota senyap, kemudian melakukan pencarian, akhirnya berhasil menemukan sebuah kejutan yang mengharukan.
Fajar dan Sang Paman bersama!
Lalu, ternyata Puspa, adik kembar BUNGA!
Lalu, Susana, Ibu kandung BUNGA!

Ternyata, Kota Senyap yang sepi, dan sebagainya, adalah sebuah sandiwara besar yang dirancang oleh Ibu BUnga, karena kasih cintanya pada BUNGA.
Artikel Untukmu
The King of Fighters Allstar Hadirkan Kolaborasi 'Samurai Shodown'
Game The King of Fighters Allstar hadirkan kolaborasi 'Samurai Shodown'
3 Cara Membasmi Sarang Semut di Rumah yang Dijamin Ampuh
GenPI.co - Setiap rumah kemungkinan besar ada semutnya. Semut akan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Terutama di musim hujan dan ketika ada makanan berceceran atau minuman yang tumpah di lantai. Bagaimana cara mengusir semut di rumah? BACA
Jatuh Hati dengan Janda, Pertimbangkan 3 Hal Ini Dahulu
GenPI.co - Wanita berstatus janda sering kali dikonotasikan negatif oleh segelintir orang. Padahal, wanita tersebut memiliki banyak kelebihan tersendiri dalam hidupnya dibandingkan orang yang belum menikah. BACA JUGA:Inilah 4 Pesona Janda Yang Bikin
Berikut Ini Adalah Beberapa Mobil Hasil Modifikasi Super Kreatif, Jangan Sampai Ketinggalan
Kalian senang dengan mobil-mobil hasil modifikasi? Coba simak beberapa mobil hasil modifikasi paling unik dan kreatif berikut ini sebagai tambahan inspirasi.
Lepas Kepergian Haji Lulung, Karangan Bunga Kolega Penuhi Jalan
GenPI.co - Karangan bunga ungkapan dukacita atas meninggalnya politikus senior Abraham Lunggana alias Haji Lulung mulai berdatangan di rumah duka. Berdasarkan pantauan GenPI.co, karangan bunga ini berjejer tak jauh dari rumah duka Haji Lulung di dae