Aku Dan Ramadhan

"Ramadhan, apakah tahun ini kita di pertemukan?"

"Jika iya apa yang akan kau berikan?"

"Aku ingin bertemu lagi, aku ingin menjadi yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya, Insya Allah."

“Alhamdulillah semoga saja, semoga kita terus di pertemukan.”

Ya Allah, sungguh lelah tubuh ini menopang, sungguh banyak liku-liku diri ini untuk terus di jalan kebaikan.

Tuanya zaman telah terus membutakan, pahitnya hidup membuat manusia terlenakan akan arti dan tujuan hidup. Ada kalanya sadar hidup hanya mencari amal kebaikan, ada kalanya dunia menuntut hidup untuk terus mengejar kekayaan dan kenikmatan demi sebuah ambisi dan kejayaan di mata manusia.

Aku, atau kami yang selama ini mengejar kesibukan duniawi?

Aku, atau kami yang selama ini lalai akan hak dan kewajiban sebagai hamba? sampai terlena dan terlena.

Kala kutatap wajah dalam cermin, 35 tahun sudah usiaku. Di kala muda belia telah mulai pamit, di kala usia matang akan perlahan menjemput. 35 tahun berapa waktu untuk kita saling mencari bekal diri. Bukankah hanya Ridho dan amalan yang kita bawa nanti?

"Ramadhan, terpikir olehku jika kelak tak ada waktu untuk bertemu kembali."

"Kenapa?"

"Aku masih ingin terus memperbaiki diri, adakah waktu untukku?"

Waktu terus berputar, detik demi detik, aku yang mulai ingin memperbaiki diri, aku yang mulai ingin berbenah diri, aku yang masih ingin di temukan dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya. 

Saat kecil selalu berkata kelak jika dewasa...

Saat dewasa selalu berkata kelak jika tua nanti...

Setelah tua tubuh akan berkata aku lelah untuk ibadah...

Ramadhan, dunia telah mengelabuhiku dengan nyata.

Kini aku hanya dapat menangis di bawah hamparan tanah ini. Dan aku tidak bertemu kau kembali Ramadhan...

 

Aku menyesal Ramadhan, Aku menyesal ya Allah. Kini aku telah tahu andai aku dapat hidup kembali. Tugasku ibadah sebagai seorang hamba.Ijinkan aku untuk kembali.

6 disukai 3 komentar 2K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@awang2020 : terima kasih mas Awang, iyaa nih lg bapeer abis
Mbak Silvi lagi melankolis? Semoga berhasil.
yeah ketemu FF nya
Saran Flash Fiction