Sisa Kopi di Gelas Plastik
Slice of Life
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Namaku Bayu.
Usiaku tiga puluh dua tahun, dan aku bukan siapa-siapa.
Aku hanya pria yang setiap pagi berangkat dari kontrakan sempit di gang sempit di pinggiran Jakarta, menumpang angkot, lalu memulai hari dengan memindahkan karung-karung beras di gudang grosir.
Upahku harian — cukup buat makan dan bayar kos. Kadang, kalau sedang beruntung, masih tersisa untuk mengirim sedikit uang ke kampung, buat Ibu.
Tapi kebanyakan hari, aku hanya menyisakan sisa kopi di gelas plastik, satu-satunya teman yang tersisa ketika hari terl...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Wahyu Hidayat
Cerpen
JEJAK DI JALAN SETAPAK
Alwais qorni
Cerpen
Angin Sore dan Pohon Kehidupan
faridhachacha
Cerpen
Tentang Dia yang Tak Memiliki Bayang-bayang
Lily N. D. Madjid
Cerpen
Peneliti Negeri Sipil
spacekantor
Cerpen
15 Tahun Untuk Apa?
Novita Ledo
Cerpen
Saldo Kosong Hati Pun Hampa
Wahyu Hidayat
Cerpen
Harga Sebuah Kejujuran
Wahyu Hidayat
Cerpen
Belalang dan Ramalan yang Tak Selesai
Muram Batu
Cerpen
Prajurit Cahaya
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
(Serasa) Ngga Punya Tetangga
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Pelukan Terakhir Ibu
Wahyu Hidayat
Cerpen
Nighty Night Tea
Fann Ardian
Cerpen
Laki-laki Tanpa Bayangan
F. Theodora
Cerpen
Liburan Juga Bermanfaat
LISANDA
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Kau Ajariku Arti Pulang
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Saldo Kosong Hati Pun Hampa
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Di Antara Cahaya dan Luka
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Harga Sebuah Kejujuran
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Pelukan Terakhir Ibu
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Satu Hari Tanpa Ponsel
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Ruang nomor 404
Wahyu Hidayat
Novel
Bronze
Sampai Tua Kita Bersama
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Naga dan Nasi Goreng
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jackpot yang Menghancurkan
Wahyu Hidayat