Malam itu, kafe kecil di sudut jalan terasa agak sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk sambil memainkan ponsel atau menatap laptop mereka. Di salah satu meja dekat jendela, seorang laki-laki bernama Arga duduk sambil mengaduk kopi yang sebenarnya sudah lama dingin.
Arga dikenal teman-temannya sebagai orang yang mudah tertawa. Dia suka bercanda, suka melempar humor yang kadang absurd, dan sering membuat suasana menjadi ringan. Sayangnya malam itu wajahnya terlihat jauh lebih serius.
Di seberangnya duduk sahabat lamanya, Dimas, yang sejak tadi hanya memperhatikan Arga dengan tatapan penasaran.
“Lo kenapa sih, dari tadi ngaduk kopi doang?” tanya Dimas akhirnya.
Arga menghela napas, menjawab, “Gue lagi ribut lagi sama Clara.”
Dimas mengangkat alisnya sedikit, bertanya balik, “Yang soal Virgo itu?”
Arga mengang...