Novel
Genre → Drama Telah Selesai
Stevie: Sebuah Catatan Remaja Biasa
Mulai membaca
Gratis untuk dibaca
Blurb
Pernahkah kau merasa hidupmu begitu membosankan, seolah setiap hari adalah hari yang sama, yang harus dilalui dengan cara yang sama, ritme yang sama, rutinitas yang sama, hingga akhirnya kau tiba pada sebuah pertanyaan, "Apa yang aku lakukan di sini?"β€”Stevie, 17 tahun, pada suatu hari di tahun 1995
*

Ini adalah kisah tentang Stephany Silvia Marlina, alias Stevie, remaja penuh gejolak pada suatu masa di pertengahan tahun 1990-an hingga 2000-an. Ia hanya remaja biasa. Namun, harus melihat realitas yang tak bisa ditolak di antara jiwanya yang memberontak.

Antara tuntutan sekolah, kesenjangan generasi, gejolak panas menjelang suksesi 1998, hingga bullying yang harus diterimanya. Juga teman yang tidak semuanya meluruskan, dan cinta yang tak selalu berakhir manis.

Bisakah ia melaluinya?
Tokoh Utama
Stephany Silvia Marlina
Dika Agustian
Abrisam Al Anshori
Gal
Veby
Olivia
Faldo
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Ya gusti, aku harus mulai dari mana ToT

Perama, aku SANGAT SUKA segala hal dalam cerita ini. Konflik, tokoh, alur, dialog, pokoknya semuanya deh!
Suasana yang dibangun juga bagus dan masuk banget ke hati, konflik yang beberapa kali relate ke hidup aku sebagai lulusan es-em-a doang (bukan bagian nackal-nya ya huehehe), si stevie yang kadang bikin aku cinta dengan sikap cueknya, tapi juga bikin benci dengan sifat 'terlalu kebawa arus'-nya.
Hal yang membuatku rada heran mungkin dengan betapa cepatnya setiap bab di cerita ini. Kesannya kayak terlalu buru-buru dan membuatku kurang puas, tapi juga pas porsi (aku juga gatau maksudnya gimana ini...)
Nah, kalau semisal aku disuruh nulis kekurangan cerita ini. Ya ... agak terganggu dengan adegan tabrakannya yang berkali-kali itu, dan juga sedikit kiciwa sama adegan pertemuan dengan Dika.
(Komenku : Kok gitu doank seh!!!)

Akhir kata, terima kasih karena sudah membuat kisah yang menakjubkan ini. Salah satu ceri
Usia belasan adalah usia krusial bagi setiap manusia. Sering merasa paling benar, apalagi jika berhubungan dengan jati diri dan panggilan hati.
Cerita ini sering terjadi. Dan pasti akan ada penerusnya di masa depan.
Cerita ini ditulis untuk kita, yang pernah merasa paling benar di usia remaja.
Disukai
970
Dibaca
30.8k
Tentang Penulis
Nadya Wijanarko
πŸ“– Perjalanan Dinas (Novel, Lokamedia, 2018)
πŸ“– Reuni (Cerpen, dalam antologi "Orang-Orang Yang Hilang", JWritingsoul Publishing, 2019)
πŸ“– Cinta Di Ujung Senja (Cerpen, dalam antologi "Cinta Bermekaran Di Pohon Natal", AT Press, 2019)
πŸ“– Dilarang (Tidak) Masuk! (Cerpen, dalam antologi "Ketika Cinta Bukan Sekadar Kata tetapi Nyawa", JWritingsoul Publishing, 2021)
πŸ“– Sebelum Pandemi (Memoar, dalam antologi "A Cup of Spirit", JWritingsoul Publishing, 2021 --terpilih sebagai naskah terbaik ketiga)
πŸ“· IG: nadya_wijanarko
🐦 Twitter: wijanarko_nadya
Bergabung sejak 2020-05-19
Telah diikuti oleh 377 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 138,266 kata
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi