Penjual Doa
Slice of Life
Darah mengucur dari lutut sampai mata kaki, menodai betis busik dan juga perban pembungkus luka-lukanya. Ia menyeret langkah dengan laju pincang. Tongkat kayu dituntun sebagai penyeimbang. Rambut penuh daki dan uban menggembel, sebab waktu buta dengan jadwal keramasnya. Kain kumal bolong sana, bolong sini tetap mampu menutup kemaluan, meski bagian pantat berlubang cukup besar. Ada semburat pedih yang diluberkan kantung matanya, meski berbait-bait senyum mekar menyambut pagi-pagi di emper jalan. Dua langkahnya merapalkan permohonan di garis zebra, tatkala lampu apil ...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Kepak Sayap Gurindam
Supriyatin Yuningsih
Cerpen
Penjual Doa
Titin Widyawati
Cerpen
Kulkas Berbicara
Athea Magnolia
Cerpen
Kognisi
Arba Sono
Cerpen
Rencana
Muram Batu
Cerpen
My Weird Online Friend
Rosa L.
Cerpen
Sejakartanya Jakarta
Muram Batu
Cerpen
Pesugihan Abah Miun
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Cinta Selepas Hujan
Novita Ledo
Cerpen
KALAU ADA YANG SULIT, KENAPA HARUS DIPERMUDAH?
Yunia Susanti
Cerpen
Secarik Kertas dengan Selarik Kalimat
Munkhayati
Cerpen
Foto Terakhir Ayah
zain zuha
Cerpen
Pekerja Proyek
Titin Widyawati
Cerpen
Boneka Plastik
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Laptopku, Teman Kerjaku
Mochammad Ikhsan Maulana
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Penjual Doa
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Dirimu dan Penunggu Hal-Hal Pergi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Bukan Pencuri
Titin Widyawati
Cerpen
Pekerja Proyek
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Merah Marah
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Sabar Kurang Sabar
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Mata yang Hilang
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pelangi Transparan
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pendorong Gerobak
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Nasib Ratusan Bumi
Titin Widyawati
Cerpen
Jarum-Jarum di Dadamu
Titin Widyawati
Cerpen
Sejuta Pertanyaan Wanita
Titin Widyawati
Cerpen
Tabebuya
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Dikejar-kejar Polisi
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Pemuda Pemburu Sunyi, Tiga Kucing dan Seekor Kelabang
Titin Widyawati