Bloody Money
9. #9

58. EXT. PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. SIANG.

Cast : Victor – Karina – Kartaji.

Nampak Karina tengah digelandang oleh Victor menyusuri jalanan hutan. Tak lama sampai lah mereka di perkebunan kelapa sawit (lokasi bebas tidak harus perkebunan sawit). Victor menyuruh berhenti Karina.

VICTOR

Berhenti!

Karina menghentikan langkahnya.

VICTOR

Lihat kesini.

Karina berbalik badan, kini mereka saling berhadapan.

VICTOR

(menatap tajam) Lo tahu kenapa lo gue bawa ke sini?

Karina diam saja terisak, Victor tersenyum sinis.

VICTOR

Gue cuma mau menikmati tubuh lo dan gue nggak mau berbagi sama orang tua sialan itu.

Sejenak mereka terdiam, Victor melihat Karina seperti menelanjangi Karina bulat-bulat.

VICTOR

Sekarang ada dua pilihan buat lo. Pertama, buka semua baju lo, nari striptease di depan gue! … Kedua, (menodongkan senjatanya) Kalau lo nolak … Lo mati!

Karina terlihat ketakutan.

VICTOR

Semua keputusan ada di tangan lo, gue nggak maksa.

Tanpa kata-kata Karina memilih melepas pakaiannya, tangannya gemetar hebat ketika ia mulai membuka kancing kemejanya satu demi satu, hingga tersisa baju dalaman saja.

VICTOR

(tersenyum penuh arti) Anak pintar …

Victor menyalahkan musik dari Handphonenya, OS. Terdengar suara musik.

VICTOR

Ayo, nari … Nari buat gue, yang hot!… Sampai kepala gue berasap.

Karina dengan canggung mulai menari mengikuti irama musik, Victor memperhatikan lekuk demi lekuk tubuh Karina. Lama-kelamaan Victor terangsang. Ia pun mendekati Karina. Victor merebahkan tubuh Karina di tanah, terlihat Karina telah pasrah, perlahan lahan matanya ia pejamkan, terlihat keringat menetes di keningnya. Ketika Victor hendak mencumbunya, tiba-tiba sebuah pistol menempel di kepalanya.

KARTAJI (OS)

Sekali gerakan, gue kirim lo ke neraka!

Victor terdiam, ia hanya bisa menelan ludah.

KARTAJI

Bangun!

Victor bangkit bangun dan berdiri. Kartaji tetap menodongkan pistolnya pada Victor. Kartaji mengambil pakaian Karina dan melemparkannya pada gadis itu.

KARTAJI

Pakai bajumu!

Karina cepat-cepat memakai kembali pakaiannya.

KARTAJI

Sekali lagi lo ganggu dia (menunjuk Karina) … Gue kirim lo ke neraka!

Victor diam saja.

KARTAJI

Mana pistol lo? … Kasih gue!

Victor memberikan pistolnya, Kartaji mengambilnya.

KARTAJI

Handphone lo?

Victor terdiam.

                       

                       KARTAJI

(mengarahkan pistol pada Victor) Gue nggak main-main …

Victor memberikan handphone-nya. Kartaji menyelipkan pistolnya di pinggang. Kartaji mengambil batu dan menghancurkan handphone Victor.

KARTAJI

Gue tunggu lo di mobil.

Kartaji dan Karina melangkah pergi, tiba-tiba Victor menyerang Kartaji, maka terjadilah perkelahian antara Victor dan Kartaji (perkelahian diarahkan oleh instruktur fighting). Kartaji berhasil mencabut pistolnya, tetapi dapat dicegah Victor, maka terjadi pergumulan memperebutkan pistol. Victor berhasil melempar pistol Kartaji. Karina hanya bisa melihat dengan ketakutan. Victor berhasil mendapatkan pistol Kartaji. Ketika Victor hendak menembak Kartaji, Karina memukul kepala Victor dengan sebatang kayu. Victor pun jatuh pingsan. Kartaji dan Karina meninggalkan Victor yang pingsan.

CUT TO

 

59. INT. RUMAH/PONDOKAN. SIANG.

Cast : Armand – Melly – David.

Lanjutan scene 57

MELLY

David mau ngeracuni lo … Dia mau menguasai uang rampokan. Dia cuma mau berbagi sama gue aja.

