Bloody Money
4. #4

31. EXT. JALAN RAYA - PINGGIR HUTAN. MALAM.

Cast : Vincent – Jamal – Andre – Jumadi.

Nampak mobil box meluncur dengan kecepatan tinggi di jalanan sepi.

VINCENT

(bicara di handphone) Musang mendekati Harimau, siap-siap untuk dieksekusi.

Vincent mematikan handphone-nya, nampak wajahnya tegang.

INTER CUT> SCENE 28

ARMAND (NARASI)

Planning B : Menerkam Musang  … dan mencabik-cabiknya …

Terlihat wajah Armand tegang, di balik topeng Hulk.

INTER CUT

Mobil box meluncur di jalan.

INTER CUT

Armand memakai sarung tangan hitam, Armand menyalakan mobilnya.

INTER CUT

Mobil box meluncur di jalan.

INTER CUT

Wajah Armand terlihat semakin tegang, terlihat dari matanya.

INTER CUT

Mobil box semakin dekat dari Armand, terlihat dari sorot lampu mobilnya.

INTER CUT

Armand semakin tegang, tak lama mobil box benar-benar dekat.

ARMAND

(tegang, bergumam) Show time …

Armand memasukkan persneling mobil, dan menginjak gas mobil. Mobil meluncur dengan dengan kecepatan tinggi, berbarengan melintas mobil box, maka terjadilah tabrakan yang dahsyat, antara mobil Armand dengan mobil box.

OS> Braaak!!!

CUT TO BLACK> FADE IN

32. EXT. PINGGIR JALAN – PINGGIR HUTAN. MALAM.

Cast : Armand - Melly - David - Vincent - Jamal - Andre -Jumadi.

ARMAND (NARASI)

Itulah gunanya mobil … maaf maksud gue… tank.

Suasana sunyi, nampak mobil box terbalik, dalam keadaan ringsek, sedangkan roda mobilnya nampak masih berputar, asap mengepul dari mesin mobil box, pintu belakang mobil box terbuka, nampak buah-buahan dan sayuran berantakan. Sementara mobil VW Combi Armand terlihat tidak bergerak tidak jauh dari mobil box, muncul Melly dan David dari persembunyiannya.

Melly memakai topeng Spiderman, David memakai topeng Transformers berwarna merah, mereka memakai sarung tangan hitam, lalu menghampiri lokasi tabrakan tersebut. Mereka terpana melihat mobil box terbalik, tak lama terdengar (OS) bunyi pintu mobil VW Combi terbuka, Melly dan David reflex menoleh pada asal suara tersebut, nampak Armand keluar/turun dari mobil.

MELLY

Armand!

Armand sempoyongan dan terjatuh, setengah berlari Melly dan David menghampiri Armand.

MELLY

Lo baik-baik aja kan, Mand?

ARMAND

(tersengal-sengal) It’s ok … It’s ok … Gue baik-baik aja, gue shock aja.

Tak lama muncul mobil Vincent, mobil berhenti. Vincent masih memakai topeng Captain America. Vincent turun dari mobil dan menghampiri Armand, Melly dan David.

Mereka berempat menghampiri mobil box yang terbalik, nampak Jamal, Andre, dan Jumadi tidak bergerak. Mereka nampaknya antara mati atau pingsan. Nampak napas Armand masih belum teratur, Armand membuka topengnya, diikuti oleh Melly, David dan Vincent.

Armand memberi kode agar mereka ke belakang mobil box. Melly menuju mobil VW Combi untuk mengambil tas ransel untuk memindahkan uang yang ada di box mobil. Setelah di belakang mobil, pintu dibuka, semua buah-buahan dan sayuran dikeluarkan, nampak di dalam mobil terlihat dua buah karung berisi uang. Mereka mengeluarkan uangnya lalu mereka pindahkan ke dalam tas ransel. Semua uang menjadi dua buah ransel.

ARMAND

Melly, lo di mobil gue, David lo di mobil Vincent.

Tas ransel berisikan uang rampokan dibawa oleh Vincent dan David ke mobil VW Combi, uang tersebut disimpan di mobil tersebut. Vincent dan David menuju mobil Vincent, sedangkan Armand menuju mobil VW Combi. Melly sudah masuk ke dalam mobil. Nampak dari kejauhan Jumadi tengah berlari ke arah hutan, tanpa sengaja Armand menoleh kearah Jumadi yang tengah berlari.

ARMAND

Sial!

Armand menghampiri Vincent dan David.

ARMAND

Ada yang kabur!

CUT TO

33. EXT. HUTAN DENGAN POHON-POHON BESAR. MALAM.

Cast : Jumadi – David.

Nampak Jumadi tengah berlari, beberapa kali ia jatuh bangun, tapi karena semangat ingin hidup, Jumadi terus bangkit lagi dan berlari. Sampailah Jumadi di suatu daerah hutan belantara dengan pohon-pohon besar yang mempunyai akar besar. Jumadi berhenti sejenak, nafasnya ngos-ngosan, lalu ia kembali berlari.

Tak lama sampailah David, Armand dan Vincent, dengan nafas tersengal sengal di hutan dengan pohon-pohon besar dan akar besar. Armand memberi isyarat agar mereka berpencar.

Mereka pun berpencar. David mengarahkan senternya ke berbagai arah, pandangannya berkeliling. Terlihat wajah David tegang, susana sunyi dan sepi, David meneruskan langkahnya, pandangannya panjang dan focus. Ia melewati akar-akar pohon, tetapi tidak tampak Jumadi. Pandangannya berkeliling, pendengarannya ia pasang jelas-jelas, David berhenti dan berdiri di sebuah akar besar, tak disangka-sangka, ternyata Jumadi bersembunyi tepat di bawah di mana David berdiri.

Nampak Jumadi ketakutan. Ia diam tak bergerak. Tiba-tiba terlihat ular pyton berukuran tidak begitu besar, merayap mendekatinya. Jumadi tambah ketakutan. Ular tersebut merayap di tubuh Jumadi. Jumadi sangat amat ketakutan, tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Sementara David terlihat putus asa, ular tersebut masuk ke dalam pakaian Jumadi. Ttampak Jumadi sudah tidak tahan lagi. David menaruh pistolnya di belakang pinggang. Ia melangkah pergi. Baru beberapa langkah, terdengar teriakan histeris Jumadi, keluar dari persembunyiannya sambil melempar ular. Ia terus berlari, David berbalik langkah, lalu Ia mengejar Jumadi, dan melompat/menomprok/menyergap Jumadi. Mereka pun jatuh berguling-guling. David berhasil meringkus Jumadi. David ingin memukul Jumadi.

JUMADI

(berteriak) Jangaaaaan!! … Ampuuun … Ampuuun …

David mencabut pistolnya dan ia arahkan pada wajah Jumadi.

JUMADI

(berteriak) Jangaaan!!

CUT TO

 

34. EXT. PINGGIR JALAN – PINGGIR HUTAN. MALAM.

Cast : Melly.

Nampak Melly terlihat khawatir dan was-was menunggu di mobil, tiba-tiba (OS) terdengar suara pistol Meletus. Taaaar!!

Melly terkejut dan pandangannya tertuju pada asal suara letusan, wajahnya tegang dan khawatir.

BACK TO SCENE 33

 

Nampak David, mengacungkan pistolnya ke atas. Ternyata ia membuang tembakan ke atas, bukan menembak Jumadi. Tak lama muncul Armand dan Vincent, napas mereka tersengal-sengal, mereka memandang Jumadi.

CUT TO

35. EXT. PINGGIR JALAN – PINGGIR HUTAN. MALAM.

Cast : Armand – David – Melly – Vincent – Jumadi.

Nampak Armand, David, dan Vincent tengah menggelandang Jumadi. Setelah sampai di tempat Melly menunggu, Jumadi didorong/dicampakkan Armand, hingga jatuh terjerembab. Perlahan-lahan dengan susah payah Jumadi bangkit berdiri.

JUMADI

Bang Armand … Saya mohon lepasin saya … Jangan bunuh saya, Bang (bersimpuh, menangis, mengiba-iba). Saya jangan dibunuh, Bang … Ampun, Bang Armand … Ampuuun … Saya mohon jangan bunuh saya …

David, Melly dan Vincent saling memandang.

DAVID

(heran) Kok dia kenal sama lo, Mand?

ARMAND

Ya … Dia temannya Kosim, namanya Jumadi. Mereka berdua satpam.

JUMADI

Bang Armand … Jangan bunuh saya, Bang … Saya nggak bakalan cerita ke siapa-siapa …

ARMAND

(memotong) Anggap aja kita nggak pernah bertemu, begitu?

