Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
Sejarah
22 Agustus 2025 sudah tersiar di Kompas.
Di balik dinding-dinding bata yang tak sempat selesai dicat, Darma duduk sendirian di sudut sel penjara yang sudah tidak disebutkan namanya dalam arsip negara. Dia menghitung bunyi suara ranting patah di luar jendela besi, suara sepatu yang berlalu tanpa tujuan, suara burung-burung yang dulu pernah berkicau, tapi kini bungkam. Dia pernah percaya bahwa suara-suara itu adalah bahasa Tuhan. Namun di masa Orde Baru, Tuhan tak bicara, dan burung-burung itu memilih diam.
Darma bukan tahanan karena membunuh atau mencuri. Dia ditahan karena menyusun sajak. Tentu bukan sajak biasa. Sajak-sajaknya yang membuat pejabat tak bi...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp6.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Cerpen
Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
Andriyana
Flash
Lycoris Radiata
Rein
Novel
Kolecer & Hari Raya Hantu
Mizan Publishing
Novel
Gadis Biola
Auni Fa
Novel
Tawarikh Nusantara - Kitab Kelima: Jantung Revolusi
Kingdenie
Novel
Kamis Hitam
Angga Wiwaha
Novel
Kartini (Movie Tie-In)
Noura Publishing
Novel
Game of Thrones
Achazia_
Cerpen
Ayah Selalu Dikejar Anjing
Lian lubis
Novel
Hong, Qilin, dan Dua Negeri
Petrus Setiawan
Novel
Jejak Sang Petarung : Cinta, Janji dan Kehidupan
yooajh
Novel
Pangeran dari timur
Bentang Pustaka
Novel
Tarka Sengkalan & Simbol Masa 1997/98
RK Awan
Novel
Berbagi Hati
Noura Publishing
Novel
Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Burung-Burung Itu Tak Berkata Lagi
Andriyana
Flash
Bronze
Sosok Bapak
Andriyana
Flash
Bronze
Kedinginan
Andriyana
Flash
Bronze
Apa Makna Hujan Bagimu?
Andriyana
Flash
Bronze
Microwife
Andriyana
Flash
Bronze
Si Gadis Berkucir Satu
Andriyana
Cerpen
Bronze
D 1 AM
Andriyana
Skrip Film
Cahaya Diani
Andriyana
Flash
Bronze
Monyet Bersayap Kupu-kupu
Andriyana
Cerpen
Bronze
Cegukan
Andriyana
Cerpen
Bronze
Berlari dari Kematian
Andriyana
Flash
"Jadi" Hamil, Enggak?
Andriyana
Flash
Pilot
Andriyana
Cerpen
Bronze
Si Kancil Dikeloni Kunti
Andriyana
Cerpen
Mati Itu Pasti; Lapar Itu Setiap Hari
Andriyana