Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
22
Lagu Pilihan
Misteri
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Dulu saat aku masih kecil, aku tak sengaja mendapati Ibu sedang menyanyi kecil, sembunyi-sembunyi. Seperti menutupi rahasia besar yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. Seperti takut ketahuan oleh siapa pun.

Itu pertama kalinya aku melihat sisi Ibu yang begitu.

Biasanya Ibu selalu tampil anggun dan sangat elegan, banyak diam dan tersenyum manis, bahkan Ibu hampir tidak pernah marah seperti ibu-ibu yang lain. Jujur, aku bahkan tidak pernah bisa membaca emosi Ibu. Dia terlalu terlihat tenang.

Sore itu, lagu yang Ibu nyanyikan sebuah lagu yang asing bagiku. Aku mendengar jelas lirik lagunya, musiknya tidak terlalu modern, tapi tetap saja, itu bukan lagu lawas yang familier di telingaku.

Belum sampai aku dapat jawabannya, Ibu berhenti menyanyi tepat saat aku muncul di depannya.

"Kamu mau cari apa, Nak?"

"Cari Ibu."

"Kenapa?"

Aku menggeleng.

Aku juga tidak tahu kenapa aku mencari Ibu. Kupikir yang ada di otakku hanyalah aku ingin melihat Ibu. Hanya itu, tidak ada alasan rumit.

Selama Ibu terlihat di depan mata, kupikir duniaku selalu baik-baik saja.

Ya, cuma itu alasanku.

"Lapar, ya?"

Aku menggeleng lagi.

Sebenarnya aku ingin bertanya: lagu apa yang ia senandungkan tadi? Apa judulnya, dan mengapa ia mendadak menghentikannya?

Tapi yang ada, aku mengurungkannya, tidak tahu kenapa aku juga begitu.

Hening.

Kami berdua berada di satu ruangan, tidak ada percakapan lanjutan. Tapi jujur, rasanya sangat nyaman, hanya dengan diam berdampingan.

Hari itu berakhir begitu saja, seperti biasanya.

Kini, beberapa tahun telah berlalu. Aku sudah tumbuh jadi sedikit lebih dewasa. Di tengah hiruk pikuk dunia, semesta mempertemukanku dengan lagu yang dulu pernah Ibu nyanyikan itu.

Kini, aku tahu segalanya -mulai dari judul, siapa penyanyinya, kapan lagu itu rilis, hingga makna tersembunyi di balik setiap bait liriknya.

Ternyata, pilihan lagu hari itu bukan tanpa alasan. Ibu bukan lagi sedang bernyanyi, melainkan bercerita, menumpahkan pikirannya tanpa benar-benar membuka gamblang halaman kata.

Nyatanya, melalui lagu itu, Ibu yang selalu tampak sempurna di mata dunia sebenarnya tengah menjerit dalam diamnya. 

Ironinya, aku baru memahaminya sekarang.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Rekomendasi