JUMADI

Saya janji … Demi Tuhan saya …

ARMAND

(memotong dan menodongkan pistolnya) Jangan bawa-bawa nama Tuhan … Disini nggak ada Tuhan … Walaupun lo gue nggak bunuh, bukan karena Tuhan nyelametin lo … Tapi karena gue gak bunuh lo … Paham?

JUMADI

(ketakutan) I … I … Iya, Bang … Saya paham … Saya paham.

Armand mengacungkan pistolnya pada Jumadi. Armand memandang Vincent, Melly dan David.

ARMAND

Gimana?

DAVID

(menghela nafas) Lepasin.

VINCENT

Lepasin.

Semua memandang Melly.

MELLY

Gue? … Lepasin.

Sejenak mereka terdiam, Armand menurunkan pistol yang ia todongkan pada Jumadi. Armand member isyarat agar Jumadi pergi.

JUMADI

(senang) Terima kasih, Bang … Terima kasih … Terima kasih banyak, Bang.

Jumadi buru-buru pergi. Baru beberapa meter, (OS) terdengar letusan pistol, Jumadi jatuh terjerembab. Ia terkena tembakan Armand. Jumadi tewas seketika. Melly, David dan Vincent terpana dan terdiam. Mereka tidak menyangka, dan memandang Armand.

ARMAND

Kenapa? … Nggak suka?

Tiba-tiba Melly menghampiri Armand, dengan sangat marahnya.

MELLY

Sialan lo, Mand! … Lo bilang nggak ada yang akan mati!

ARMAND

(marah) Dia ngenalin gue! … Juga ngenalin lo-lo pada! Gue nggak mau ambil resiko!

MELLY

Tapi nggak harus lo …

ARMAND

(memotong) Kalau bunuh tikus, jangan bakar rumahnya, tapi tikusnya yang mesti lo bunuh, paham?

Armand melangkah pergi, menuju mobil VW Combi.

ARMAND

(sambil jalan) Kalau kita ketangkap, bilang aja gue yang bunuh si sialan (Jumadi) itu … Lo semua tenang aja, duduk manis aja.

CUT TO

 

36. EXT. PINGGIR JURANG. MALAM.

Cast : Armand – Melly – Vincent – David.

ARMAND (NARASI)

Planning C : Menghilangkan barang bukti …

Nampak mobil VW Combi dan mobil yang dikendarai Vincent sampai di sebuah jurang. Mereka turun dari mobil masing-masing, dan mendorong mobil Combi ke dalam jurang. Mobil pun melayang jatuh ke jurang, hancur berantakan.

CUT TO

37. EXT. RUMAH/PONDOKAN. PAGI.

Cast : Armand - Melly – Vincent - David.

ARMAND (NARASI)

Planing D : Bersembunyi … dan semuanya  … it’s over.

Sampailah Armand, Melly, Vincent dan David di tempat persembunyian rumah/pondokan tua berlokasi di tengah hutan (lihat scene 21& 22). Mereka mematikan mesin mobilnya. Mereka semua memandang rumah/pondokan, dan turun dari mobil. Mereka saling berpandangan. Pandangan mereka semua tetap pada rumah/pondokan tersebut, rumah/pondokan tersebut seperti hidup dan terlihat ada unsur mistisnya.

MELLY

Lo nggak salah milih tempat, Vid?

DAVID

Cool, kan?

MELLY

Apanya yang cool? Ini sih slaughter house … Merinding gue.

ARMAND

(bicara pada David) Lo yakin ini rumah aman?

DAVID

Dijamin aman (memandang sekeliling). Cuma setan yang berani lewat sini.

Armand menghampiri David. Ia menyodorkan tangannya seperti pengemis. Armand meminta sesuatu, David tidak paham.

ARMAND

Pistol lo … Udah nggak kita perlukan lagi … It’s over.

Dengan sedikit ragu David memberikan pistolnya.

Catatan :

Rumah/pondokan tempat bersembunyinya Armand dan teman-temannya adalah rumah/pondokan di mana perampok saling bunuh dan Mbah Kasman menurut ceritanya menemukan uang 1 dolar bercap jempol berdarah. Ini semacam dé jà vu kejadian 3 perampok di rumah/pondokan tersebut (lihat scene 18 & 19)

CUT TO

 

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar