Novel
Genre → Romantis
INERSIA
Mulai membaca
Telah selesai
Gratis untuk dibaca
Blurb
Newton pernah berkata: benda yang diam akan terus diam, sampai ada gaya luar yang menggerakkannya.
Tapi... Newton tidak pernah bekerja di divisi akunting.

Benda diam akan tetap diam. Itu adalah prinsip hidup yang dipegang Daffa Kurniawan selama lima tahun, duduk di kubikel yang sama, menyeruput kopi saset yang sama, dan memastikan tidak ada satu pun hal di dunia ini yang cukup penting untuk mengganggu jam kerja dan tidurnya.

Sampai Via masuk ke hidupnya dengan mata polosnya yang selalu berhasil membuat jantungnya berdetak tidak karuan.
Sampai Olla muncul kembali dari masa lalunya dengan tawanya yang renyah, yang entah bagaimana terasa seperti satu-satunya tempat di dunia di mana Daffa tidak perlu pura-pura menjadi orang lain.

Dua gravitasi. Dua arah. Satu pria yang tidak mau bergerak ke mana pun.
Tapi semesta, rupanya, punya rencana yang jauh lebih rumit, dan jauh lebih berbahaya, dari sekadar urusan hati.
Karena di balik kekonyolan sehari-hari seorang jongos ketik bergaji UMR, ada perang yang tidak pernah dia pilih, musuh yang tidak bisa dikalahkan dengan cara biasa, dan sebuah pertanyaan yang paling dia hindari:
Untuk siapa kamu bergerak, Daffa, jika bukan untuk dirimu sendiri?

Daffa tidak pernah meminta menjadi pahlawan. Tapi ternyata, ada hal-hal yang jauh lebih mahal dari kopi saset dua ribu perak yang tidak bisa dia biarkan hilang begitu saja.
Karena begitulah hukum inersia bekerja, benda yang sudah bergerak, tidak akan pernah bisa kembali diam.
Tokoh Utama
Daffa Kurniawan
Via
Olla
Theo
#1
Sang Jongos Ketik
#2
Menjadi Mentor Dadakan
#3
Menghindar Dari Kumpulan Badut
#4
Makan Siang Dengan Junior
#5
Pindahan Kos
#6
Celah Sang Predator
#7
Ketakutan Itu Terjadi
#8
Kamu Itu Tanggung Jawabku
#9
Infiltrasi Ke Sarang Predator
#10
Eksekusi
#11
Hancurnya Sang Predator
#12
Pertama Kalinya Ke Cafe
#13
Pertemuan Dengan Masa Lalu
#14
Pasti Ini Bukan Cemburu... Kan?
#15
Iblis Pengadaan Lantai 8
#16
Menguping Rencana Busuk Iblis Pengadaan
#17
Menanam Bom Waktu
#18
Menyabotase Hasil Sabotase
#19
Ledakan Milyaran Untuk Iblis Pengadaan
#20
Benar-benar Lugu Gadis Ini
#21
Ya Ampun Gaji Seniorku
#22
Negosiasi Maut Dengan Manager
#23
Pertarungan Di Meja HRD
#24
Hah? Gajiku Naik?
#25
Firasat Buruk
#26
Jebakan Sang CFO
#27
Jangan Sedih Via
#28
Persiapan Eksekusi Sang CFO
#29
Pahlawan Tanpa Tepuk Tangan
#30
Lembur Bersama Junior
#31
Martabak Di Malam Lembur
#32
Matahari Pagi Yang Merias Juniorku
#33
Patah Hati Yang Terulang Kembali
#34
Rahasia Sang CEO
#35
Penangkapan Sang CEO
#36
Haruskah Aku Menolongnya?
#37
Pembedahan Rencana Busuk Sang Komisaris
#38
Gertakan Di Ruang Server
#39
Mengintip Buku Kas Hitam Sang Komisaris
#40
Menyusun Bom Psikologis Untuk Sang Jaksa
#41
Kepanikan Sang Jaksa
#42
Mengeksekusi Komisaris Dan Kroninya
#43
Kopi Kalengan Dan Teh Hijau Botolan
#44
Rasa Sakit Yang Jauh Lebih Sakit Dari Perkiraan
#45
Olla, Ngapain Kamu Kesini?
#46
Penghancuran Mental Sang Parasit
#47
Cola Dingin Tanpa Es
#48
Gangguan Dihari Minggu
#49
Menolong Rumah Makan Yang Nyaris Bangkrut
#50
Rencana Merampok CSR Secara Legal
#51
Skandal Kotor Direktur CSR
#52
8,4 Milyar Untuk Rumah Makan Yang Nyaris Bangkrut
#53
Pria Bergaji UMR Itu Menepati Janjinya
#54
Kenyataan Yang Menyakitkan
#55
Alasan Paling Aneh Yang Pernah Kudengar
#56
Misi Pembangunan Pabrik Dalam Seminggu
#57
Negosiasi Pabrik
#58
Negosiasi Lock Price
#59
Pria Keren
#60
Perekrutan 30 Pekerja
#61
Negosiasi Lock Price Terakhir
#62
Obrolan Nyaman Dibelakang Pabrik
#63
Penyesalan Via
#64
Kamu Dimana Mas?
#65
Pabrik Impian Akhirnya Berjalan
#66
Coklat Dari Via
#67
Salah Beli Busi
#68
Tangisan Olla
#69
Musuh Terberat
#70
Mencari Kelemahan Dari Orang Yang Terlalu Overpower
#71
Menjenguk Sang Tahanan Politik
#72
Russian Roulete Di Lapas
#73
Data Penting Dari Sang Tapol
#74
Infiltrasi Paling Berbahaya
#75
Hukum Telah Mati
#76
Aku Menyerah
#77
Terima Kasih Via
#78
Membobol Server
#79
Persiapan Senjata Untuk Pertarungan Besar
#80
Masuk Ruangan Sang Raja Terakhir
#81
Pertarungan Terakhir
#82
Kembali Menjadi Jongos Ketik
#83
Kamu Adalah Tempat Pulang Untukku
#84
INERSIA
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
plankton76
Suka! Nitip jejak sebelum terbit ya...
wah bang salut banget, bahasanya gampangbdicerna, ada aja isenya, suka sama sabotase sabotase kayak gini. next bikin tambahan kisah romancenya song, penasaran juga sama theo wkwkwk
kangtype
Jujur, baca ini rasanya terus ngalir, meski sempet kesandung di bab 30an. Makin dalem ceritanya, yang enak diikut perkembangannya adalah alur hubungan mereka bertiga (atau berempat, berlima? 🤔).
dulu saya smpat baca sebagian di platform sebelah
ryuzakiscotfield
sy pmbaca dri wattpad yg penasaran dgn novel ini, tema yg diangkat benar2 jarang ada yg ngangkat, penulis cukup berani ngambil konflik seberat kriminal kerah putih dan risetnya ga main-main. walaupun konfliknya berat, tapi drama romancenya dapet banget. daffa berada di persimpangan antara via dan olla. pembaca yang awalnya benci dengan ketidaktahuan via malah jadi simpai, lalu dinamika olla dan daffa bikin pembaca dewasa senyum-senyum sendiri. ini seperti bawa romansa remaja dan romansa dewasa jadi satu paket. kritiknya paling banyak hal yang ga perlu diceritakan untuk nambah komedi, seperti kisah via bantu daffa naikin gaji ditengah2 cerita, lalu momen daffa hancur saat theo berhasil keluar penjara, kenapa ga digabung langsung jadi momen daffa di minimarket bisa langsung masuk ke sesi Olla-Daffa, menurutku sesi Via-Daffa kepanjangan. gitu aja sih, bikin akun dadakan demi baca novel ini, keren dan ga nyesel bacanya.
cahyolrs
Terima kasih yg udah mampir ya.. 😁
mau kecewa dengan endingnya, tapi judulnya inersia 🥲, ga jadi marah deh. membuktikan bahwa penulis tetap konsisten dengan filosofi inersia pada daffa.
Disukai
245
Dibaca
11.4k
Tentang Penulis
cahyo laras
-
Bergabung sejak 2021-01-23
Telah diikuti oleh 89 pengguna
Sudah memublikasikan 74 karya
Menulis lebih dari 383,706 kata pada novel
Rekomendasi dari Romantis
Rekomendasi