Melly berkhianat, Armand terdiam. Tiba-tiba Armand menodongkan pistolnya.

ARMAND

Dari mana lo tahu?

MELLY

Barusan … Sebelum lo datang.

Armand terdiam.

MELLY

Dia sekarang mau bunuh Vincent, dia mau nyingkirin lo juga.

ARMAND

Kenapa sekarang lo baru bilang?

MELLY

Gue sengaja … Biar kerjaan kita jadi lebih ringan … Setelah David menyingkirkan Vincent, baru kita singkirkan David.

ARMAND

Terus uangnya kita bagi dua?

MELLY

(tersenyum) Karena gue lebih suka berbagi sama lo.

Armand menurunkan pistol yang ia todongkan pada Melly.

MELLY

Untuk pembagian uang, dua kepala lebih baik dari pada empat kepala.

Armand terdiam. Ia hanya menatap Melly, tiba-tiba (OS) terdengar suara letusan pistol. Armand dan Melly terkejut.

CUT TO

 

60. EXT. HUTAN (LOKASI BEBAS). SIANG.

Cast : Kartaji – Karina.

Nampak Kartaji dan Karina tengah berjalan beriringan di hutan menuju ke mobil.

KARINA

Pak ...

Kartaji terus berjalan.

KARINA

Pak ...

Kartaji tetap berjalan.

KARINA

Kenapa Bapak menolong saya?

Kartaji menghentikan langkahnya. Ia menatap Karina.

KARTAJI

Bisa diam nggak kamu?

Karina terdiam, Kartaji meneruskan langkahnya. Karina mengikutinya dari belakang.

CUT TO

 

61. EXT. HUTAN. SIANG.

Cast : Kartaji – Karina.

 

Sampailah mereka di mana lokasi pertama mereka datang (lihat scene 52), terlihat mobil terparkir sementara Mang Jaja sudah tidak ada. Mang Jaja sudah melarikan diri.

KARTAJI

Supir kamu sudah pergi.

Pandangan Kartaji tertuju pada mobil.

KARTAJI

Kita pergi dari sini.

Kartaji melangkah ke mobil diikuti oleh Karina. Sesampai di mobil, mobil tidak ada kuncinya.

KARTAJI

Sial! ... Sial! ... Kunci ada di tangan si busuk itu! (bicara pada Karina) Kamu tunggu sini, ya ...

Kartaji memberikan pistol Victor pada Karina.

KARTAJI

Kalau dia datang, tembak saja.

Karina mengangguk tapi terlihat ia ketakutan.

 

KARTAJI

Jangan kemana-mana.

Kartaji melangkah pergi untuk mengambil kunci mobil yang ada pada Victor.

 

CUT TO

62. EXT. HUTAN BELANTARA (LOKASI BEBAS). SIANG.

Cast : Armand – Melly.

Nampak Armand dan Melly berlari ke arah asal suara pistol. Sampailah Armand di lokasi tidak jauh dari asal suara pistol tersebut, tetapi mereka kebingungan mencari asal suara pistol, pandangan mata mereka berkeliling.

 

MELLY

(berteriak) David!... Daviiiid!... Daviiiiid!

 

Tiba-tiba terdengar kembali (OS) suara letusan pistol kedua kalinya, mereka saling berpandangan, mereka kembali berlari ke asal suara tersebut.

CUT TO

 

63. EXT. PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. SIANG.

Cast : Kartaji.

Sampailah Kartaji di lokasi di mana Victor pingsan (lihat scene 59), tetapi Victor sudah tidak nampak, pandangan Kartaji berkeliling.

KARTAJI

(kesal) Arrgghhh... Sialan!

CUT TO

 

64. EXT. HUTAN BELANTARA. SIANG.

Cast : Mang Jaja – Victor.

Nampak Mang Jaja tengah berlari. Ia melarikan diri, sesekali ia menoleh ke belakang, ketika tengah berlari, tiba-tiba muncul di hadapannya Victor. Mang Jaja tidak mengetahuinya. Mang Jaja dipukul Victor dengan sebatang kayu. Mang Jaja jatuh terkapar. Sebelum Mang Jaja bangkit, Victor berkali-kali memukuli Mang Jaja dengan batang kayu. Mang Jaja pun pingsan, terlihat nafas Victor tersengal-sengal.

CUT TO

Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar