Hai... Orang Asing.

Bagi ku. Kau adalah orang asing yang pernah singgah di hidup ku.

Kala itu kau bagaikan bidadari pelindung ku.

Kau selalu membuat ku patuh. Seperti tak ada pilihan lain. Aku selalu mengikuti mu. Walau saat itu aku tak mau. Itu bukan minat ku dan itu bukan mau ku.

Kamu selalu bilang. "An. Kamu bisa kan? Tugas hari ini. Harus begini. Jadi begini. Ada yang mau di tanyakan? Oh seperti itu." Aku merasakan kau makin lama makin mengatur hidup ku saja dan aku tak suka itu. 

Padahal. Kaka ku saja tak pernah mau mengatur ku. Ia hanya mendengarkan ku dan membimbing ku serta mendukung ku. Selepas itu terserah pada ku. Suka atau tidak. Kalau tak suka. Ia bilang "Ya sudah jangan di paksakan." Kalo aku suka. Ya ia bilang. " Kerjakan dengan baik. Pasti An bisa. Semangat ya."

Kalau kamu seperti memberi sebuah perintah yang harus di jalankan. Padahal aku tak ingin. Aku tak mau dan aku cuma bisa diam begitu pun seterusnya.

Dan terkadang aku membangkang aku sengaja tak mengerjakan karna aku jenuh dan muak. Rasanya cukup di sini aku pun tak meminta mu. Tapi mereka yang memilih mu.

Dari awal aku menolak mu tapi aku cuma diam dan mengikuti arus dan kau pun berusaha mengenal ku. Walau pada akhirnya kau belum benar-benar mengenal ku dan aku pun belum benar-benar mengenal mu. 

Aku tak bisa memilih yang ku mau. Aku sudah tak ingin yang lain tapi aku tak bisa memaksakan kehendak ku. Maka dari itu ku putuskan untuk mundur dan kau kaget soal itu. Aku pun bersikeras tak mau kembali aku ingin pergi kesana kemari sendiri saja. Aku tak apa ko. Cukup penat aku di lingkaran mu dalam diam ku dalam lamunan ku.

Aku tak menemukan sebuah ikatan yang lebih khusus. Kata mu "Kita sebuah keluarga." tapi aku tak merasakan itu lebih tepatnya tak cukup merasakan itu. Apa karna aku terlalu tertutup dan tak mau tahu.

Bukan pula aku tak mengenang budi mu kau sangatlah spesial di mata ku. Tapi aku tak mau terlalu gigih mengenal mu karna kamu pun tak terlalu kenal aku. Jika aku suka aku pun pasti menunjukan sisi buruk ku ngambek ku dan aku ingin tau sejauh manakah berartinya hubungan itu. Apakah aku bisa lari sejauh yang ku mau? Atau malah aku tertarik lagi dalam hubungan itu? Lingkaran itu.

Terlepas dengan semua itu. Aku merasakan sedikit tenang dalam hidup ku rasanya aku bisa bernafas lega tanpa terbebani sesuatu. Aku pun tak peduli kalau kau akan marah besar pada ku. Maafkan aku yang tak bisa jadi seperti yang kau mau aku hanyalah aku. sesuai yang ku mau. Ini hidup ku maaf kau terlalu baik untuk ku. Sampai jumpa lagi di lain waktu semoga kau memaklumi ku.

2 disukai 695 dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction