Hoki Sebuah Nama
Sejarah
Langit sore menggantung rendah di atas kantin sebuah kampus yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan. Matahari belum sepenuhnya tenggelam, tapi panasnya sudah jinak. Yang tersisa hanyalah hangat yang ingin membuat para mahasiswa ingin bermalas-malasan. Sangat cocok untuk obrolan yang tidak ingin cepat selesai. Di bawah pohon ketapang tua, lima mahasiswa duduk melingkar di bangku beton yang catnya mulai mengelupas. Map-map tebal bertuliskan Hukum Perdata dan Hukum Acara Pidana berserakan di kaki mereka.
Theodorus Imanuddin Putranto menyandarkan punggungnya, meneguk kopi sachet yang sudah dingin. Kacamata tipisnya sedikit melorot. W...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
DIVIDE ET IMPERA
Sastra Introvert
Cerpen
Hoki Sebuah Nama
Nuel Lubis
Cerpen
Duel Zodomirsky
Ahmad Muhaimin
Novel
Tegar Dalam Luka
Daniel Sarumaha
Novel
General Kyy: Legend of War and Peace
Rizky Yahya
Novel
Dirty Business
Annisa Fitrianti
Novel
Ghost from Berlin
Lumba-Lumba
Novel
Broken Arrow
Tantan
Flash
Jangan Menungguku
Laila NF
Novel
Dear Malaikat Izrail
princess bermata biru
Novel
Di Balik Gerbang
Bentang Pustaka
Novel
RAHASIA KALBU
Shifa Putri Marsya
Novel
Ki Anantari
Deni Krismantoro
Novel
Semua yang Tak Pernah Pergi
Rizki Ramadhana
Novel
Permainan Mematikan: Narsistik
Komandala Putra
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Hoki Sebuah Nama
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Menunggu Cinta
Nuel Lubis
Novel
Bronze
Warnet Cincai
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Febe dan Rumus Peluang
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Frida & Novena
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Pecah Sudah Akuarium Itu
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Gadis Elit, Cowok Berantakan
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Soulmate Game
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Gara-Gara Becky
Nuel Lubis
Novel
2000 In Memoriam
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Pokoknya Ikuti Saja!
Nuel Lubis
Flash
Bronze
Orderan Terakhir Ardiansyah
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Melody Vega
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Khayalan Si Jomblo Ngenes
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Ada Dua Indra di Kepalaku
Nuel Lubis