Penari Topeng

Panggung terlihat begitu meriah. Seorang penari topeng berlenggak-lenggok dengan gemulai. Tubuhnya yang sintal segera menjadi perhatian para lelaki hidung belang. Mereka berebut untuk membawanya ke tempat tidur, tak peduli bagaimanapun caranya.

“Aku lebih dulu!”

“Maharku lebih tinggi, aku yang berhak membawanya lebih dulu!”

“Sudah, tenang, biarkan dia yang memilih”

Saat penari telah turun panggung dia memilih lelaki paling cabul untuk ditemani tidur. Mereka pun segera masuk kamar. Lelaki itu dengan tidak sabar membuka topeng sang penari. Namun, seketika dia pingsan. 

Sang penari terheran-heran melihatnya, lalu bercermin. Wanita itu baru sadar, ternyata dia lupa memasang wajahnya.

745 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction