Bloody Money
Penulis: Eunike Hanny K
Kategori
Thriller
Bagian
13
Suka
4
Favorit
QR Code
Bagikan
Pengenalan
Daftar Bagian
Blurb
Kartaji adalah pembunuh bayaran yang berniat mengundurkan diri setelah menyelesaikan pekerjaan terakhir. Armand adalah penjudi berat yang berutang pada Don Bruno, atasan Kartaji. Untuk melunasi utangnya, Armand mengajak temannya, David dan Melly, merampok uang Don Bruno yang dikirim oleh perusahaan kargo. Usaha perampokan itu berhasil, namun mereka tidak menyadari ada satu kekuatan aneh dari uang 1 dolar bernoda darah yang mereka temukan di dalam salah satu karung uang rampokan itu.
Bagaimana nasib para tokoh dalam kisah ini

Premis
Armand yang tengah terlibat utang mengajak dua kawannya untuk merampok, mereka saling ingin menguasai uang rampokan tersebut, dan pada akhirnya semuanya mati.
Pengenalan Tokoh
1. ARMAND
- Umur 28 tahun, wajah ganteng, tinggi badan 170-180 cm, berad badan seimbang dan berperawakan kekar, klimis, kulit sawo matang
- Bertato di balik lengan, punggung, telapak tangan kiri, di belakang leher dan sepanjang tangan kiri
- Tipe protagonis, berjiwa pemimpin, ahli strategi
- Berpembawaan tenang/kalem, selalu rapi
- Setia kawan
- Serakah, Jahat, licik, pengkhianat
- Suka memakai kaus lengan pendek, perokok berat

2. MELLY
- Umur 28 tahun, berwajah cantik/innocent face, tinggi 170-175 cm, berat badan seimbang, seksi dengan rambut hitam panjang, kulit kuning langsat
- Tipe protagonis, feminim, setia kawan
- Cerdas tapi gampang panik dan mudah diatur
- Berpenampilan sporty
- Serakah, Jahat, licik, pengkhianat, pendendam
- Suka memakai topi dan sepatu kets

3. KARTAJI
- Berumur 50 tahunan, tampan tapi terlihat dingin, tinggi badan 170-180 cm, badan kekar dan potongan rambut panjang sebahu yang sudah beruban, berkumis dan kulit sawo matang
- Tipe protagonis, pendiam, cerdas, ahli strategi, sorot mata tajam
- Jahat, Kejam
- Penampilan seperti rocker, sayang keluarga, suka memakai jaket kulit
- Berprofesi sebagai pembunuh bayaran

4. DON BRUNO
- Umur sekitar 50 tahunan, tampan (tipe wajah Amerika latin), tinggi badan 170-180 cm, gemuk, dengan potongan rambut pendek, klimis, dan rapi, warna kulit putih bersih
- Tipe Antagonis
- Berjiwa pemimpin, ahli strategi, banyak bicara, sorot mata tajam
- Penampilan selalu rapi (dandy)
- Serakah, Jahat, licik, kejam
- Penampilan bak mafia Italia, punya penyakit asma akut
- Merupakan boss mafia
Sinopsis
Kartaji adalah seorang pembunuh bayaran (hitman). Kartaji bekerja pada Don Bruno yang mempunyai bisnis kriminal seperti rentenir dan penyedia jasa pembunuh bayaran. Suatu kali Kartaji ditugaskan membunuh Armand yang telah merampok uangnya. Kartaji setuju dan menyatakan niatnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai pembunuh bayaran setelah tugas itu selesai. Don Bruno menyetujuinya.

Kartaji punya istri dan seorang puteri yang masih duduk di kelas 1 SMP bernama Kartika. Suatu pagi sebelum ke sekolah, Kartika bercerita bahwa saat ia di-bully oleh kakak kelasnya, ia ditolong seorang gadis berseragam SMA, tapi Kartika tidak sempat bertanya siapa nama gadis itu. Mereka hanya sempat foto bersama. Kartika memberikan foto itu pada Kartaji.

Armand adalah seorang penjudi berat yang terlibat utang pada Don Bruno. Don Bruno memerintahkan Victor yang kejam untuk menagih utang pada Armand. Saat ditagih, Armand tidak punya uang, semuanya habis di meja judi. Karena tidak mampu membayar, maka Don Bruno menganiaya Armand dan mengancamnya. Jika dalam satu minggu tidak bisa melunasi utang, Don Bruno akan memotong jari Armand satu persatu sesuai hari keterlambatan.

Karena tidak ada makanan di rumahnya, tengah malam Armand membeli makanan di minimarket 24 jam. Saat Armand pulang, tanpa sengaja ia melihat mobil Victor masuk ke sebuah gedung perusahaan kargo (pengiriman barang). Armand mengikutinya, ternyata Victor membawa uang haram milik Don Bruno untuk diselundupkan keluar daerah. Pemilik perusahaan kargo itu adalah Javed. Armand mempunyai ide untuk merampok uang Don Bruno.

Armand mengajak David dan Melly untuk membantu merampok uang Don Bruno. Awalnya teman-temannya itu menolak. Tapi karena merasa kasihan pada Armand yang jiwanya terancam, akhirnya David dan Melly mau membantu. Mereka sepakat bertemu di Café Zeus. Dalam pertemuan itu Melly mengajak kekasihnya Vincent. Armand marah dan tidak setuju dengan bergabungnya Vincent, tapi Melly punya alasan. Mereka perlu menambah personil, karena jika hanya bertiga terasa kurang. Terpaksa Armand menyetujuinya, apalagi David sudah lebih dulu menyetujui bergabungnya Vincent. Pada waktu yang sudah diatur, mereka berempat merampok uang Don Bruno dengan cara menabrak mobil pengangkut uang. Usaha mereka berhasil.

Sementara itu, Javed merasa galau karena uang keberuntungannya (seperti uang logam keberuntungan milik Gober Bebek) hilang. Uang keberuntungan Javed berupa uang kertas bernilai 1 dolar Amerika yang bernoda darah. Uang itu didapat Javed dari seorang dukun bernama mbah Kasman, yang berpesan agar Javed menjaga uang keberuntungan itu. Jika hilang, maka seluruh usaha Javed akan bangkrut.

Setelah berhasil membawa kabur uang rampokan, Armand dan teman-temannya menenggelamkan mobil yang dipakai untuk menabrak mobil boks yang mereka rampok. Dengan satu mobil, mereka menuju tempat persembunyian.
Armand, Melly, David dan Vincent bersembunyi di sebuah rumah yang berada di tengah hutan. Ketika mereka tengah menghitung uang hasil rampokan, mereka menemukan uang satu dolar bernoda cap jempol darah. Uang keberuntungan Javed yang hilang itu ternyata terselip di antara tumpukan uang yang berhasil dirampok Armand dan kawan-kawan. Tanpa mereka sadari, uang keberuntungan Javed itu memengaruhi Armand dan teman-temannya bagaikan sebuah magic.

Di kantornya, Javed didatangi polisi yang mengabarkan bahwa mobil box-nya dirampok, dua pegawainya luka berat, dan satu mati karena luka tembak. Javed tidak memberitahu polisi mengenai uang yang hilang dari mobil box itu karena uang itu adalah uang hasil kejahatan Don Bruno.

Javed menemui Don Bruno untuk melapor tentang uangnya yang dirampok. Javed bersedia bertanggung jawab untuk mengganti uang Don Bruno yang dirampok. Don Bruno tidak mempermasalahkannya dan meminta rekaman CCTV. Melalui rekaman itu, Don Bruno tahu bahwa yang merampok uangnya adalah Armand.

Don Bruno marah besar dan menghubungi Kartaji untuk menangkap dan membunuh Armand. Kartaji yang sudah pensiun semula tidak mau melakukan pekerjaan tersebut, namun akhirnya bersedia karena Don Bruno menyandera anak dan istrinya. Dibantu Victor, Kartaji mengejar dan mencari keberadaan Armand.

Untuk mengetahui keberadaan Armand, Kartaji menculik adik Armand, Karina, yang masih duduk di kelas 3 SMA. Belum juga mereka berhasil menemukan Armand, antara Victor dan Kartaji terjadi konflik, memang sejak pertama mereka bertemu sudah saling tidak suka. Victor ingin memperkosa dan membunuh Karina, tapi keinginan itu dicegah oleh Kartaji. Mereka berkelahi dan saling membunuh, dan pada akhirnya mereka berdua mati.

Ketika Kartaji tengah sekarat, terkuaklah rahasia mengapa Kartaji menolong Karina dari gangguan Victor. Ternyata Karina adalah anak SMA yang menolong anaknya Kartika ketika tengah di-bully kakak kelasnya. Kartaji tahu Karina yang menolong putrinya dari foto pemberian Kartika. Foto itu disimpannya di dalam saku jaketnya.
Sementara itu, di tempat persembunyian, Armand, Melly, David dan Vincent ingin menguasai uang rampokan tersebut. Anehnya, setelah menemukan uang satu dolar bernoda jempol berdarah, Armand, Melly, dan David memimpikan hal yang sama, yaitu masing-masing ingin menguasai uang hasil rampokan dan mereka satu sama lain saling bunuh. Hanya Vincent yang tidak mengalami mimpi seperti mereka.

Karena tidak ada makanan, David dan Vincent pergi untuk membelinya. Setelah kepergian mereka, Melly mengkhianati David dengan mengatakan pada Armand bahwa makanan akan diberi racun oleh David. Tentu saja Armand tidak sepenuhnya percaya. Ternyata di perjalanan, David sudah merencanakan untuk membunuh Vincent, alhasil bukan Vincent yang dibunuh David, malah David yang dibunuh Vincent.
Melly kaget setengah mati karena bukan Vincent yang terbunuh (karena Melly bersekongkol untuk membunuh Vincent dan Armand, di ending cerita semuanya terungkap bahwa yang jahat adalah Melly, dia yang merencanakan semuanya).

Melly berpura-pura sedih atas kematian David. Melly pun menyiapkan makanan, dan mengetahui bahwa makanan sudah diracuni oleh David. Makanan yang sudah ditandai dengan karet warna hijau artinya beracun, diberikan pada Vincent yang tidak tahu bahwa makanan tersebut sudah diracuni David, sedangkan Melly dan Armand tidak makan karena Melly tahu makanan itu telah diberi racun (Armand tidak tahu bahwa makanan yang karetnya hijau beracun, dan direncanakan untuknya).

Vincent menyuruh Melly dan Armand untuk makan. Tiba-tiba Armand menodongkan pistolnya menyuruh Melly makan, dan tanpa pikir panjang Melly makan makanannya karena ia tahu makanannya tidak beracun.

Melly dan Armand menunggu reaksi yang akan muncul karena makanan itu. Namun ternyata di antara mereka tidak ada yang keracunan. Armand pun menodongkan pistol pada Melly, menganggap cerita Melly tentang David ingin meracuninya adalah sebuah kebohongan.

Tiba-tiba terdengar suara Vincent kesakitan yang amat sangat dari luar rumah (pondokan). Terlihat Vincent terkapar tewas karena keracunan, barulah Armand percaya pada Melly. Armand pun menggali lubang untuk mengubur Vincent.
Setelah lubang selesai digali, saat Armand keluar dari lubang galiannya, berdiri di hadapannya Melly yang tengah menodongkan pistol padanya. Melly ingin memiliki semua uang hasil rampokannya. Ketika pelatuk pistol ditarik, ternyata pistol tidak ada pelurunya. Armand pun tertawa terkekeh-kekeh, karena peluru pistol tersebut telah ia kosongkan. Melly pun melarikan diri. Armand menembaknya, dan Melly jatuh terkapar.

Dalam keadaan sekarat, gadis itu dikubur bersama Vincent. Melly pun mati terkubur.
Armand kembali ke rumah (pondokan). Dia mengambil tas berisi uang dan juga minuman kaleng di atas meja. Ketika Armand hendak pergi dengan mobil, ternyata tanki mobilnya telah dibocori oleh David, terpaksa ia pergi dengan berjalan kaki.
Karena tidak mendapat kabar dari Kartaji dan Victor (karena mereka sudah mati dan Don Brunot tidak mengetahuinya), Don Bruno pun menyusul. Sampailah Don Bruno di rumah (pondokan) tempat persembunyian Armand (Armand pun sudah meninggalkan pondokan tersebut). Don Bruno tidak menemukan siapa-siapa.

Ketika Don Bruno keluar dari rumah (pondokan), ia terkejut karena rumah (pondokan) sudah dikepung polisi. Ternyata Karina yang menghubungi polisi. Melihat itu semua Don Bruno panik dan ketakutan. Don Bruno yang mempunyai penyakit sesak nafas, ingin mengambil alat bantu pernapasan di kantong celananya, namun polisi mengira Don Bruno akan mengambil pistol. Tanpa ampun, polisi menembak Don Bruno, dan ia pun tewas seketika.

Sambil berjalan Armand mengambil minuman kaleng yang dia taruh di kantong tas ransel. Dia buka lalu meminumnya sambil terus berjalan. Sampailah Armand di sebuah jalanan sepi. Mendadak Armand menghentikan langkah, pandangannya buram dan bumi seakan-akan berputar, dan dari hidung Armand mengalir darah segar. Armand mengusap-usap hidungnya yang banyak mengeluarkan darah. Dia pun limbung, jalan sempoyongan, dan tak lama kemudian ambruk.

Ternyata Armand keracunan. Dia terlihat tergeletak di pinggir jalan sepi, dan minuman kaleng masih digenggamnya. Perlahan-lahan Armand melihat minuman tersebut dan ketika memeriksa bagian bawah kaleng, alangkah kagetnya ia, karena terlihat isolasi (bening) menempel. Perlahan-lahan ia mencabut isolasi tersebut, dan meneteslah air dari lubang kecil (halus). Armand pun sekarat karena keracunan.

FLASHBACK

Sesampainya di ruang belakang rumah (pondokan), Melly mengeluarkan tiga piring plastik, lalu bungkusan makanan ia taruh masing-masing di piring plastik. Melly mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi cairan racun dan sebuah suntikan dari dalam tasnya. Racun di dalam botol habis disedot oleh suntikan tersebut, lalu ia suntikkan pada bagian bawah kaleng minuman, dan bekas suntikannya ia tutup (tambal) dengan potongan kecil isolasi bening. Melly tersenyum penuh arti.

Pada akhirnya tidak satu pun di antara mereka yang berhasil memiliki uang rampokan tersebut. Mereka semua mati mengenaskan. Yang menjadi pertanyaan, mereka saling membunuh karena magic uang 1 USD dengan noda jempol darah, atau karena keserakahan mereka? Masing-masing jawaban diserahkan pada penonton nantinya untuk mengambil kesimpulan.

Hidup adalah misteri . . .

THE END
Artikel Untukmu
Presiden Korsel Puji BTS Karena Berikan Pengaruh Positif ke Banyak Orang
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengucapkan terima kasih sekaligus memuji BTS.
Bandingkan dengan Ibrahimovic, Pentolan F1 Sindir Valentino Rossi
GenPI.co - Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, mendapatkan sindiran dari pentolan F1, Flavio Briatore, dan membandingkannya dengan Zlatan Ibrahimovic. Nama Valentino Rossi di ajang MotoGP memang seakan tidak akan pernah tergantikan. The Doctor, j
JYP Entertainment Konfirmasi 2PM Comeback Akhir Juni Ini
Agensi itu memastikan Taecyeon cs akan merilis karya terbarunya pada akhir Juni mendatang.
Potret Ava Louise, Influencer yang Buat Challenge Jilat Toilet
Ava Louise adalah influencer yang menuai kecaman usai membuat challenge corona virus dengan menjilat toilet.
Studi: Ditemukan Tanda-tanda PTSD pada Petugas Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19
Salah satu orang yang paling berjasa menangani pandemi COVID-19 adalah petugas kesehatan yang selalu berada di garis depan