UNDANGAN

Ariono tersenyum sembari menyodorkan sebuah undangan ke hadapanku. Aku pun terbelalak. Memang, sih, kabar itu sudah santer. Namun … Ariono dan Desi … rasanya terlalu spektakuler.

“Bisa datang, kan?” Ariono kembali tersenyum...

(Sebagian cerita disembunyikan)

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1,000
9 disukai 11 komentar 1.8K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
@foggy81 : ehehehe ... makasi, mba. 😍 ini idenya udah lama mengendap. tapi karena faktor males, eksekusinya baru 500 kata dulu. 🤭 ada rencana buat ngembangin idenya. 😁
Ah, konfliknya keren. Ini kalo dikembangin bisa jadi ide dasar cerita conflict of interest-nya teman-teman ASN, apik Mbak!
@darmalooooo sayangnya tidak ada part 2 😁
Jika diizinkan,boleh saya favoritkan FF ini?
Baca FF ini jadi Flashback sama teacher saya dahulu 'Pak Rudi' dan kopinya saya yakin lain rasanya dengan secangkir RP 60.000. FF ini menarik endingnya buat saya penasaran tanggal mainya bagaimana? Lanjutkan lagi Bunda, FF part 2 ❤❤❤❤❤
@evisophie intepretasi diserahkan ke masing-masing pembaca 🤭
Siapa ini? Detektif swasta? Penyidik dari KPK? 😁👌👌👌👍👍
@lirinkw kopi yang menyesatkan ☕
ukuran venti ☕ @semangat123
mantap flashback nya mulus. jadi keinget kopi sesatnya donny yg waktu itu wkwkwk
Saran Flash Fiction