Disukai
4
Dilihat
10,092
Pelabuhan Langit
Romantis

​“Eh, bengong.”

​Suara Yuna yang tiba-tiba dan renyah memecah keheningan sore yang pekat. Mentari hanya melirik sekilas, matanya yang sejak tadi terpaku pada helai-helai daun yang berguguran di taman belakang kampus—seolah setiap jatuhan daun membawa serta sebongkah kenangan—tanpa menunjukkan keterkejutan sedikit pun.

​“Kenapa, Tar?” Tanya Yuna, merebahkan diri dengan santai di kursi kayu di sampingnya.

​“Nggak apa-apa,” jawab Mentari, singkat dan datar. Matanya yang hazel kecokelatan kembali menatap jauh.

​Yuna terdiam. Ia sudah hafal betul, jika sahabatnya sudah berada di pojok kampus ini sambil me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi