“Li, untuk liburannya nanti, kita pending dulu tidak apa-apa?”
“Ehh? Kenapa gitu mas? Bukannya mas selalu ingin liburan?”
“Aku ingin liburan pertama kita ke Yogyakarta. Jadi, kita liburan kalau kamu sudah siap untuk pergi kesana.”
Aku hanya bisa terdiam mendengar jawaban mas Dito. Aku sangat paham kalau mas Dito sangat mencintai kota Jogja. Mungkin itu alasan mas Dito ingin liburan pertama kami setelah menikah nanti, mengunjungi Yogyakarta. Aku dan mas Dito sudah menjalin hubungan hampir dua tahun dan tahun ini mas Dito memutuskan untuk melamarku untuk melanjutkan hubungan kami ke jalan yang lebih serius. Pernikahan.
Semalam, mas Dito memberitahuku bahwa pagi ini kami akan mengunjungi wedding organizer. Mas Dito mendapat rekomendasi WO yang akan kami kunjungi dari teman kantornya. Mas Dewa, teman kantor mas Dito menggunakan jasa WO ini dan ketika kami datang ke acara resepsi mas Dewa, kami sangat terpukau oleh hasil kerja WO yang digunakan mas Dewa. Itulah kenapa mas Dito berencana menggunakan WO yang sama.
“Kita sudah sampai Lia.” kata mas Dito berbisik sambil melepas sabuk pengamanku dengan sangat lembut.
“Ehh? Maaf aku ketiduran mas.” kataku sambil merapihkan rambutku yang sedikit berantakan.
“Jam sembilan memang terlalu pagi untuk tuan putri keluar Istana di hari Sabtu ya?” ...